GP Ansor Warning PT Grenex: Warga Babelan Bukan Penonton di Tanah Sendiri

LiputanHk DaminSada||Bekasi – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, menyoroti dugaan minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang digarap PT Grenex bersama Perumda Tirta Bhagasasi.

Isu ini dianggap rawan memicu gesekan sosial jika tidak segera dijelaskan secara transparan oleh pihak terkait.

Perwakilan GP Ansor Babelan, Saparudin S.Pd.i., mengaku menerima laporan dari warga bahwa banyak pekerja yang dilibatkan justru berasal dari luar daerah.

“Informasi yang kami terima, ada indikasi PT Grenex mempekerjakan tenaga kerja dari luar. Ini sangat disayangkan. Perusahaan seharusnya memberi prioritas kepada warga lokal, apalagi proyek ini menyangkut kebutuhan vital masyarakat, yaitu air bersih,” ujarnya.

Saparudin menegaskan, aspirasi tersebut bukan sekadar tuntutan masyarakat, melainkan juga memiliki landasan hukum. Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang mewajibkan perusahaan menyerap tenaga kerja lokal.

“Ini bukan sekadar permintaan. Regulasi daerah jelas mengatur hal itu. Kami mendesak PT Grenex agar transparan dalam rekrutmen serta membuka ruang dialog dengan masyarakat dan Disnaker,” tegasnya.

Lebih jauh, GP Ansor meminta PT Grenex mengevaluasi kebijakan rekrutmen dan menyusun komitmen tertulis untuk memberi peluang lebih besar bagi warga sekitar proyek.

“Langkah ini penting demi menjaga iklim investasi tetap kondusif dan membangun hubungan harmonis dengan masyarakat,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Grenex belum memberikan keterangan resmi atas dugaan yang disampaikan GP Ansor Babelan.

(Red/Nikk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *