Petani Keluhkan Lahan Sawah Tercemar Sampah dan Botol Miras Diduga dari Area Pertamina Tambun

Bekasi – LiputanHk.com – Sejumlah petani di Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan kondisi lahan pertanian mereka yang kini tercemar tumpukan ranting, limbah kawat, serta botol minuman keras yang diduga kuat berasal dari area Pertamina Tambun. Kondisi ini membuat para petani resah dan kesulitan untuk segera menggarap sawah menjelang musim tanam.

Salah satu petani yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sudah berkali-kali ia melaporkan persoalan tersebut kepada pihak Pertamina Tambun, bahkan hingga ke bagian humas. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata untuk membersihkan lahan dari tumpukan sampah dan limbah tersebut.

“Saya sudah lapor berkali-kali, bahkan sampai ke humas Pertamina. Tapi tidak ada respon. Lahan saya ini mau segera digarap, tapi malah penuh ranting, kawat, dan botol miras. Kami sudah capek melihatnya,” ujar petani itu dengan nada kecewa, Senin (6/10/2025).

Ia menambahkan, dirinya bahkan pernah menyerahkan langsung sejumlah limbah seperti kawat dan botol minuman keras yang ia temukan di sawahnya kepada pihak keamanan (security) Pertamina Tambun.

“Saya sempat kumpulkan limbah-limbah itu — kawat, botol miras, dan sampah lainnya — lalu saya kasih ke security Pertamina. Waktu itu mereka terima dan bilang akan segera melaporkan ke bagian terkait untuk dibersihkan. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” katanya.

Pantauan tim LiputanHK.com di lokasi memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan: genangan air sawah dipenuhi ranting dan sampah, sementara beberapa botol bekas minuman keras tampak terlihat di dekat tembok tinggi milik Pertamina Tambun yang diduga sengaja dibuang dari area Pertamina.

Ironisnya, temuan botol minuman keras di area yang berdekatan dengan kawasan industri milik perusahaan sebesar Pertamina — yang notabene merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) — menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat. Bagaimana mungkin di lingkungan perusahaan sekelas Pertamina bisa ditemukan limbah miras yang jelas tidak pantas berada di area resmi dan berdekatan dengan lahan warga?

“Kami heran, ini kan perusahaan besar, BUMN pula. Kok bisa ada botol miras sampai nyampur ke lahan pertanian warga? Kalau tidak ada pengawasan yang benar, ya beginilah jadinya,” ucap petani tersebut dengan nada geram.

Sementara itu, pihak Humas Pertamina Tambun yang dihubungi oleh wartawan LiputanHk.com melalui pesan WhatsApp memberikan tanggapan singkat terkait laporan tersebut.

“Siapp, kita sudah dapat informasi dari warga penggarap lahan sawah, saat ini sedang dalam proses konfirmasi pak,” ujar pihak Humas Pertamina Tambun dalam pesannya.

Warga berharap agar pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, segera turun tangan melakukan peninjauan langsung serta memastikan tanggung jawab lingkungan dijalankan sebagaimana mestinya oleh pihak Pertamina.

(Redaksi/LiputanHk.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *