Jakarta, LiputanHk.com – 18 November 2025 – Upaya liputan investigatif terkait dugaan aktivitas ilegal di sebuah gudang solar di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, berakhir dengan aksi brutal. Dua jurnalis RESKRIMPOLDA.NEWS diserang secara membabi buta oleh kelompok preman saat menjalankan tugas jurnalistik.
Lokasi yang dikenal sebagai Gudang Solar Vera di Jl. Cakung Cilincing Raya RT 002/005 itu menjadi tempat kejadian ketika sekitar sepuluh preman langsung menyerbu tim jurnalis yang sedang melakukan pengambilan gambar. Tanpa alasan jelas, para pelaku melakukan pemukulan, merampas ponsel, dan memaksa penghapusan seluruh dokumentasi.
Salah satu figur yang paling dominan dalam serangan itu digambarkan warga berambut kuncir panjang dan dikenal dengan nama Heru, diduga sebagai koordinator kelompok preman di lokasi tersebut.
Dua korban dalam insiden ini adalah Jimmy Hasan, Pimpinan Redaksi RESKRIMPOLDA.NEWS, dan Naibaho, jurnalis investigasi yang turut berada di lapangan. Keduanya mengalami kekerasan fisik dan kehilangan perangkat kerja yang disita secara paksa oleh para pelaku.
Tidak tinggal diam, pihak redaksi segera menempuh jalur hukum. Laporan resmi telah diterima di Polres Metro Jakarta Utara dengan nomor LP/B/2214/XI/2025/SPKT/Polres Metro Jakarta Utara/Polda Metro Jaya pada Selasa malam, 18 November 2025 pukul 22.21 WIB.
Insiden ini kembali menjadi bukti bahwa keselamatan jurnalis semakin terancam, terutama ketika meliput kejahatan yang melibatkan jaringan preman atau aktivitas ilegal. Tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, dan para pelakunya dapat dijerat pidana.
RESKRIMPOLDA.NEWS menegaskan bahwa serangan ini tidak akan menghalangi upaya pengungkapan dugaan aktivitas ilegal di balik operasi gudang solar tersebut.
(Redaksi)
