LIPUTANHK.COM | KABUPATEN BEKASI — Sholat Jum’at pada Jum’at, 26 Desember 2025 bertepatan dengan 06 Rajab 1447 Hijriah, dilaksanakan dengan khidmat di Masjid Jami Taufiqillah, Kampung Wates, Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Bertindak sebagai khatib sekaligus imam adalah Ustadz H. Komaruddin, S.Pd.I, dengan Bilal Ustadz Rohiman Al-Amrie, serta muadzin Andika Perdana. Ratusan jamaah tampak memadati masjid sejak sebelum adzan dikumandangkan.
Dalam khutbahnya, Ustadz H. Komaruddin menyampaikan pesan mendalam mengenai keutamaan Bulan Rajab, yang merupakan salah satu dari empat bulan haram (mulia) dalam Islam, selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Isi Khutbah: Rajab, Bulan Persiapan dan Peningkatan Iman
Ustadz Komaruddin menjelaskan bahwa Bulan Rajab adalah bulan yang penuh kemuliaan, keberkahan, dan ampunan, sekaligus menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri.
“Bulan Rajab adalah bulan Allah, bulan yang dimuliakan. Di bulan ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan, sementara dosa pun menjadi lebih berat timbangannya. Maka sudah sepatutnya kita menjaga lisan, perbuatan, dan niat kita,” ujar beliau dalam khutbahnya.
Ia menekankan bahwa Rajab merupakan bulan pembuka menuju Ramadhan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk mulai memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak istighfar, sholat sunnah, sedekah, serta puasa sunnah.
“Rajab adalah bulan latihan. Kalau Rajab kita isi dengan taubat, Sya’ban dengan memperbanyak amal, maka insya Allah Ramadhan akan kita sambut dengan hati yang bersih dan iman yang kuat,” tambahnya.
Lebih lanjut, khatib juga mengingatkan jamaah agar tidak menyia-nyiakan waktu dengan perbuatan maksiat, karena di bulan-bulan haram Allah SWT melarang keras kezaliman, baik kepada sesama manusia maupun terhadap diri sendiri.
“Jangan zalimi diri kita dengan meninggalkan sholat, jangan zalimi orang lain dengan kebohongan, fitnah, dan kedzaliman. Rajab mengajarkan kita untuk menahan diri dan memperbaiki akhlak,” tegasnya.
Di akhir khutbah, Ustadz H. Komaruddin mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Bulan Rajab sebagai titik balik perubahan, baik dalam ibadah personal, kehidupan keluarga, maupun bermasyarakat.
“Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan dalam keadaan sehat, iman yang kokoh, dan amal yang diterima oleh Allah SWT,” tutupnya.
Pelaksanaan Sholat Jum’at berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Jamaah berharap kajian dan khutbah seperti ini terus disampaikan sebagai penguat nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat. (Danu)
