Langkah Strategis Jenderal Maruli Simanjuntak Memperkuat Kostrad dan Kepemimpinan TNI AD
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Di balik dinding megah Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), derap langkah dan komando tegas menggema pada Senin (3/8/2026). Suasana khidmat menyelimuti upacara penting yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Hari itu, TNI AD kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersolek—memperkuat diri agar makin profesional, adaptif, dan siap siaga menerjang gelombang dinamika strategis global.
Momentum tersebut ditandai dengan upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dua posisi krusial serta Alih Komando Pengendalian (Kodal) tiga batalyon infanteri ke jajaran Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Regenerasi Kepemimpinan di Posisi Krusial
Sertijab ini menjadi cermin bergulirnya roda regenerasi dan pembinaan personel di tubuh matra darat. Dua tongkat komando resmi berpindah tangan:
-
Danpuspomad (Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat): Diserahterimakan dari Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, S.H. kepada Brigjen TNI Irsyad Hamdie Bey Anwar, MAFSC., M.H., CFrA.
-
Dansecapaad (Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat): Beralih dari Mayjen TNI Abdul Rahman Said kepada Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, S.Sos., M.M.
Jenderal Maruli menegaskan bahwa rotasi ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan strategi menjaga kesinambungan kepemimpinan dan meningkatkan efektivitas tugas organisasi secara menyeluruh.
Penguatan Kostrad: Tiga Batalyon Beralih Komando
Langkah paling menonjol dalam rangkaian upacara tersebut adalah keputusan Alih Kodal terhadap tiga Batalyon Infanteri (Yonif) strategis ke dalam jajaran Kostrad:
- Yonif 753/Arga Vira Tama (sebelumnya di bawah Kodam XVII/Cenderawasih)
- Yonif 756/Wimane Sili (sebelumnya di bawah Kodam XVII/Cenderawasih)
- Yonif 310/Kidang Kencana (sebelumnya di bawah Kodam III/Siliwangi)
Integrasi ketiga batalyon ini ke Kostrad ditujukan untuk mengoptimalkan struktur organisasi dan mendongkrak kesiapan operasional satuan pemukul utama TNI AD di berbagai wilayah Nusantara.
Modernisasi Holistik: Sumber Daya Manusia dan Kepemimpinan
Dalam amanatnya yang lugas, Jenderal Maruli mengingatkan seluruh jajaran agar terus melakukan pembenahan internal. Menurutnya, respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi dan kompleksitas ancaman tidak boleh hanya bertumpu pada modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista).
“Modernisasi organisasi tidak hanya diwujudkan melalui penguatan alutsista, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, serta tata kelola organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan,” tegas Kasad.
Kasad menambahkan bahwa dukungan pemerintah terhadap pembangunan kekuatan TNI AD harus dijawab dengan komitmen internal yang solid—membuktikan bahwa setiap rupiah dan kepercayaan yang diberikan dibalas dengan peningkatkan mutu prajurit.
Menatap Masa Depan TNI AD
Di akhir pengarahannya, Jenderal Maruli menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas dedikasi mereka, sekaligus menginstruksikan para pejabat baru untuk segera bergerak cepat. Peningkatan mutu pendidikan perwira di Secapaad dan penegakan hukum di Puspomad menjadi perhatian utama untuk mencetak prajurit bermutu tinggi.
Melalui pergeseran struktur dan regenerasi kepemimpinan ini, TNI Angkatan Darat terus memantapkan langkahnya sebagai matra yang modern, profesional, dan senantiasa bersiap menjadi benteng terdepan menjaga kedaulatan NKRI.
- Penulis: Redaksi
