Breaking News
light_mode
Populer

Coba Kelabuhi Petugas Pakai Modus Misdeklarasi, Penyelundupan 5 Harley-Davidson Bekas dan 20 Rangka Asal China Digagalkan Bea Cukai

  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

JAKARTA — Benteng pengawasan di pintu masuk utama jalur perdagangan internasional Indonesia kembali membuahkan hasil. Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok berhasil menggagalkan upaya penyelundupan berskala besar berupa armada sepeda motor mewah asal China. Barang bukti yang diamankan meliputi lima unit sepeda motor gede (moge) merek Harley-Davidson bekas dalam kondisi terurai (completely knocked down/CKD) serta 20 unit rangka (frame) sepeda motor bekas.

Pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata komitmen otoritas kepabeanan dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional dan melindungi industri dalam negeri dari gempuran barang-barang terlarang yang masuk secara ilegal.

Pemanfaatan Teknologi Sinar-X dan Kejelian Intelijen

Keberhasilan penindakan ini tidak lepas dari integrasi sistem analisis data intelijen yang tajam serta pemanfaatan teknologi pengawasan modern di wilayah pabean Pelabuhan Tanjung Priok. Petugas mencurigai dua peti kemas ukuran besar yang tiba dari salah satu pelabuhan utama di China.

Berdasarkan analisis profil risiko importasi, petugas kemudian mengarahkan kedua kontainer tersebut ke area pemindaian berbasis sinar-X (container scanner) yang berlokasi di Tempat Penimbunan Sementara (TPS). Hasil pencitraan pemindai menunjukkan adanya anomali bentuk visual yang tidak identik dengan barang yang dilaporkan pada lembaran dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

Melihat adanya kejanggalan pada struktur muatan di dalam peti kemas, tim penindakan segera menerbitkan Surat Perintah Pemeriksaan Fisik (SPPF). Petugas gabungan Bea Cukai kemudian membongkar seluruh muatan kontainer secara menyeluruh (total unstripping).

Di balik tumpukan kardus yang dikondisikan sedemikian rupa, petugas menemukan berbagai komponen mesin, tangki bahan bakar, sistem transmisi, hingga kaki-kaki motor Harley-Davidson bekas yang disembunyikan secara terpisah. Di kontainer lain, ditemukan pula puluhan rangka utama sepeda motor bekas yang tidak memiliki nomor seri resmi lokal.

Pembongkaran Modus Misdeclaration

Para pelaku kejahatan kepabeanan ini menerapkan modus misdeclaration atau pemalsuan deskripsi barang dalam dokumen pemberitahuan impor. Untuk mengelabui pengawasan petugas di pelabuhan, importir mendaftarkan muatan kontainer tersebut sebagai suku cadang biasa (spare parts) dan aksesoris umum.

Namun, strategi memecah komponen motor menjadi bentuk terurai (knocked down) ini gagal mengelabui petugas. Praktik penyembunyian komponen agar menyerupai partikel suku cadang terpisah merupakan pola lama yang acapkali digunakan oleh jaringan pemalsu dokumen untuk menghindari tarif bea masuk yang tinggi serta melompati kewajiban perizinan impor barang bekas.

Tindakan memasukkan barang-barang bekas tersebut secara illegal berpotensi menimbulkan kerugian finansial negara yang cukup signifikan dari sektor Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Selain potensi hilangnya penerimaan negara, tindakan ini juga berpotensi mengganggu stabilitas pasar otomotif resmi serta menciptakan ketidakadilan bisnis bagi para pelaku usaha impor yang taat pada aturan hukum.

Pelanggaran Regulasi dan Ketentuan Impor

Langkah tegas yang diambil oleh Bea Cukai Tanjung Priok ini mengacu pada aturan hukum yang berlaku ketat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengiriman armada kendaraan bermotor bekas ini secara nyata melanggar regulasi perdagangan luar negeri, khususnya ketentuan mengenai Pembatasan Impor Barang Bekas.

Pemerintah Indonesia melarang keras importasi kendaraan bermotor bekas demi menjaga keselamatan konsumen, mencegah masuknya limbah atau barang ilegal, serta melindungi iklim investasi industri otomotif nasional.

Berdasarkan regulasi kepabeanan dan perdagangan, importir yang memasukkan barang tidak sesuai dengan dokumen pemberitahuan dapat dijerat dengan Pasal 102 huruf h Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Para pelaku terancam sanksi pidana penjara serta denda finansial yang berat atas tindakan penyampaian pemberitahuan pabean yang tidak benar tersebut.

Penyelidikan Importir dan Tindak Lanjut Barang Bukti

Guna mengusut tuntas rantai penyelundupan ini, penyidik Bea Cukai langsung melakukan penelusuran mendalam terhadap tiga entitas perusahaan importir yang tercantum sebagai penerima barang dalam dokumen pengiriman. Langkah penyidikan berfokus pada pengumpulan bukti-bukti materiil, pemeriksaan para saksi, serta penelusuran alur transaksi keuangan untuk menentukan pihak-pihak yang paling bertanggung jawab atas masuknya kontainer-kontainer bermasalah tersebut.

Saat ini, seluruh barang bukti berupa lima unit moge Harley-Davidson bekas dalam kondisi terurai dan 20 unit rangka sepeda motor bekas telah disita dan diamankan di fasilitas penimbunan pabean. Status seluruh muatan ilegal tersebut telah ditetapkan sebagai Barang yang Dikuasai Negara (BDN).

Langkah selanjutnya, pihak Bea Cukai akan berkoordinasi secara intensif dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan untuk menentukan penetapan status hukum akhir barang muatan tersebut. Sesuai dengan prosedur tata kelola barang sitaan negara, barang bukti tersebut dapat diproses lebih lanjut untuk dilakukan pemusnahan secara permanen guna memberikan efek jera, atau diusulkan untuk dilelang secara resmi jika memenuhi kriteria serta mendapat persetujuan dari instansi terkait.

Penindakan tegas ini sekaligus menjadi pesan tegas dari otoritas Bea Cukai kepada seluruh pelaku usaha impor agar senantiasa mematuhi regulasi perdagangan dan aturan kepabeanan yang berlaku di Indonesia.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Sultra Terima Audiensi Bea Cukai Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Rokok Ilegal

    Amankan Ekonomi Daerah, Bea Cukai Kendari dan Polda Sultra Siap Sapu Bersih Barang Ilegal

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KENDARI — Langkah konkret untuk menciptakan iklim perdagangan yang bersih serta kondusif terus dimaksimalkan oleh jajaran penegak hukum di Sulawesi Tenggara. Mengingat pesatnya dinamika lalu lintas barang di kawasan pesisir, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (Bea Cukai Kendari) berkolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara guna memperketat pengawasan di pintu-pintu […]


    Bagikan:
  • Sabu 928 Gram Diselipkan di Selangkangan, Kurir Nyaris Terbang ke Jakarta dari Kualanamu

    Sabu 928 Gram Diselipkan di Selangkangan, Kurir Nyaris Terbang ke Jakarta dari Kualanamu

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:DELI SERDANG — Upaya pengiriman narkotika jenis sabu seberat 928 gram bruto melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, berhasil digagalkan personel Satresnarkoba Polresta Deli Serdang. Seorang pria berinisial SAL alias AL (50) diamankan pada Rabu (2/9/2026) dini hari. Ia diduga hendak membawa sabu tersebut menuju Jakarta melalui Bandara Kualanamu. Barang bukti sabu ditemukan […]


    Bagikan:
  • GEMPA Layangkan Somasi Lanjutan ke BPD Kedung Jaya, Desak BUMDes Pelita Makmur Buka Pertanggungjawaban Anggaran

    GEMPA Layangkan Somasi Lanjutan ke BPD Kedung Jaya, Desak BUMDes Pelita Makmur Buka Pertanggungjawaban Anggaran

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Gerakan Masyarakat Peduli Desa (GEMPA) Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, secara resmi melayangkan surat somasi lanjutan atau peringatan tertulis kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedung Jaya terkait pengelolaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pelita Makmur, khususnya unit usaha ternak kambing. Surat bernomor 02/GEMPA/KD JAYA/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026 tersebut berisi […]


    Bagikan:
  • Kampanye Akbar Johari Nomor 2 Siap Semarakkan Pilkades Kedungjaya, Warga Diajak Hadir dan Bersatu

    Kampanye Akbar Johari Nomor 2 Siap Semarakkan Pilkades Kedungjaya, Warga Diajak Hadir dan Bersatu

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Semangat demokrasi desa di Desa Kedungjaya semakin terasa menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026. Dukungan dan antusiasme masyarakat diprediksi akan semakin meriah dengan digelarnya Kampanye Akbar Johari, Calon Kepala Desa Kedungjaya Nomor Urut 2. Berdasarkan materi publikasi kampanye, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada: 📅 Selasa, 15 September 2026 ⏰ Pukul 13.00 WIB […]


    Bagikan:
  • LPKSM Patroli DPD Kota Bekasi Kawal Persidangan, Pemeriksaan Korban dan Saksi Rampung

    LPKSM Patroli DPD Kota Bekasi Kawal Persidangan, Pemeriksaan Korban dan Saksi Rampung

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patroli DPD Kota Bekasi yang diketuai Ryan Taqwa Dhika alias Buluk hadir mengawal jalannya persidangan perkara terdakwa Dais alias Cadok bin Asdi (Alm) di Pengadilan Negeri Cikarang, Kabupaten Bekasi. Persidangan yang sebelumnya sempat mengalami penundaan sesuai jadwal pada surat panggilan saksi, akhirnya dilaksanakan pada Selasa, 8 September […]


    Bagikan:
  • DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat 15 Desember 2026

    DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat 15 Desember 2026

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menargetkan penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset paling lambat pada 15 Desember 2026. Target tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-3 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, Kamis (27/8/2026). Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman melaporkan perkembangan pembahasan RUU Perampasan Aset. Usai rapat paripurna, […]


    Bagikan:
expand_less