KCIC Pastikan Operasional Whoosh Jakarta-Bandung Tetap Aman di Tengah Potensi Abu Vulkanik
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh koridor Jakarta-Bandung tetap berjalan aman dan normal. Pemantauan berlapis dilakukan untuk memitigasi potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Selat Sunda.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pemantauan melibatkan unit operasi, keselamatan, sarana, dan prasarana KCIC.
KCIC juga menjalankan KA Konfirmasi sebelum perjalanan penumpang dimulai. Sistem ini digunakan untuk memastikan kondisi jalur dan berbagai komponen pendukung perjalanan Whoosh tetap aman.
Pemantauan mencakup berbagai komponen penting. Di antaranya jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), pasokan daya, rel, persinyalan, hingga wesel.
KCIC memiliki mekanisme pengamanan apabila sistem mendeteksi kondisi yang tidak normal. Notifikasi akan muncul di Operation Control Center (OCC).
Dalam kondisi tertentu, sistem juga dapat secara otomatis menurunkan kecepatan perjalanan Whoosh sebagai langkah mitigasi.
Pemantauan dilakukan di sepanjang jalur Whoosh sepanjang 142,3 kilometer. Jalur tersebut terdiri dari 82,7 kilometer jalur elevated, 42,78 kilometer jalur at grade, serta 13 terowongan dengan total panjang 16,82 kilometer.
Perhatian khusus diberikan pada jalur terbuka karena bagian tersebut memiliki potensi lebih besar terpapar sebaran abu vulkanik.
Jarak Pandang Masinis Masih Normal
Dari sisi operasional kereta, laporan masinis menunjukkan jarak pandang di sepanjang jalur Whoosh masih berada dalam kondisi normal.
Rangkaian Whoosh juga dilengkapi wiper dengan semprotan air. Fasilitas tersebut membantu membersihkan debu atau abu yang menempel pada kaca depan sehingga visibilitas masinis tetap terjaga.
Apabila terjadi perubahan kondisi yang mengurangi jarak pandang, masinis akan menyesuaikan kecepatan perjalanan sesuai kondisi di lapangan dan prosedur operasional yang berlaku.
KCIC juga melakukan pemantauan terhadap filter udara rangkaian serta CCTV yang memantau kondisi pantograf.
KCIC Pantau Infrastruktur dan Sistem Kelistrikan
Dari sisi prasarana, pemantauan dilakukan terhadap komponen isolasi, sistem jaringan listrik aliran atas, gardu, persinyalan, serta mekanisme wesel.
Dengan pemantauan sarana dan prasarana secara berlapis, asesmen risiko, serta penyesuaian operasional berdasarkan kondisi lapangan, KCIC memastikan layanan Whoosh tetap berjalan.
Langkah tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan di tengah potensi paparan abu vulkanik.
- Penulis: Danu
