Breaking News
light_mode
Populer

Menolak Lupa!! Apa Kabar Wajah Struktur Pemdes Kedungjaya yang Dicoret?

  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

OPINI | Danu Ubaidillah
Pemerhati Kebijakan Publik, Jurnalis Indonesia (Warga Desa Kedungjaya)

BABELAN, Kab Bekasi.

Ada sebuah pertanyaan sederhana tetapi sesungguhnya sangat serius: apa kabar wajah-wajah aparatur Desa Kedungjaya yang fotonya dicoret pada papan struktur Pemerintah Desa?

Coretan itu mungkin terlihat sederhana. Hanya tinta di atas foto. Hanya goresan pada selembar gambar.

Tetapi jangan kita melihatnya sesederhana itu.

Bagi saya, papan struktur Pemerintah Desa bukan sekadar pajangan di dinding kantor. Di sana melekat wajah-wajah yang menjadi bagian dari sistem pemerintahan desa. Mereka bukan milik satu calon kepala desa, bukan milik satu kelompok politik, dan bukan pula simbol dari kubu tertentu.

Mereka adalah bagian dari wajah pemerintahan desa.

Karena itu, ketika ada wajah aparatur desa yang dicoret, pertanyaan publik bukan semata-mata siapa yang memegang spidol atau benda untuk mencoret. Pertanyaan yang jauh lebih besar adalah: apakah politik Pilkades sudah mulai masuk terlalu jauh ke ruang pemerintahan desa?

Jika pencoretan tersebut memang berkaitan dengan perbedaan pilihan politik, maka kita sedang berhadapan dengan persoalan yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar vandalisme.

Sebab demokrasi seharusnya menghasilkan pergantian kepemimpinan melalui suara rakyat, bukan melalui intimidasi, tekanan, atau penghakiman terhadap orang-orang yang berbeda pilihan.

Jangan Campurkan Politik dengan Kedaulatan Desa

Pilkades adalah kontestasi. Ada calon, ada pendukung, ada pilihan, ada persaingan.

Tetapi setelah semua itu, desa tetaplah desa.

Kantor desa bukan markas tim sukses. Aparatur desa bukan alat politik. Struktur pemerintahan desa bukan papan klasemen antara kubu yang menang dan kubu yang kalah.

Desa adalah rumah bersama.

Siapa pun yang nantinya memperoleh amanah masyarakat, pemerintahan desa tetap harus berdiri di atas kepentingan seluruh warga.

Maka saya berpandangan, foto aparatur yang terpampang dalam struktur pemerintahan desa harus dipandang sebagai aset simbolik kedaulatan pemerintahan desa. Wajah-wajah itu merepresentasikan keberadaan lembaga pemerintahan yang bekerja untuk masyarakat.

Ketika wajah tersebut dicoret karena alasan politik, yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan bukan hanya kehormatan seorang aparatur.

Yang sedang diuji adalah apakah kita masih menghormati institusi desa.

Saya warga Desa Kedungjaya.

Saya memahami bahwa Pilkades bisa menghadirkan perbedaan pilihan. Itu hal biasa dalam demokrasi.

Saya juga memahami bahwa setiap warga memiliki hak untuk mendukung siapa pun yang diyakininya mampu memimpin desa.

Tetapi saya ingin mengingatkan satu hal:

Berbeda pilihan bukan alasan untuk bermusuhan.

Apalagi menjadikan aparatur desa sebagai sasaran tekanan atau intimidasi.

Hari ini mungkin yang dicoret adalah foto seseorang.

Besok bisa saja yang dirusak adalah fasilitas kantor.

Lusa mungkin terjadi tekanan terhadap aparatur yang dianggap berbeda pilihan.

Kalau pola seperti ini dibiarkan, maka kita sedang membangun budaya politik desa yang sangat tidak sehat.

Pilkades seharusnya menjadi pesta demokrasi masyarakat desa, bukan arena untuk mempertontonkan siapa yang paling kuat menekan dan siapa yang paling berani mengintimidasi.

Saya tidak ingin buru-buru menuduh siapa pelakunya.

Saya juga tidak ingin menjadikan dugaan sebagai fakta.

Tetapi justru karena belum diketahui siapa pelakunya, maka peristiwa ini harus dijawab secara terang.

Siapa yang mencoret? Apa motifnya? Kapan dilakukan? Apakah benar ada kaitan dengan dinamika politik Pilkades?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut layak dijawab.

Jangan sampai masyarakat akhirnya terbiasa melihat tindakan semacam ini sebagai sesuatu yang biasa.

Karena ketika masyarakat mulai menganggap intimidasi sebagai hal biasa, di situlah demokrasi mulai kehilangan maknanya.

Desa Harus Tetap Berdiri di Atas Semua Kubu

Siapa pun calon kepala desa yang nantinya mendapatkan mandat rakyat, ia harus mampu menjadi kepala desa bagi seluruh masyarakat.

Begitu pula aparatur desa.

Tidak boleh ada logika, “karena kamu bukan bagian dari kelompok saya, maka kamu harus disingkirkan.”

Pemerintahan desa tidak boleh bekerja dengan logika seperti itu.

Desa memiliki pemerintahan, memiliki aparatur, memiliki aset, memiliki anggaran, dan yang paling penting, memiliki masyarakat.

Semua itu adalah bagian dari kedaulatan desa yang harus dijaga bersama.

Karena itu, saya ingin mengatakan dengan tegas:

Jangan mau desa diintimidasi oleh politik Pilkades.

Jangan biarkan perbedaan pilihan politik merusak hubungan antarwarga.

Jangan biarkan aparatur desa merasa terancam hanya karena pilihan politiknya.

Dan jangan biarkan simbol pemerintahan desa diperlakukan seperti papan kampanye kelompok tertentu.

Demokrasi membutuhkan keberanian untuk berbeda.

Kalau setiap perbedaan harus dibalas dengan tekanan, maka yang kita bangun bukan demokrasi, melainkan ketakutan.

Saya berharap seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkades Kedungjaya mampu menahan diri.

Para calon harus menjadi teladan. Tim pendukung harus menjaga suasana. Aparatur desa harus tetap profesional. Panitia harus tegas. Dan masyarakat harus berani menolak segala bentuk intimidasi.

Sebab setelah Pilkades selesai, kita semua tetap akan tinggal di desa yang sama.

Tetangga tetap bertetangga.

Saudara tetap bersaudara.

Dan desa tetap menjadi rumah bersama.

Jadi, apa kabar wajah struktur Pemdes Kedungjaya yang dicoret?

Semoga bukan hanya fotonya yang dibersihkan dari coretan.

Tetapi juga cara berpikir kita dalam berpolitik.

Karena wajah pemerintahan desa bukan milik kubu tertentu.

Ia adalah wajah kita bersama. Wajah kedaulatan Desa Kedungjaya.

Dan wajah itu jangan pernah dibiarkan tunduk kepada intimidasi politik hanya karena perbedaan pilihan dalam Pilkades.

LiputanHk.com • Media Indonesia


Bagikan:
  • Penulis: LiputanHK admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Somasi Kedua Tak Dijawab, GEMPA Kedung Jaya Siapkan Somasi Ketiga

    Somasi Kedua Tak Dijawab, GEMPA Kedung Jaya Siapkan Somasi Ketiga

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Gerakan Masyarakat Peduli Desa (GEMPA) Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kembali mempertanyakan belum adanya jawaban atas somasi kedua terkait pengelolaan BUMDes Pelita Makmur, (11/9/2026). Somasi kedua tersebut telah dilayangkan kepada pihak terkait. Namun, hingga batas waktu yang diberikan, GEMPA menyebut belum menerima tanggapan resmi. Ketua BPD Desa Kedung Jaya, M. Toha, […]


    Bagikan:
  • Maji Nomor Urut 3 Siap Sapa Warga Karang Setia, Energi Baru untuk Desa Maju

    Maji Nomor Urut 3 Siap Sapa Warga Karang Setia, Energi Baru untuk Desa Maju

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KAB BEKASI, KARANG SETIA — Calon Kepala Desa Karang Setia Maji, Nomor Urut 3, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengikuti agenda kampanye yang akan digelar pada Rabu, 16 September 2026. Kampanye ini menjadi momentum bagi Maji untuk menyapa masyarakat sekaligus menyampaikan visi, gagasan, dan komitmennya dalam membangun Desa Karang Setia, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi […]


    Bagikan:
  • Korban Tolak Restorative Justice, Sidang Dugaan Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

    Korban Tolak Restorative Justice, Sidang Dugaan Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:LiputanHk.com,BEKASI – Sidang kedua perkara dugaan pengeroyokan yang menyeret anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial NY kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Rabu (12/8/2026). Sidang tersebut memasuki agenda Restorative Justice (RJ) atau upaya penyelesaian perkara melalui perdamaian. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan kesepakatan setelah korban, Fendy, menyatakan menolak berdamai dan memilih agar perkara tetap diproses […]


    Bagikan:
  • PWI Bekasi Raya Bahas Sinergi Pengawasan Orang Asing di Bekasi

    PWI Bekasi Raya Bahas Sinergi Pengawasan Orang Asing di Bekasi

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KOTA BEKASI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menggelar Dialog Interaktif yang membahas pelayanan dan pengawasan orang asing di wilayah Bekasi, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula PWI Bekasi Raya tersebut mengusung tema “Harmonisasi Pelayanan dan Pengawasan Orang Asing: Peran Imigrasi, Pengawas Tenaga Kerja, dan Disdukcapil.” Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, aparat, dunia […]


    Bagikan:
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Ganja Berkedok Liburan Keluarga

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Ganja Berkedok Liburan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:DENPASAR — Petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melalui Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Ngurah Rai kembali memperlihatkan taji dalam menjaga pintu gerbang penerbangan internasional Indonesia. Berkolaborasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, jajaran Bea Cukai sukses menggagalkan aksi kejahatan narkotika jaringan internasional yang mencoba menyelundupkan ganja seberat […]


    Bagikan:
  • Revaldo Fifaldi Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi Kantongi Identitas Pemasok Sabu

    Revaldo Fifaldi Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi Kantongi Identitas Pemasok Sabu

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Barat masih memburu orang yang diduga memasok narkotika kepada aktor Revaldo Fifaldi. Polisi menyebut identitas pemasok tersebut telah diketahui dan kini dalam proses pencarian. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, penyidik telah mengantongi identitas orang yang diduga menjual narkotika kepada Revaldo. “Saat ini sudah […]


    Bagikan:
expand_less