Breaking News
light_mode
Populer

Tiga Bulan Siltap Perangkat Desa Kedungjaya Diklaim Belum Dibayarkan, Pemdes dan BPD Diminta Beri Penjelasan

  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

BABELAN, KEDUNGJAYA — Sejumlah perangkat Desa Kedungjaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mempertanyakan pembayaran penghasilan tetap (Siltap) atau honor yang mereka klaim belum diterima selama kurang lebih tiga bulan, (17/9/2026).

Persoalan tersebut mencuat di tengah momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kedungjaya yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026. Sejumlah perangkat desa mengaku khawatir keterlambatan pembayaran tersebut berlarut-larut dan berdampak terhadap pemenuhan hak mereka sebagai aparatur desa.

Salah seorang perangkat desa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut, terdapat sekitar 30 orang perangkat atau pegawai desa yang menurut pengakuannya belum menerima Siltap selama tiga bulan.

“Kami mempertanyakan hak kami. Kalau memang anggarannya sudah tersedia, kami ingin tahu peruntukannya bagaimana. Dan lagi, sebelumnya 1 tahun kebelakang, pembayaran diterima melalui rekening masing-masing, tetapi sekarang diarahkan untuk menerima secara tunai,” ujar sumber tersebut kepada media.

Menurut sumber tersebut, perubahan mekanisme pembayaran dari yang sebelumnya melalui rekening masing-masing menjadi pembayaran secara tunai turut menimbulkan pertanyaan di kalangan pegawai desa.

Namun demikian, informasi tersebut masih merupakan keterangan dari pihak perangkat desa dan belum dapat disimpulkan sebagai adanya penyimpangan pengelolaan anggaran. Untuk memastikan persoalan tersebut, diperlukan penjelasan resmi dari Pemerintah Desa Kedungjaya serta pemeriksaan terhadap dokumen administrasi dan realisasi keuangan desa.

Secara regulasi, penghasilan tetap kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa lainnya merupakan penghasilan yang dianggarkan dalam APB Desa. Ketentuan mengenai penghasilan tetap tersebut antara lain diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2019.

Sementara itu, pengelolaan keuangan desa secara umum diatur dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, yang hingga kini berstatus berlaku.

Konfirmasi kepada Pemdes dan BPD Belum Mendapat Tanggapan

LiputanHK.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Desa Kedungjaya melalui Sekretaris Desa Saipuddin Jupri dan Bendahara Desa Hj. Jayasan melalui pesan WhatsApp.

Pesan konfirmasi tersebut telah terbaca, namun hingga berita ini disusun, media belum mendapatkan tanggapan maupun penjelasan resmi dari kedua pihak.

Konfirmasi tersebut penting dilakukan untuk mengetahui beberapa hal, di antaranya apakah anggaran Siltap tiga bulan tersebut telah dicairkan, apakah telah tercatat dalam administrasi keuangan desa, apa alasan keterlambatan pembayaran, serta bagaimana mekanisme pembayaran yang sebenarnya diterapkan oleh pemerintah desa.

Selain kepada pemerintah desa, LiputanHK.com juga telah meminta konfirmasi kepada Ketua BPD Kedungjaya, M. Toha, terkait persoalan tersebut.

BPD sebagai lembaga yang memiliki fungsi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa juga dimintai penjelasan mengenai apakah pihaknya mengetahui adanya keterlambatan pembayaran Siltap perangkat desa dan apakah persoalan tersebut pernah disampaikan atau dibahas dalam forum desa.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi kepada Ketua BPD M. Toha juga telah terbaca, tetapi belum memperoleh tanggapan.

Persoalan pembayaran Siltap tersebut kini menjadi perhatian karena menyangkut hak perangkat desa sekaligus pengelolaan anggaran yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

Media tidak bermaksud menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum terdapat data dan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait. Karena itu, Pemerintah Desa Kedungjaya dan BPD diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi serta hak jawab atas informasi yang disampaikan oleh sejumlah perangkat desa.

LiputanHK.com juga akan menindaklanjuti persoalan tersebut kepada pihak kecamatan serta pemerintah daerah terkait, khususnya untuk memperoleh penjelasan mengenai status pembayaran Siltap, mekanisme pencairan, serta kesesuaiannya dengan ketentuan pengelolaan keuangan desa.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemdes Kedungjaya dan BPD belum memberikan keterangan resmi. Ruang hak jawab tetap terbuka bagi pihak-pihak terkait.


Bagikan:
  • Penulis: Danu

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadisdik Kabupaten Bekasi Tinjau Tiga Sekolah, Pastikan Mutu Pembelajaran dan Kompetensi Guru

    Kadisdik Kabupaten Bekasi Tinjau Tiga Sekolah, Pastikan Mutu Pembelajaran dan Kompetensi Guru

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI – Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi terus memperkuat pengawasan dan pembinaan satuan pendidikan guna memastikan kualitas pembelajaran serta kompetensi tenaga pendidik terus meningkat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan kerja ke tiga satuan pendidikan, yakni SDN Cikedokan 01 Cikarang Barat, SMP Negeri 3 Setu, dan SMP Negeri 1 Setu, pada pekan ini. Kunjungan tersebut […]


    Bagikan:
  • Kapolda Sultra Terima Audiensi Bea Cukai Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Rokok Ilegal

    Amankan Ekonomi Daerah, Bea Cukai Kendari dan Polda Sultra Siap Sapu Bersih Barang Ilegal

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KENDARI — Langkah konkret untuk menciptakan iklim perdagangan yang bersih serta kondusif terus dimaksimalkan oleh jajaran penegak hukum di Sulawesi Tenggara. Mengingat pesatnya dinamika lalu lintas barang di kawasan pesisir, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (Bea Cukai Kendari) berkolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara guna memperketat pengawasan di pintu-pintu […]


    Bagikan:
  • Somasi Kedua Tak Dijawab, GEMPA Kedung Jaya Siapkan Somasi Ketiga

    Somasi Kedua Tak Dijawab, GEMPA Kedung Jaya Siapkan Somasi Ketiga

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Gerakan Masyarakat Peduli Desa (GEMPA) Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kembali mempertanyakan belum adanya jawaban atas somasi kedua terkait pengelolaan BUMDes Pelita Makmur, (11/9/2026). Somasi kedua tersebut telah dilayangkan kepada pihak terkait. Namun, hingga batas waktu yang diberikan, GEMPA menyebut belum menerima tanggapan resmi. Ketua BPD Desa Kedung Jaya, M. Toha, […]


    Bagikan:
  • “Oh, Jadi Ini Sosoknya?” JORRO Nomor 2 Bikin Penasaran di Tengah Ramainya Pilkades Kedungjaya

    “Oh, Jadi Ini Sosoknya?” JORRO Nomor 2 Bikin Penasaran di Tengah Ramainya Pilkades Kedungjaya

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI, BABELAN — Ada sosok yang belakangan semakin sering menjadi perhatian dalam perbincangan warga Kedungjaya. Namanya Johari, yang maju bersama Rohiman dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Kedungjaya 2026 dengan pasangan JORRO, nomor urut 2. Bukan hanya atribut dan iring-iringan massa yang menarik perhatian. Sosok Johari juga terlihat cukup dekat dengan masyarakat dalam sejumlah kegiatan sebelum […]


    Bagikan:
  • Warga Kedung Jaya Bergerak, GEMPA Desak BUMDes Buka Transparansi Anggaran

    Warga Kedung Jaya Bergerak, GEMPA Desak BUMDes Buka Transparansi Anggaran

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Gelombang aspirasi warga Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mulai menemukan bentuk yang lebih terorganisasi. Sejumlah warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Desa (GEMPA) Desa Kedung Jaya secara resmi menyampaikan surat aspirasi kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kedung Jaya, Rabu (19/8/2026). Surat tersebut […]


    Bagikan:
  • KCIC Pastikan Operasional Whoosh Jakarta-Bandung Tetap Aman di Tengah Potensi Abu Vulkanik

    KCIC Pastikan Operasional Whoosh Jakarta-Bandung Tetap Aman di Tengah Potensi Abu Vulkanik

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh koridor Jakarta-Bandung tetap berjalan aman dan normal. Pemantauan berlapis dilakukan untuk memitigasi potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Selat Sunda. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pemantauan melibatkan unit operasi, keselamatan, sarana, dan prasarana KCIC. KCIC juga […]


    Bagikan:
expand_less