Breaking News
light_mode
Populer

“Audiensi BUMDes Digelar, Pemdes Kedung Jaya Tak Hadir: Ada Apa?”

  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

BEKASI — Kekecewaan terhadap Pemerintah Desa Kedung Jaya kembali disuarakan warga menyusul ketidakhadiran pihak Pemerintah Desa dalam audiensi masyarakat bersama pengurus BUMDes Pelita Makmur dan BPD, yang membahas polemik pengelolaan BUMDes serta anggaran sekitar Rp407 juta.

Audiensi yang digelar pada Sabtu (29/8/2026) tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Forum itu membahas sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari transparansi pengelolaan anggaran, keberadaan aset, aktivitas peternakan hingga persoalan kemitraan BUMDes.

Pemerintah Desa Kedung Jaya sebelumnya telah dikonfirmasi media dan menyampaikan bahwa pihaknya tidak menerima undangan audiensi.

Namun, alasan tersebut justru menjadi perhatian dan pertanyaan tersendiri bagi warga.

Perwakilan masyarakat Desa Kedung Jaya, Danu Ubaidillah, menilai persoalan tersebut tidak semestinya berhenti pada persoalan ada atau tidak adanya surat undangan.

Menurut Danu, ketika sebuah polemik BUMDes telah menjadi perhatian masyarakat dan audiensi bahkan berlangsung di gedung pemerintahan desa, pemerintah desa semestinya memiliki kepekaan terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kalau memang Pemdes menyampaikan tidak mendapatkan undangan, itu tentu menjadi hak mereka untuk menjelaskan. Tetapi bagi saya sebagai warga, persoalannya bukan sekadar ada atau tidak ada surat undangan. Ini menyangkut marwah Pemerintahan Desa. BUMDes adalah bagian dari tata kelola desa, dan yang sedang dipersoalkan masyarakat adalah pengelolaan usaha yang berkaitan dengan kepentingan desa,” ujar Danu.

Danu mempertanyakan apakah Pemerintah Desa cukup hanya menunggu undangan secara formal ketika persoalan BUMDes tengah menjadi sorotan masyarakat.

“Audiensinya dilaksanakan di gedung Pemerintahan Desa Kedung Jaya. Masa pemerintah desa sama sekali tidak mengetahui bahwa ada forum masyarakat yang membahas persoalan BUMDes di lingkungan pemerintahannya sendiri? Kalau memang tidak ada undangan, saya kira pemerintah desa tetap harus menunjukkan kepekaan. Jangan sampai marwah pemerintahan desa seolah berhenti hanya karena persoalan surat undangan,” tegasnya.

Menurut Danu, kehadiran Pemerintah Desa dalam forum tersebut bukan semata-mata untuk membela ataupun menyalahkan pengurus BUMDes, melainkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh.

Terlebih, dalam audiensi tersebut muncul sejumlah keterangan dari pengurus BUMDes mengenai penggunaan sekitar Rp407 juta, keberadaan ternak, aset usaha, sistem kemitraan hingga adanya 55 ekor kambing yang disebut belum diserahkan oleh mitra.

“Pemerintah Desa seharusnya hadir untuk mendengar langsung. Kalau BUMDes benar, bantu menjelaskan dan meluruskan. Kalau ada kekurangan, justru pemerintah desa harus ikut memastikan penyelesaiannya. Jangan masyarakat dibiarkan mencari jawaban sendiri,” kata Danu.

Ia menegaskan, kritik tersebut bukan ditujukan untuk menghakimi Pemerintah Desa, melainkan sebagai bentuk kontrol masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Kami sedang mempertanyakan bagaimana pemerintah desa menjalankan fungsi pengawasan dan tanggung jawabnya ketika BUMDes yang berkaitan dengan kepentingan desa sedang menjadi polemik. Kalau alasannya hanya tidak mendapat undangan, publik tentu berhak bertanya: sejauh mana kepekaan Pemdes terhadap persoalan yang berkembang di desanya sendiri?” pungkas Danu.

Danu berharap Pemerintah Desa Kedung Jaya turut hadir dalam audiensi lanjutan yang menghadirkan seluruh pihak terkait, sehingga persoalan BUMDes Pelita Makmur dapat dibahas secara terbuka, berdasarkan data dan dokumen, bukan berdasarkan persepsi.

“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang bukan saling beralasan, tetapi keterbukaan. Rp407 juta harus jelas penggunaannya, asetnya harus jelas keberadaannya, aktivitas usahanya harus jelas, dan manfaatnya bagi desa juga harus jelas,” tutup Danu.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi LiputanHk.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentrokan Polisi dan Massa Pecah di Kolong Flyover Slipi, Gas Air Mata Ditembakkan

    Bentrokan Polisi dan Massa Pecah di Kolong Flyover Slipi, Gas Air Mata Ditembakkan

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Bentrokan antara aparat kepolisian dan massa aksi pecah di bawah Flyover Slipi, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam. Kericuhan terjadi setelah aparat memukul mundur massa dari Jalan Pejompongan Raya ke arah Jalan Penjernihan. Berdasarkan pantauan di lokasi, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Sejumlah peserta aksi kemudian terlihat berlarian menjauh dari […]


    Bagikan:
  • Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP Edukasi Energi Terbarukan dan Hadirkan Smart Light Trap untuk Pengendalian Hama Jagung

    Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP Edukasi Energi Terbarukan dan Hadirkan Smart Light Trap untuk Pengendalian Hama Jagung

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BATANG, LiputanHK.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 36 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengedukasi petani Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, mengenai pemanfaatan energi terbarukan untuk sektor pertanian. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan dan menyerahkan Smart Light Trap berbasis energi surya sebagai teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemantauan dan pengendalian hama […]


    Bagikan:
  • Kapolda Sultra Terima Audiensi Bea Cukai Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Rokok Ilegal

    Amankan Ekonomi Daerah, Bea Cukai Kendari dan Polda Sultra Siap Sapu Bersih Barang Ilegal

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KENDARI — Langkah konkret untuk menciptakan iklim perdagangan yang bersih serta kondusif terus dimaksimalkan oleh jajaran penegak hukum di Sulawesi Tenggara. Mengingat pesatnya dinamika lalu lintas barang di kawasan pesisir, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (Bea Cukai Kendari) berkolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara guna memperketat pengawasan di pintu-pintu […]


    Bagikan:
  • Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Musnahkan Barang Rp46 M

    Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Musnahkan Barang Rp46 M

    • calendar_month 16 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:MAKASSAR — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Makassar kembali menunjukkan komitmen tegasnya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat dari peredaran barang terlarang. Sepanjang periode awal 2025 hingga Juli 2026, instansi ini mencatat sebanyak 123 penindakan terhadap barang kena cukai (BKC) ilegal serta berbagai pelanggaran kepabeanan lainnya. […]


    Bagikan:
  • Satu Suara untuk Perubahan, Warga RW 017 Deklarasi Dukung H. Iyus Sudrajat di Pilkades Wanajaya

    Satu Suara untuk Perubahan, Warga RW 017 Deklarasi Dukung H. Iyus Sudrajat di Pilkades Wanajaya

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Dukungan warga terhadap H. Iyus Sudrajat sebagai calon Kepala Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, semakin menguat. Hal itu terlihat dalam pertemuan warga RW 017. Dalam kegiatan tersebut, Ketua RW, para Ketua RT, tim pemenangan, serta masyarakat menyatakan dukungan kepada H. Iyus Sudrajat untuk Pilkades Wanajaya yang dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026. Pertemuan berlangsung […]


    Bagikan:
  • Benteng Perlindungan Publik: PWI dan AFPI Perkuat Kapasitas Jurnalisme Hadapi Era Fintek

    Benteng Perlindungan Publik: PWI dan AFPI Perkuat Kapasitas Jurnalisme Hadapi Era Fintek

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik layar ponsel cerdas jutaan rakyat Indonesia, akses keuangan kini hadir hanya dalam hitungan detik. Cukup beberapa kali ketukan layar, dana segar mengalir. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi finansial ini, bayang-bayang misinformasi, jebakan bunga tak masuk akal, hingga teror entitas bodong terus mengintai warga yang minim literasi. Sadar akan besarnya […]


    Bagikan:
expand_less