Breaking News
light_mode
Populer

“Audiensi BUMDes Digelar, Pemdes Kedung Jaya Tak Hadir: Ada Apa?”

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

BEKASI — Kekecewaan terhadap Pemerintah Desa Kedung Jaya kembali disuarakan warga menyusul ketidakhadiran pihak Pemerintah Desa dalam audiensi masyarakat bersama pengurus BUMDes Pelita Makmur dan BPD, yang membahas polemik pengelolaan BUMDes serta anggaran sekitar Rp407 juta.

Audiensi yang digelar pada Sabtu (29/8/2026) tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Forum itu membahas sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari transparansi pengelolaan anggaran, keberadaan aset, aktivitas peternakan hingga persoalan kemitraan BUMDes.

Pemerintah Desa Kedung Jaya sebelumnya telah dikonfirmasi media dan menyampaikan bahwa pihaknya tidak menerima undangan audiensi.

Namun, alasan tersebut justru menjadi perhatian dan pertanyaan tersendiri bagi warga.

Perwakilan masyarakat Desa Kedung Jaya, Danu Ubaidillah, menilai persoalan tersebut tidak semestinya berhenti pada persoalan ada atau tidak adanya surat undangan.

Menurut Danu, ketika sebuah polemik BUMDes telah menjadi perhatian masyarakat dan audiensi bahkan berlangsung di gedung pemerintahan desa, pemerintah desa semestinya memiliki kepekaan terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kalau memang Pemdes menyampaikan tidak mendapatkan undangan, itu tentu menjadi hak mereka untuk menjelaskan. Tetapi bagi saya sebagai warga, persoalannya bukan sekadar ada atau tidak ada surat undangan. Ini menyangkut marwah Pemerintahan Desa. BUMDes adalah bagian dari tata kelola desa, dan yang sedang dipersoalkan masyarakat adalah pengelolaan usaha yang berkaitan dengan kepentingan desa,” ujar Danu.

Danu mempertanyakan apakah Pemerintah Desa cukup hanya menunggu undangan secara formal ketika persoalan BUMDes tengah menjadi sorotan masyarakat.

“Audiensinya dilaksanakan di gedung Pemerintahan Desa Kedung Jaya. Masa pemerintah desa sama sekali tidak mengetahui bahwa ada forum masyarakat yang membahas persoalan BUMDes di lingkungan pemerintahannya sendiri? Kalau memang tidak ada undangan, saya kira pemerintah desa tetap harus menunjukkan kepekaan. Jangan sampai marwah pemerintahan desa seolah berhenti hanya karena persoalan surat undangan,” tegasnya.

Menurut Danu, kehadiran Pemerintah Desa dalam forum tersebut bukan semata-mata untuk membela ataupun menyalahkan pengurus BUMDes, melainkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh.

Terlebih, dalam audiensi tersebut muncul sejumlah keterangan dari pengurus BUMDes mengenai penggunaan sekitar Rp407 juta, keberadaan ternak, aset usaha, sistem kemitraan hingga adanya 55 ekor kambing yang disebut belum diserahkan oleh mitra.

“Pemerintah Desa seharusnya hadir untuk mendengar langsung. Kalau BUMDes benar, bantu menjelaskan dan meluruskan. Kalau ada kekurangan, justru pemerintah desa harus ikut memastikan penyelesaiannya. Jangan masyarakat dibiarkan mencari jawaban sendiri,” kata Danu.

Ia menegaskan, kritik tersebut bukan ditujukan untuk menghakimi Pemerintah Desa, melainkan sebagai bentuk kontrol masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Kami sedang mempertanyakan bagaimana pemerintah desa menjalankan fungsi pengawasan dan tanggung jawabnya ketika BUMDes yang berkaitan dengan kepentingan desa sedang menjadi polemik. Kalau alasannya hanya tidak mendapat undangan, publik tentu berhak bertanya: sejauh mana kepekaan Pemdes terhadap persoalan yang berkembang di desanya sendiri?” pungkas Danu.

Danu berharap Pemerintah Desa Kedung Jaya turut hadir dalam audiensi lanjutan yang menghadirkan seluruh pihak terkait, sehingga persoalan BUMDes Pelita Makmur dapat dibahas secara terbuka, berdasarkan data dan dokumen, bukan berdasarkan persepsi.

“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang bukan saling beralasan, tetapi keterbukaan. Rp407 juta harus jelas penggunaannya, asetnya harus jelas keberadaannya, aktivitas usahanya harus jelas, dan manfaatnya bagi desa juga harus jelas,” tutup Danu.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi LiputanHk.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apakah Gempa Bumi Tanda Kiamat? Ini Penjelasan dalam Perspektif Islam dan Sains

    Apakah Gempa Bumi Tanda Kiamat? Ini Penjelasan dalam Perspektif Islam dan Sains

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:LiputanHk.com — Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang kerap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Selain karena dapat menyebabkan kerusakan dan korban jiwa, gempa juga sering dikaitkan dengan tanda-tanda datangnya Hari Kiamat. Lantas, apakah setiap gempa bumi merupakan tanda Kiamat? Dalam perspektif Islam, banyaknya gempa bumi memang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW sebagai […]


    Bagikan:
  • Jasad Pria Hangus Terbakar Ditemukan di Toyogiri Selatan Bekasi, Polisi Dalami Penyebabnya

    Jasad Pria Hangus Terbakar Ditemukan di Toyogiri Selatan Bekasi, Polisi Dalami Penyebabnya

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI, LiputanHk.com – Warga di sekitar Jalan Toyogiri Selatan, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki dalam kondisi hampir seluruh tubuhnya hangus terbakar. Jasad tersebut ditemukan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Tambun Selatan yang menerima laporan langsung mendatangi […]


    Bagikan:
  • Kunjungan Kerja Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan, Barat dan Tenggara ke Kejaksaan Tinggi

    Perkokoh Penindakan dan Penerimaan Negara, Bea Cukai Kunjungi Kejaksaan Tinggi Sultra

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KENDARI — Dalam upaya mengoptimalkan peran sebagai pelindung masyarakat (community protector) serta pengumpul penerimaan negara (revenue collector), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulbagsel) terus memperkuat kolaborasi antarlembaga penegak hukum. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja dan audiensi jajaran pimpinan Kanwil DJBC Sulbagsel ke Kantor Kejaksaan […]


    Bagikan:
  • Rayakan HUT RI ke-81, Festival Puncak Rakyat Karang Taruna Unit 025 Tampilkan Kreativitas Pemuda dan Kepedulian Sosial

    Rayakan HUT RI ke-81, Festival Puncak Rakyat Karang Taruna Unit 025 Tampilkan Kreativitas Pemuda dan Kepedulian Sosial

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Karang Taruna Unit 025 Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, sukses menggelar Festival Puncak Rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 22 Agustus 2026 tersebut berlangsung meriah dan menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus menampilkan berbagai kreativitas. Acara ini juga […]


    Bagikan:
  • Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jabar, Dukung Konferprov 2026

    Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jabar, Dukung Konferprov 2026

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:LiputanHk.com||BANDUNG – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja ke kantor PWI Provinsi Jawa Barat, Senin (10/8/2026). Kunjungan Kabid Humas Polda Jabar tersebut disambut Plt. Ketua PWI Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syukri, bersama jajaran pengurus dan Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026. […]


    Bagikan:
  • Nekat Membacok demi 30 Juta

    Nekat Membacok demi 30 Juta

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Aksi kejahatan jalanan teramat sadis terjadi di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (5/8). Seorang karyawan swasta menjadi korban perampokan bersenjata tajam usai mengambil uang tunai puluhan juta rupiah dari sebuah bank. Rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik pembacokan brutal tersebut mendadak viral dan memicu keresahan warga di media sosial. Tiba-tiba Diserang dan Dibacok […]


    Bagikan:
expand_less