Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP Edukasi Energi Terbarukan dan Hadirkan Smart Light Trap untuk Pengendalian Hama Jagung
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BATANG, LiputanHK.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 36 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengedukasi petani Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, mengenai pemanfaatan energi terbarukan untuk sektor pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan dan menyerahkan Smart Light Trap berbasis energi surya sebagai teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemantauan dan pengendalian hama pada tanaman jagung.
Kegiatan yang berlangsung pada 8 Agustus 2026 itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap energi surya sekaligus memperkenalkan teknologi pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi yang disampaikan Mohammad Thirafi Akmal kepada para petani di Balai Desa Kluwih.
Mahasiswa menjelaskan prinsip kerja sistem energi surya yang digunakan pada Smart Light Trap. Beberapa komponen utama yang diperkenalkan meliputi panel surya, baterai, solar charge controller (SCC), dan lampu ultraviolet (UV).
Panel surya berfungsi mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Selanjutnya, solar charge controller mengatur aliran listrik untuk mengisi baterai. Energi yang tersimpan kemudian digunakan untuk menyalakan lampu UV pada Smart Light Trap.
Melalui edukasi tersebut, petani tidak hanya mengetahui fungsi masing-masing komponen, tetapi juga memahami bagaimana energi matahari dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan di sektor pertanian.
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa Smart Light Trap mengintegrasikan sumber energi terbarukan, sistem penyimpanan energi, dan teknologi perangkap cahaya dalam satu perangkat.
Selain edukasi energi terbarukan, mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP menjelaskan fungsi Smart Light Trap sebagai salah satu pendekatan preventif dalam pengelolaan hama tanaman jagung.
Lampu UV pada alat tersebut digunakan untuk menarik serangga yang memiliki ketertarikan terhadap cahaya. Serangga yang mendekati sumber cahaya kemudian diarahkan menuju mekanisme perangkap.
Teknologi ini diharapkan dapat membantu petani melakukan pemantauan populasi serangga di lahan jagung sekaligus menjadi bagian dari pendekatan pengendalian hama terpadu.
Dengan pemantauan yang lebih baik, petani dapat memperoleh informasi mengenai keberadaan serangga di sekitar lahan sebelum menentukan langkah pengendalian yang diperlukan.
Setelah sosialisasi, mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP menyerahkan Smart Light Trap kepada petani. Kegiatan tersebut turut dihadiri para petani dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Kluwih.
Mahasiswa kemudian melakukan demonstrasi penggunaan alat secara langsung di lahan pertanian jagung.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menunjukkan cara kerja Smart Light Trap sekaligus kembali menjelaskan fungsi panel surya, solar charge controller, baterai, dan lampu UV.
Demonstrasi di lahan bertujuan agar petani dapat melihat langsung penerapan teknologi tersebut sekaligus memahami cara penggunaannya dalam kondisi pertanian sebenarnya.
Salah satu petani jagung Desa Kluwih, Untung, mengapresiasi kegiatan edukasi dan penerapan teknologi yang dilakukan mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan energi surya dan teknologi untuk mendukung kegiatan pertanian.
“Alat ini sangat tepat guna dan banyak serangga yang memang tertarik pada sinar UV.”
Untung berharap Smart Light Trap dapat dimanfaatkan untuk mengetahui keberadaan dan jumlah serangga di sekitar lahan jagung.
Dengan demikian, teknologi tersebut tidak hanya menjadi alat baru bagi petani, tetapi juga dapat membantu proses pemantauan kondisi lahan.
Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sebatas penyerahan alat. Edukasi menjadi bagian penting agar masyarakat memahami prinsip dasar teknologi yang digunakan.
Melalui sosialisasi dan demonstrasi langsung, petani diharapkan mampu mengenali fungsi setiap komponen serta memahami potensi pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan pertanian.
Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur.
Kontribusi terhadap SDG 7 diwujudkan melalui pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan untuk mengoperasikan Smart Light Trap.
Sementara itu, penerapan Smart Light Trap sebagai teknologi tepat guna untuk membantu pemantauan dan pengendalian hama tanaman jagung menjadi bagian dari penerapan inovasi yang sejalan dengan SDG 9.
Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP berharap masyarakat Desa Kluwih dapat terus memanfaatkan dan mengembangkan Smart Light Trap sesuai kebutuhan di lapangan.
Integrasi energi surya dan teknologi pertanian diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap teknologi tepat guna sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan secara berkelanjutan.
Program tersebut menjadi contoh bahwa edukasi energi terbarukan tidak hanya dapat dilakukan dalam konteks rumah tangga atau lingkungan, tetapi juga dapat diterapkan untuk mendukung sektor pertanian.
Penulis: Mohammad Thirafi Akmal
(Ferry)
- Penulis: LiputanHK admin
