Breaking News
light_mode
Populer

Babeh HK Damin Sada Soroti Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Kades: Jangan Rakus Jadi Pemimpin

  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

BEKASI — Tokoh Jawara Bekasi sekaligus Ketua Umum Jajaka (Jawara Jaga Kampung), Babeh HK Damin Sada, menyoroti kemungkinan munculnya kembali wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa yang masa jabatannya akan berakhir pada 2027.

Pernyataan tersebut disampaikan Babeh HK Damin Sada melalui video pribadinya, (12/9/2026). Ia mengaku khawatir apabila wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa nantinya berkembang menjadi kepentingan politik antara kepala desa, pemerintah, maupun DPR RI.

Menurutnya, pola saling membutuhkan antara pemegang kekuasaan dan kepala desa berpotensi menimbulkan apa yang ia sebut sebagai “politik sandera-menyandera”.

“Politik sandera-menyandera yang pernah dilakukan pada zaman rezim Jokodok, sepertinya akan diulang kembali di rezim ini,” ujar Babeh HK Damin Sada dalam video tersebut.

Ia menilai, apabila kepala desa membutuhkan perpanjangan masa jabatan, sementara pemerintah membutuhkan dukungan politik di tingkat bawah, maka kondisi tersebut dapat menciptakan hubungan kepentingan yang saling menguntungkan.

“Karena saling membutuhkan, kepala desa butuh perpanjangan, pemerintah sekarang perlu dukungan, DPR RI juga perlu dukungan dari kepala desa agar suara tidak hilang,” katanya.

Namun, Babeh HK Damin Sada menegaskan bahwa pandangan tersebut merupakan kekhawatiran dan penilaiannya terhadap kemungkinan dinamika politik ke depan.

Mantan Kepala Desa Dua Periode

Babeh HK Damin Sada juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan mantan kepala desa yang pernah menjabat selama dua periode.

Berdasarkan pengalamannya tersebut, ia mengatakan bahwa menjadi kepala desa bukanlah pekerjaan ringan, terlebih apabila seorang pemimpin benar-benar menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat secara amanah.

“Jangankan menambah, sebetulnya satu periode saja kalau kita menjadi kepala desa dan bertanggung jawab kepada masyarakat itu berat,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan apabila ada kepala desa yang telah menjabat dua periode tetapi masih menginginkan tambahan masa jabatan, bahkan berharap dapat kembali menduduki posisi tertentu setelah masa jabatannya berakhir.

“Bahkan dikasih gratis ingin menjadi PJ (Penjabat). Jadi betapa rakusnya kepala desa seperti ini,” kata Babeh HK Damin Sada.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan alasan apabila pemerintah daerah harus memperpanjang masa jabatan kepala desa dengan dalih tidak adanya atau tidak cukupnya sumber daya untuk mengisi posisi penjabat.

Menurutnya, apabila suatu desa membutuhkan penjabat kepala desa, terdapat perangkat desa yang dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku, seperti sekretaris desa maupun kepala urusan pemerintahan.

“Kalau memang diadakan PJ, jadi bohong menurut saya kalau dari Pemda itu tidak ada atau tidak cukup untuk menjadi PJ. Aturannya, PJ itu bisa dari Sekdes sebenarnya atau Kaur Pemerintahan. Tidak harus kepala desa yang minta nambah waktu,” ujarnya.

Babeh HK Damin Sada kemudian mengingatkan para kepala desa agar tidak menjadikan jabatan sebagai sesuatu yang harus dipertahankan tanpa batas.

Ia meminta para kepala desa untuk menyadari bahwa jabatan merupakan amanah dan pada akhirnya akan berakhir.

“Harapan saya, sadar diri. Jabatan itu tidak dibawa mati. Syukur kalau pas sedang menjabat amanah. Kalau tidak amanah, untuk apa diperpanjang, malah menambah dosa,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan pesan kepada para kepala desa agar tidak menjadikan kekuasaan sebagai tujuan utama.

“Harus sadar nih kepala desa. Jangan rakus jadi pemimpin,” pungkas Babeh HK Damin Sada.

LiputanHk.com menempatkan pernyataan tersebut sebagai pandangan pribadi Babeh HK Damin Sada. Wacana mengenai masa jabatan kepala desa, mekanisme penjabat, maupun kebijakan perpanjangan masa jabatan tetap perlu merujuk pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan resmi pemerintah yang berlaku.


Bagikan:
  • Penulis: Danu

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asep Dilantik, Babeh Damin Sada: Bupati Perlu Orang Gede!

    Asep Dilantik, Babeh Damin Sada: Bupati Perlu Orang Gede!

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — dr. Asep Surya Atmaja resmi dilantik menjadi Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030 oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (23/10/2026). Momentum ini menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk tokoh Jawara Betawi sekaligus Ketua Umum Jawara Jaga Kampung (JAJAKA), Babeh Damin Sada. Babeh Damin Sada menyampaikan pesan tentang […]


    Bagikan:
  • Operasional Bandara Halim Perdanakusuma Ditutup hingga Senin Pagi akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

    Operasional Bandara Halim Perdanakusuma Ditutup hingga Senin Pagi akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Operasional Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kembali ditutup sementara hingga Senin (7/9/2026) pukul 08.59 WIB. Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan menyusul temuan sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. General Manager Operasional Bandara Halim Perdanakusuma, Kolonel Pnb Ali Sudibyo, membenarkan adanya perpanjangan penutupan operasional tersebut. “Masih closed (operasional bandara masih ditutup) sampai […]


    Bagikan:
  • Tak Terduga! Ribuan Massa Membeludak di Kampanye Jorro Nomor 2, Stadion Kedung Jaya Dipenuhi Lautan Putih-Biru

    Tak Terduga! Ribuan Massa Membeludak di Kampanye Jorro Nomor 2, Stadion Kedung Jaya Dipenuhi Lautan Putih-Biru

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Pemandangan tak biasa terlihat dalam kampanye pasangan calon Kepala Desa Kedung Jaya, Jorro (Johari–Rohiman), nomor urut 2, Selasa (15/9/2026). Ribuan massa memadati Stadion Kedung Jaya, Villa Gading Harapan 3, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Membeludaknya massa membuat kawasan sekitar lokasi kampanye dipenuhi simpatisan yang mayoritas mengenakan atribut berwarna putih dan biru. Dari kejauhan, lautan […]


    Bagikan:
  • Ada Andri Terpilih sebagai Kepala Desa Sukamahi Periode 2026–2034

    Ada Andri Terpilih sebagai Kepala Desa Sukamahi Periode 2026–2034

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:CIKARANG PUSAT — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, resmi berakhir dengan terpilihnya Ada Andri sebagai Kepala Desa Sukamahi untuk masa bakti 2026–2034. Terpilihnya Ada Andri mendapat sambutan hangat serta ucapan selamat dari berbagai elemen masyarakat dan instansi setempat. Hasil pemilihan tersebut menjadi awal baru bagi Pemerintah Desa Sukamahi dalam menjalankan […]


    Bagikan:
  • Paripurna Penetapan Bupati Definitif Segera Digelar, DPRD Kabupaten Bekasi Tunggu Kemendagri

    Paripurna Penetapan Bupati Definitif Segera Digelar, DPRD Kabupaten Bekasi Tunggu Kemendagri

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KABUPATEN BEKASI, LIPUTANHK.COM – DPRD Kabupaten Bekasi masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait status definitif Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja. Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron Anas, mengatakan informasi dari Kemendagri nantinya akan diteruskan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelum disampaikan kepada DPRD Kabupaten Bekasi. “DPRD Kabupaten Bekasi masih menunggu […]


    Bagikan:
  • Dirut BUMDes Kedung Jaya Sebut 14 Kambing Dititipkan, 63 Ekor Belum Dibayar Mitra, Warga Pertanyakan Tata Kelola dan Akuntabilitas

    Dirut BUMDes Kedung Jaya Sebut 14 Kambing Dititipkan, 63 Ekor Belum Dibayar Mitra, Warga Pertanyakan Tata Kelola dan Akuntabilitas

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Pernyataan Direktur Utama (Dirut) BUMDes Kedung Jaya Erwin Mahendra, dalam audiensi di aula kantor kepala desa Kedung Jaya pada Sabtu (29/8/2026), terkait pengelolaan usaha peternakan justru memunculkan sejumlah pertanyaan baru dari masyarakat. Dalam pemaparannya, Dirut BUMDes Kedung Jaya menyebut masih terdapat 14 ekor kambing yang menjadi bagian dari usaha BUMDes. Namun, kambing tersebut […]


    Bagikan:
expand_less