Breaking News
light_mode
Populer

5 Mahasiswa Unpam Gugat Pasal Santet, Hakim MK Bertanya: “Anda Punya Kekuatan Gaib?”

  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

JAKARTA — Lima mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Uji materi tersebut berkaitan dengan ketentuan mengenai santet atau pernyataan memiliki kekuatan gaib sebagaimana diatur dalam Pasal 252 ayat (1) KUHP.

Kelima mahasiswa yang menjadi pemohon adalah Andika Firmanta Sitepu, Reka Violyta Priti Sari, Bambang Sujatmiko, Ayu Novalia Sundari, dan Audia Rahman.

Gugat Frasa “Memberikan Harapan”

Dalam permohonannya, para pemohon mempersoalkan frasa “memberikan harapan” yang terdapat dalam Pasal 252 ayat (1) KUHP.

Pasal tersebut mengatur:

“Setiap orang yang menyatakan dirinya memiliki kekuatan gaib, memberitahukan, memberikan harapan, menawarkan, atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain, yang menimbulkan penderitaan, sakit, atau kematian seseorang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V.”

Para pemohon menilai frasa “memberikan harapan” berpotensi menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda dalam penerapannya.

Menurut mereka, kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi penafsiran yang dianggap sewenang-wenang oleh aparat penegak hukum. Akibatnya, batas antara perbuatan yang dapat dipidana dan yang tidak dapat dipidana dikhawatirkan ditentukan secara berbeda oleh masing-masing aparat atau lembaga penegak hukum.

Hakim MK Pertanyakan Legal Standing Pemohon

Dalam pemeriksaan permohonan, Hakim Konstitusi Saldi Isra kemudian mempertanyakan kedudukan hukum atau legal standing kelima pemohon.

Saldi menjelaskan bahwa ketentuan tersebut pada dasarnya dimaksudkan untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri di tengah masyarakat terhadap seseorang yang menyatakan dirinya memiliki kekuatan gaib.

“Nah makanya tadi saya tanya, anda berlima ini punya kekuatan gaib nggak?” tanya Saldi Isra.

“Tidak yang mulia,” jawab para pemohon.

Saldi kemudian menjelaskan bahwa ketentuan tersebut tidak secara langsung berkaitan dengan para pemohon apabila mereka tidak memiliki atau mengaku memiliki kekuatan gaib.

Menurutnya, persoalan tersebut akan menjadi berbeda apabila para pemohon memang memiliki atau mengaku mempunyai kekuatan gaib dan merasa berpotensi dikriminalisasi akibat keberlakuan pasal tersebut.

“Kalau itu pasal ini tidak menyangkut anda. Kecuali anda punya itu lalu anda nanti takut dikriminalisasi,” lanjut Saldi Isra.

Hakim MK: Legal Standing Harus Kuat

Hakim Konstitusi Liliek Prisbawono Hadi juga menekankan pentingnya legal standing dalam pengajuan uji materi di Mahkamah Konstitusi.

Menurut Liliek, para pemohon harus mampu menjelaskan hubungan antara ketentuan yang diuji dengan kerugian konstitusional yang mereka alami atau berpotensi alami.

“Coba tadi ngaku ‘udah saya dukun pak, selesai’, pak ketua tidak bisa mengelak lagi. Atau mungkin saudara sedang belajar. Jadi harus punya legal standing yang kuat,” kata Liliek.

Pemohon Diberi Kesempatan Memperbaiki Permohonan

Dalam persidangan tersebut, Mahkamah Konstitusi memberikan kesempatan kepada para pemohon untuk menentukan langkah selanjutnya.

Para pemohon dipersilakan memperbaiki permohonan, menarik permohonan, atau tetap melanjutkan permohonan tanpa melakukan perbaikan.

Perkara ini menjadi perhatian karena menyangkut pengujian norma pidana mengenai pernyataan memiliki kekuatan gaib serta batasan penerapan Pasal 252 ayat (1) KUHP.

Perdebatan mengenai frasa “memberikan harapan” juga memperlihatkan pentingnya kejelasan norma hukum agar penerapannya memiliki batas yang dapat dipahami dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda dalam praktik penegakan hukum.


Bagikan:

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDRM Tak Minta Ekstradisi Pilot Malaysia Airlines Pembawa 26 Kg Ekstasi, Pasrah Hukum Mati di Indonesia

    Tergiur Imbalan Rp220 Juta, Pilot Malaysia Airlines Salagunakan ‘Jalur Khusus’ Awak Kabin Demi Selundupkan 25 Kg Ekstasi

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:TANGERANG — Sebuah celah keamanan udara internasional yang memprihatinkan terbongkar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Seorang penerbang aktif dari maskapai internasional terkemuka asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman (39), nekat menyalahgunakan profesi serta fasilitas istimewa yang melekat pada dirinya untuk menjadi perantara bisnis barang haram. Hanya demi imbalan uang tunai sebesar 50.000 ringgit atau sekitar Rp220,55 […]


    Bagikan:
  • Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP Edukasi Energi Terbarukan dan Hadirkan Smart Light Trap untuk Pengendalian Hama Jagung

    Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP Edukasi Energi Terbarukan dan Hadirkan Smart Light Trap untuk Pengendalian Hama Jagung

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BATANG, LiputanHK.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 36 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengedukasi petani Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, mengenai pemanfaatan energi terbarukan untuk sektor pertanian. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan dan menyerahkan Smart Light Trap berbasis energi surya sebagai teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemantauan dan pengendalian hama […]


    Bagikan:
  • Benteng Perlindungan Publik: PWI dan AFPI Perkuat Kapasitas Jurnalisme Hadapi Era Fintek

    Benteng Perlindungan Publik: PWI dan AFPI Perkuat Kapasitas Jurnalisme Hadapi Era Fintek

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik layar ponsel cerdas jutaan rakyat Indonesia, akses keuangan kini hadir hanya dalam hitungan detik. Cukup beberapa kali ketukan layar, dana segar mengalir. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi finansial ini, bayang-bayang misinformasi, jebakan bunga tak masuk akal, hingga teror entitas bodong terus mengintai warga yang minim literasi. Sadar akan besarnya […]


    Bagikan:
  • Kronologi Penjagaan Ketat Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Rp60 Miliar di Bandara Soekarno-Hatta

    Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Rp60 Miliar

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:Pembuntutan Rahasia di Pintu Keberangkatan Terminal 3 Suasana Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis malam (13/8) mendadak dipenuhi ketegangan terselubung. Jarum jam saat itu menunjukkan pukul 23.20 WIB—hanya berselang 30 menit sebelum pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-860 lepas landas menuju Hong Kong. Di sekitar boarding gate 10, puluhan penumpang antre beriringan bersiap […]


    Bagikan:
  • Terbukti Kerja Nyata, Warga Dukung Ada Andri Nomor 3 Lanjutkan Kepemimpinan di Sukamahi

    Terbukti Kerja Nyata, Warga Dukung Ada Andri Nomor 3 Lanjutkan Kepemimpinan di Sukamahi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:SUKAMAHI – Dukungan terhadap Calon Kepala Desa Sukamahi Nomor Urut 3, Ada Andri, disebut terus menguat menjelang Pilkades Sukamahi 2026. Ada Andri bersama calon wakilnya, Iman Sumantri atau yang akrab disapa Toge, menawarkan keberlanjutan pembangunan Desa Sukamahi untuk periode 2026–2034. Menurut tim dan pendukungnya, pasangan tersebut mengandalkan pengalaman Ada Andri pada periode sebelumnya serta sosok Toge […]


    Bagikan:
  • HK Damin Sada Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi ke Jakarta secara Damai dan Tertib

    HK Damin Sada Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi ke Jakarta secara Damai dan Tertib

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Ketua Umum Jawara Jaga Kampung (JAJAKA), HK Damin Sada, mengajak masyarakat dari berbagai daerah yang ingin menyampaikan aspirasi ke Jakarta agar tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian. Menurut HK Damin Sada, menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, masyarakat berhak menyampaikan aspirasi selama dilakukan secara bertanggung jawab dan tetap menghormati ketertiban […]


    Bagikan:
expand_less