Breaking News
light_mode
Populer

Kandang BUMDes Kedung Jaya Sepi, Anggaran Rp407 Juta Jadi Sorotan Warga

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

BABELAN, BEKASI — Kandang ternak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kedung Jaya yang belum lama dibangun justru menyisakan banyak pertanyaan. Anggaran yang disebut mencapai kurang lebih Rp407 juta berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan: kandang terlihat kosong, tidak tampak kambing, pintu terkunci, dan tidak terlihat petugas yang menjaga.

Sorotan publik kini mengarah kepada Direktur Utama (Dirut) BUMDes Kedung Jaya. Bukan semata karena kondisi kandang yang sepi, tetapi juga karena sulitnya mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan program dan penggunaan anggaran tersebut.

Saat awak media mendatangi lokasi BUMDes untuk meminta keterangan, Dirut maupun jajaran internal BUMDes tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp kepada Dirut BUMDes juga belum mendapatkan respons.

Rp407 Juta, Lalu Apa Hasilnya?

Nilai anggaran sekitar Rp407 juta membuat pertanyaan publik semakin beralasan. Masyarakat tentu ingin mengetahui berapa dana yang telah digunakan, untuk apa saja penggunaannya, berapa jumlah ternak yang telah dibeli, bagaimana kondisi aset saat ini, serta berapa pemasukan yang telah dihasilkan.

Sebab, ukuran keberhasilan BUMDes bukan berhenti pada berdirinya bangunan. Yang ditunggu masyarakat adalah aktivitas usaha dan manfaat ekonominya.

Jika kandang masih kosong atau belum beroperasi secara maksimal, publik berhak mendapatkan penjelasan mengenai kendalanya dan target kapan usaha tersebut mulai berjalan.

Pengurus Sendiri Mengaku Tak Mengetahui Detail Keuangan

Redaksi kemudian menghubungi Suhermin, Bidang Sumber Daya Alam (SDA) BUMDes Kedung Jaya.

Suhermin mengaku tidak mengetahui secara detail perkembangan pemasukan maupun pengeluaran BUMDes. Menurutnya, kondisi tersebut justru menunjukkan perlunya keterbukaan informasi di internal organisasi.

Ia mendorong Dirut BUMDes untuk membuka ruang evaluasi bersama seluruh pengurus.

Menurut Suhermin, rapat evaluasi penting sebagai forum untuk menyamakan informasi antara direktur dan jajaran pengurus, terutama menyangkut perkembangan usaha, kondisi keuangan, pemasukan, pengeluaran, serta arah pengelolaan BUMDes.

Namun, menurut keterangannya, ajakan untuk melakukan evaluasi tersebut belum mendapat respons yang diharapkan. Ia menilai Dirut cenderung menutup diri dan tidak cepat merespons ajakan komunikasi internal.

Pernyataan tersebut tentu menjadi persoalan tersendiri. Sebab bagaimana mungkin pengurus dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara optimal jika informasi mengenai perkembangan usaha dan keuangan tidak diketahui secara utuh?

Kandang Sepi, Informasi Pun Sulit Dicari

Hasil pantauan awak media di lokasi semakin mempertegas pertanyaan tersebut.

Pintu kandang dalam keadaan terkunci. Tidak terlihat aktivitas peternakan. Tidak tampak kambing di dalam kandang. Tidak terlihat pula petugas yang berjaga.

Kondisi lingkungan yang sepi dan kurang terawat menimbulkan pertanyaan apakah unit usaha tersebut benar-benar sedang berjalan atau justru belum beroperasi sebagaimana yang diharapkan.

Tentu kondisi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya penyimpangan. Namun, ketika informasi mengenai penggunaan anggaran dan perkembangan usaha juga sulit diperoleh, ruang pertanyaan publik menjadi semakin lebar.

Sewa Lahan Rp50 Juta, Akses Juga Dipersoalkan

Sebelumnya, Dirut BUMDes Erwin Mahendra menyampaikan bahwa lahan sekitar 500 meter persegi yang digunakan sebagai lokasi kandang disewa dengan nilai Rp50 juta untuk lima tahun.

Pemilihan lokasi tersebut juga sempat dipertanyakan warga karena akses menuju kandang dinilai terbatas dan melewati kawasan properti yang masih dalam tahap pembangunan.

Dengan adanya biaya sewa, pembangunan kandang, dan anggaran sekitar Rp407 juta, masyarakat kini membutuhkan penjelasan yang lebih komprehensif.

Bukan hanya soal berapa uang yang telah dikeluarkan, tetapi juga apa hasil yang telah diperoleh BUMDes dari seluruh pengeluaran tersebut.

KOMENTAR PUBLIK: BUMDes Bukan Milik Pribadi

Polemik ini sejatinya bukan sekadar persoalan kandang berisi kambing atau tidak.

BUMDes merupakan instrumen ekonomi desa. Karena itu, masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana usaha tersebut direncanakan, berapa modal yang dikeluarkan, bagaimana pengelolaannya, serta apa kontribusinya terhadap pendapatan dan kesejahteraan desa.

Jika benar terdapat anggaran sekitar Rp407 juta, maka keterbukaan menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban pengelolaan usaha.

Dirut BUMDes semestinya berada di depan ketika masyarakat membutuhkan penjelasan, terutama ketika pertanyaan menyangkut penggunaan anggaran, perkembangan usaha, dan kondisi aset desa.

Apalagi, ketika salah satu pengurus sendiri mengaku tidak mengetahui secara detail perkembangan pemasukan dan pengeluaran BUMDes, kondisi tersebut semestinya menjadi alasan kuat untuk segera dilakukan rapat evaluasi.

Masyarakat tidak sedang meminta sesuatu yang berlebihan.

Mereka hanya ingin mengetahui: uangnya digunakan untuk apa, usahanya sudah sejauh mana, asetnya ada di mana, dan kapan BUMDes benar-benar menghasilkan keuntungan untuk Desa Kedung Jaya?

Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada Dirut BUMDes Kedung Jaya melalui telepon dan WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan belum memperoleh tanggapan.

Pemberitaan ini tetap terbuka untuk hak jawab dan klarifikasi dari Dirut BUMDes, jajaran pengurus, Pemerintah Desa Kedung Jaya, maupun pihak terkait lainnya. (DN)


Bagikan:
  • Penulis: Danu

Rekomendasi Untuk Anda

  • Coba Kelabuhi Petugas Pakai Modus Misdeklarasi, Penyelundupan 5 Harley-Davidson Bekas dan 20 Rangka Asal China Digagalkan Bea Cukai

    Coba Kelabuhi Petugas Pakai Modus Misdeklarasi, Penyelundupan 5 Harley-Davidson Bekas dan 20 Rangka Asal China Digagalkan Bea Cukai

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Benteng pengawasan di pintu masuk utama jalur perdagangan internasional Indonesia kembali membuahkan hasil. Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok berhasil menggagalkan upaya penyelundupan berskala besar berupa armada sepeda motor mewah asal China. Barang bukti yang diamankan meliputi lima unit sepeda motor gede (moge) merek Harley-Davidson bekas dalam kondisi […]


    Bagikan:
  • Nekat Membacok demi 30 Juta

    Nekat Membacok demi 30 Juta

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Aksi kejahatan jalanan teramat sadis terjadi di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (5/8). Seorang karyawan swasta menjadi korban perampokan bersenjata tajam usai mengambil uang tunai puluhan juta rupiah dari sebuah bank. Rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik pembacokan brutal tersebut mendadak viral dan memicu keresahan warga di media sosial. Tiba-tiba Diserang dan Dibacok […]


    Bagikan:
  • Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    Bukan Cuma Sita Aset: Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik pintu tebal rumah-rumah mewah dan deretan tempat usaha yang baru-baru ini digerebek petugas, tersimpan tumpukan bukti fisik yang menyilaukan mata: lembaran valuta asing, seberkas uang tunai, hingga deretan emas batangan murni seberat 74 kilogram. Seluruh temuan megah ini mendadak menjadi sorotan publik lantaran menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]


    Bagikan:
  • Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jabar, Dukung Konferprov 2026

    Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jabar, Dukung Konferprov 2026

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:LiputanHk.com||BANDUNG – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja ke kantor PWI Provinsi Jawa Barat, Senin (10/8/2026). Kunjungan Kabid Humas Polda Jabar tersebut disambut Plt. Ketua PWI Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syukri, bersama jajaran pengurus dan Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026. […]


    Bagikan:
  • Kadisdik Kabupaten Bekasi Tinjau Tiga Sekolah, Pastikan Mutu Pembelajaran dan Kompetensi Guru

    Kadisdik Kabupaten Bekasi Tinjau Tiga Sekolah, Pastikan Mutu Pembelajaran dan Kompetensi Guru

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI – Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi terus memperkuat pengawasan dan pembinaan satuan pendidikan guna memastikan kualitas pembelajaran serta kompetensi tenaga pendidik terus meningkat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan kerja ke tiga satuan pendidikan, yakni SDN Cikedokan 01 Cikarang Barat, SMP Negeri 3 Setu, dan SMP Negeri 1 Setu, pada pekan ini. Kunjungan tersebut […]


    Bagikan:
  • PWI Bekasi Raya Tegaskan Komitmen Dukung Hasil Konferprov PWI Jabar 2026

    PWI Bekasi Raya Tegaskan Komitmen Dukung Hasil Konferprov PWI Jabar 2026

    • calendar_month 2 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BANDUNG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh hasil dan keputusan strategis Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026 yang digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Hotel Horison Ultima, Kota Bandung. Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., hadir bersama jajaran dalam agenda penting organisasi wartawan di Jawa Barat tersebut. […]


    Bagikan:
expand_less