Breaking News
light_mode
Populer

Kandang BUMDes Kedung Jaya Sepi, Anggaran Rp407 Juta Jadi Sorotan Warga

  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

BABELAN, BEKASI — Kandang ternak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kedung Jaya yang belum lama dibangun justru menyisakan banyak pertanyaan. Anggaran yang disebut mencapai kurang lebih Rp407 juta berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan: kandang terlihat kosong, tidak tampak kambing, pintu terkunci, dan tidak terlihat petugas yang menjaga.

Sorotan publik kini mengarah kepada Direktur Utama (Dirut) BUMDes Kedung Jaya. Bukan semata karena kondisi kandang yang sepi, tetapi juga karena sulitnya mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan program dan penggunaan anggaran tersebut.

Saat awak media mendatangi lokasi BUMDes untuk meminta keterangan, Dirut maupun jajaran internal BUMDes tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp kepada Dirut BUMDes juga belum mendapatkan respons.

Rp407 Juta, Lalu Apa Hasilnya?

Nilai anggaran sekitar Rp407 juta membuat pertanyaan publik semakin beralasan. Masyarakat tentu ingin mengetahui berapa dana yang telah digunakan, untuk apa saja penggunaannya, berapa jumlah ternak yang telah dibeli, bagaimana kondisi aset saat ini, serta berapa pemasukan yang telah dihasilkan.

Sebab, ukuran keberhasilan BUMDes bukan berhenti pada berdirinya bangunan. Yang ditunggu masyarakat adalah aktivitas usaha dan manfaat ekonominya.

Jika kandang masih kosong atau belum beroperasi secara maksimal, publik berhak mendapatkan penjelasan mengenai kendalanya dan target kapan usaha tersebut mulai berjalan.

Pengurus Sendiri Mengaku Tak Mengetahui Detail Keuangan

Redaksi kemudian menghubungi Suhermin, Bidang Sumber Daya Alam (SDA) BUMDes Kedung Jaya.

Suhermin mengaku tidak mengetahui secara detail perkembangan pemasukan maupun pengeluaran BUMDes. Menurutnya, kondisi tersebut justru menunjukkan perlunya keterbukaan informasi di internal organisasi.

Ia mendorong Dirut BUMDes untuk membuka ruang evaluasi bersama seluruh pengurus.

Menurut Suhermin, rapat evaluasi penting sebagai forum untuk menyamakan informasi antara direktur dan jajaran pengurus, terutama menyangkut perkembangan usaha, kondisi keuangan, pemasukan, pengeluaran, serta arah pengelolaan BUMDes.

Namun, menurut keterangannya, ajakan untuk melakukan evaluasi tersebut belum mendapat respons yang diharapkan. Ia menilai Dirut cenderung menutup diri dan tidak cepat merespons ajakan komunikasi internal.

Pernyataan tersebut tentu menjadi persoalan tersendiri. Sebab bagaimana mungkin pengurus dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara optimal jika informasi mengenai perkembangan usaha dan keuangan tidak diketahui secara utuh?

Kandang Sepi, Informasi Pun Sulit Dicari

Hasil pantauan awak media di lokasi semakin mempertegas pertanyaan tersebut.

Pintu kandang dalam keadaan terkunci. Tidak terlihat aktivitas peternakan. Tidak tampak kambing di dalam kandang. Tidak terlihat pula petugas yang berjaga.

Kondisi lingkungan yang sepi dan kurang terawat menimbulkan pertanyaan apakah unit usaha tersebut benar-benar sedang berjalan atau justru belum beroperasi sebagaimana yang diharapkan.

Tentu kondisi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya penyimpangan. Namun, ketika informasi mengenai penggunaan anggaran dan perkembangan usaha juga sulit diperoleh, ruang pertanyaan publik menjadi semakin lebar.

Sewa Lahan Rp50 Juta, Akses Juga Dipersoalkan

Sebelumnya, Dirut BUMDes Erwin Mahendra menyampaikan bahwa lahan sekitar 500 meter persegi yang digunakan sebagai lokasi kandang disewa dengan nilai Rp50 juta untuk lima tahun.

Pemilihan lokasi tersebut juga sempat dipertanyakan warga karena akses menuju kandang dinilai terbatas dan melewati kawasan properti yang masih dalam tahap pembangunan.

Dengan adanya biaya sewa, pembangunan kandang, dan anggaran sekitar Rp407 juta, masyarakat kini membutuhkan penjelasan yang lebih komprehensif.

Bukan hanya soal berapa uang yang telah dikeluarkan, tetapi juga apa hasil yang telah diperoleh BUMDes dari seluruh pengeluaran tersebut.

KOMENTAR PUBLIK: BUMDes Bukan Milik Pribadi

Polemik ini sejatinya bukan sekadar persoalan kandang berisi kambing atau tidak.

BUMDes merupakan instrumen ekonomi desa. Karena itu, masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana usaha tersebut direncanakan, berapa modal yang dikeluarkan, bagaimana pengelolaannya, serta apa kontribusinya terhadap pendapatan dan kesejahteraan desa.

Jika benar terdapat anggaran sekitar Rp407 juta, maka keterbukaan menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban pengelolaan usaha.

Dirut BUMDes semestinya berada di depan ketika masyarakat membutuhkan penjelasan, terutama ketika pertanyaan menyangkut penggunaan anggaran, perkembangan usaha, dan kondisi aset desa.

Apalagi, ketika salah satu pengurus sendiri mengaku tidak mengetahui secara detail perkembangan pemasukan dan pengeluaran BUMDes, kondisi tersebut semestinya menjadi alasan kuat untuk segera dilakukan rapat evaluasi.

Masyarakat tidak sedang meminta sesuatu yang berlebihan.

Mereka hanya ingin mengetahui: uangnya digunakan untuk apa, usahanya sudah sejauh mana, asetnya ada di mana, dan kapan BUMDes benar-benar menghasilkan keuntungan untuk Desa Kedung Jaya?

Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada Dirut BUMDes Kedung Jaya melalui telepon dan WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan belum memperoleh tanggapan.

Pemberitaan ini tetap terbuka untuk hak jawab dan klarifikasi dari Dirut BUMDes, jajaran pengurus, Pemerintah Desa Kedung Jaya, maupun pihak terkait lainnya. (DN)


Bagikan:
  • Penulis: Danu

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketum PWI Pusat Akhmad Munir Lantik Pengurus PWI Surakarta Masa Bakti 2026–2031

    Ketum PWI Pusat Akhmad Munir Lantik Pengurus PWI Surakarta Masa Bakti 2026–2031

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:SURAKARTA — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, resmi melantik jajaran pengurus PWI Surakarta masa bakti 2026–2031. Pelantikan berlangsung di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (12/9/2026) malam. Dalam kepengurusan baru tersebut, Sri Hartanto dipercaya memimpin PWI Surakarta. Wilayah kerja PWI Surakarta mencakup Solo Raya, yakni Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, […]


    Bagikan:
  • Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Musnahkan Barang Rp46 M

    Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Musnahkan Barang Rp46 M

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:MAKASSAR — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Makassar kembali menunjukkan komitmen tegasnya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat dari peredaran barang terlarang. Sepanjang periode awal 2025 hingga Juli 2026, instansi ini mencatat sebanyak 123 penindakan terhadap barang kena cukai (BKC) ilegal serta berbagai pelanggaran kepabeanan lainnya. […]


    Bagikan:
  • DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat 15 Desember 2026

    DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat 15 Desember 2026

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menargetkan penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset paling lambat pada 15 Desember 2026. Target tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-3 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, Kamis (27/8/2026). Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman melaporkan perkembangan pembahasan RUU Perampasan Aset. Usai rapat paripurna, […]


    Bagikan:
  • Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP Edukasi Energi Terbarukan dan Hadirkan Smart Light Trap untuk Pengendalian Hama Jagung

    Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP Edukasi Energi Terbarukan dan Hadirkan Smart Light Trap untuk Pengendalian Hama Jagung

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BATANG, LiputanHK.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 36 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengedukasi petani Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, mengenai pemanfaatan energi terbarukan untuk sektor pertanian. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan dan menyerahkan Smart Light Trap berbasis energi surya sebagai teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemantauan dan pengendalian hama […]


    Bagikan:
  • Apakah Gempa Bumi Tanda Kiamat? Ini Penjelasan dalam Perspektif Islam dan Sains

    Apakah Gempa Bumi Tanda Kiamat? Ini Penjelasan dalam Perspektif Islam dan Sains

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:LiputanHk.com — Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang kerap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Selain karena dapat menyebabkan kerusakan dan korban jiwa, gempa juga sering dikaitkan dengan tanda-tanda datangnya Hari Kiamat. Lantas, apakah setiap gempa bumi merupakan tanda Kiamat? Dalam perspektif Islam, banyaknya gempa bumi memang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW sebagai […]


    Bagikan:
  • Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    Bukan Cuma Sita Aset: Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik pintu tebal rumah-rumah mewah dan deretan tempat usaha yang baru-baru ini digerebek petugas, tersimpan tumpukan bukti fisik yang menyilaukan mata: lembaran valuta asing, seberkas uang tunai, hingga deretan emas batangan murni seberat 74 kilogram. Seluruh temuan megah ini mendadak menjadi sorotan publik lantaran menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]


    Bagikan:
expand_less