Ketum PWI Pusat Akhmad Munir Lantik Pengurus PWI Surakarta Masa Bakti 2026–2031
- calendar_month 18 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURAKARTA — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, resmi melantik jajaran pengurus PWI Surakarta masa bakti 2026–2031. Pelantikan berlangsung di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (12/9/2026) malam.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Sri Hartanto dipercaya memimpin PWI Surakarta. Wilayah kerja PWI Surakarta mencakup Solo Raya, yakni Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Klaten, dan Boyolali.
Pelantikan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah serta Forkopimda se-Solo Raya.
Dalam arahannya, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengingatkan kembali posisi strategis PWI Surakarta dalam sejarah pers nasional.
PWI lahir di Kota Solo pada 9 Februari 1946 melalui pertemuan para wartawan pejuang yang bersatu mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional.
Menurut Munir, sejarah panjang tersebut menjadi tanggung jawab bagi PWI Surakarta untuk terus berperan menghadapi perkembangan dunia pers. Tantangan pers saat ini, kata dia, berbeda dengan masa lalu karena derasnya arus informasi digital.
“Jika pada masa lalu wartawan menghadapi tantangan untuk menyampaikan kisah perjuangan bangsa, kini tantangannya berkembang seiring derasnya arus informasi digital,” ujar Munir.
Ia menambahkan, pers dituntut membantu masyarakat agar semakin cerdas dalam menerima informasi. Wartawan juga memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memilah informasi yang benar di tengah maraknya berita palsu, disinformasi, dan teknologi deepfake.
“Dan juga mampu memilah informasi yang benar di tengah maraknya berita palsu, disinformasi, dan teknologi deepfake,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Surakarta Sri Hartanto mengatakan pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat marwah dan kehormatan profesi wartawan di tengah disrupsi media dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Sri Hartanto menilai informasi saat ini dapat menyebar dalam hitungan detik melalui berbagai platform. Namun, tidak seluruh informasi yang beredar memiliki jaminan kebenaran.
Karena itu, ia menegaskan bahwa kecepatan dalam menyampaikan berita tidak boleh mengorbankan akurasi.
Popularitas, lanjutnya, juga tidak boleh menggeser kebenaran. Begitu pula kepentingan sesaat tidak boleh mengalahkan integritas profesi jurnalistik.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyambut baik komitmen pengurus baru PWI Surakarta tersebut. Ia mendorong wartawan terus menghadirkan informasi yang berkualitas, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Respati, pers memiliki peran strategis dalam membangun ruang publik yang sehat, mencerdaskan masyarakat, serta mengawal transparansi pemerintahan.
Pers juga dinilai memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
- Penulis: Danu

