Erupsi Gunung Anak Krakatau, Harga Masker di E-Commerce Naik hingga 10 Kali Lipat
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat masker kembali banyak diburu masyarakat. Masker menjadi salah satu perlengkapan yang dicari warga untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik.
Namun, di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, sejumlah warga mengeluhkan adanya pedagang yang diduga menaikkan harga masker secara drastis. Bahkan, kenaikan harga disebut mencapai hingga 10 kali lipat dari harga sebelumnya.
Sebagai informasi, sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan menjangkau sejumlah wilayah. Di antaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu.
Warganet Keluhkan Harga Masker Naik Drastis
Keluhan mengenai kenaikan harga masker ramai disampaikan warganet di media sosial. Salah satunya datang dari akun Threads @bape***.
Warganet tersebut mengaku pesanannya dibatalkan oleh penjual setelah melakukan checkout. Alasannya, harga masker disebut mengalami kenaikan.
“Semalem gw checkout trs td pagi dicancel katanya NAIK HARGA pas liat harga barunya bener2 naik 10x lipet gw doain debu dirumahlu muter terus ya!????!!!”
Keluhan serupa disampaikan warganet lainnya yang mengaku harus membeli masker KF95 dan KF94 untuk melindungi diri dari paparan abu dan asap.
“Sebagai golongan yang rentan dengan abu dan asap. Hari ini aku langsung buka e-commerce buat checkout masker yg KF95 1 pack, yg KF94 2 pack. Pas mau aku payment ada notifikasi kalau salah satu produk ada perubahan.”
Ia kemudian mengecek kembali harga produk tersebut dan menemukan adanya kenaikan.
“Ternyata yg berubah Harga Masker KF95. Langsung naik hampir 100% dari harga awal.”
Warga Depok Mengaku Pesanan Masker Dibatalkan
Kenaikan harga masker secara tiba-tiba juga dirasakan Tamara (31), warga Depok.
Tamara mengaku pesanan masker yang telah ia checkout melalui toko online dibatalkan sepihak oleh penjual. Masker tersebut merupakan jenis KN95 untuk orang dewasa dan anak-anak.
“Masker yang saya checkout tadi malam jenisnya KN95 untuk dewasa dan untuk anak. Ya, harga tersebut dari toko yang sama kurang lebih naik menjadi 10x lipat. Semula harga satuan Rp1.650 setelah dicancel berubah menjadi Rp16.500 per pcs,” kata Tamara saat dihubungi detikcom, Senin (7/9/2026).
Tamara memang membeli masker tersebut untuk melindungi dirinya dan keluarga dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pembelian dilakukan setelah adanya imbauan agar masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Masih Ada Pedagang yang Menjual dengan Harga Normal
Meski menemukan adanya kenaikan harga, Tamara mengatakan masih ada pedagang lain yang menjual masker dengan harga normal.
Ia akhirnya membeli kembali masker dari toko berbeda.
“Saya memutuskan untuk membeli kembali dengan harga normal di toko berbeda dengan harga Rp17.000/1 pack (isi 10 pcs) dan masker cadangan di minimarket seharga Rp11.700/pack (isi 5),” ujarnya.
Menurut Tamara, sebelum terjadi peningkatan permintaan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, harga masker jenis KF94 dan KN95 di sejumlah e-commerce masih relatif terjangkau.
“Sejauh penglihatan saya di e-commerce dari zaman COVID-19, masker termurah jenis KF94 dan KN95 memiliki kisaran harga Rp12.000-Rp17.000 per pack (merek Mouson). Tapi per hari ini (Minggu 6/9), di e-commerce dan di beberapa apotek kecil sudah membanderol harga menjadi Rp16.000 dan Rp17.000 per pcs,” lanjutnya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus lebih cermat ketika membeli masker. Warga disarankan membandingkan harga dari beberapa toko dan memastikan harga sebelum melakukan pembayaran.
Di tengah kondisi darurat akibat sebaran abu vulkanik, kebutuhan terhadap masker seharusnya dapat dipenuhi dengan harga yang wajar. Masyarakat juga diimbau tidak panik dan tetap mengikuti informasi serta arahan dari pemerintah dan instansi terkait.
- Penulis: Alung
