Breaking News
light_mode
Populer

PERANGKAT DESA MAJU PILKADES: KAPAN WAJIB CUTI DAN MUNDUR?

  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

Oleh: Danu Ubaidillah
Pemerhati Kebijakan Publik / Jurnalis Indonesia

LiputanHk.com,BEKASI – Menjelang Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026, masyarakat perlu memahami posisi perangkat desa yang ikut dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa.

Hal ini penting agar tidak terjadi salah persepsi antara perangkat desa yang mencalonkan diri, dengan perangkat desa yang sekadar memiliki pilihan atau memberikan dukungan kepada calon tertentu.

Dalam PP Nomor 16 Tahun 2026, khususnya Pasal 42, ketentuannya cukup jelas. Perangkat desa yang mencalonkan diri dalam pemilihan Kepala Desa wajib mengajukan cuti kepada Kepala Desa sejak terdaftar sebagai bakal calon Kepala Desa.

Kemudian, apabila yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai calon Kepala Desa, maka wajib mengundurkan diri dari jabatan perangkat desa.

Dengan demikian, sederhananya:

Terdaftar sebagai bakal calon → wajib cuti.
Ditetapkan sebagai calon Kepala Desa → wajib mengundurkan diri.

Ketentuan tersebut perlu dipahami masyarakat agar tidak terjadi perdebatan hanya berdasarkan informasi dari media sosial atau deklarasi politik.

Namun, perlu dibedakan dengan perangkat desa yang tidak mencalonkan diri, tetapi memberikan dukungan kepada calon tertentu. Dukungan politik secara pribadi tidak serta-merta dapat disamakan dengan status sebagai calon Kepala Desa.

Persoalan menjadi berbeda apabila jabatan, kewenangan, fasilitas, data, maupun sumber daya pemerintahan desa digunakan untuk menguntungkan calon tertentu. Dalam konteks ini, yang harus diperiksa bukan hanya siapa yang didukung, tetapi apakah kewenangan jabatan digunakan untuk kepentingan kontestasi.

Karena itu, masyarakat perlu mengedepankan fakta, dokumen, status resmi dalam tahapan Pilkades, dan aturan yang berlaku, bukan sekadar foto, video, deklarasi, atau kabar yang beredar.

Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar. Yang tidak boleh adalah apabila perbedaan pilihan berubah menjadi konflik antarwarga atau mengganggu profesionalitas pemerintahan desa.

Masyarakat berhak bertanya. Perangkat desa wajib memahami batas kewenangannya. Panitia dan pemerintah daerah berkewajiban memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan.

Pada akhirnya, demokrasi bukan sekadar persoalan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi juga menyangkut bagaimana prosesnya berlangsung secara tertib, transparan, adil, dan sesuai hukum.

Periksa aturannya. Periksa statusnya. Periksa faktanya. Baru kemudian menyimpulkan.

Danu Ubaidillah
Pemerhati Kebijakan Publik / Jurnalis Indonesia

Catatan: Tulisan ini merupakan edukasi publik dan tidak dimaksudkan untuk menuduh pihak atau individu tertentu. Setiap dugaan pelanggaran harus dibuktikan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.


Bagikan:
  • Penulis: Danu

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benteng Perlindungan Publik: PWI dan AFPI Perkuat Kapasitas Jurnalisme Hadapi Era Fintek

    Benteng Perlindungan Publik: PWI dan AFPI Perkuat Kapasitas Jurnalisme Hadapi Era Fintek

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik layar ponsel cerdas jutaan rakyat Indonesia, akses keuangan kini hadir hanya dalam hitungan detik. Cukup beberapa kali ketukan layar, dana segar mengalir. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi finansial ini, bayang-bayang misinformasi, jebakan bunga tak masuk akal, hingga teror entitas bodong terus mengintai warga yang minim literasi. Sadar akan besarnya […]


    Bagikan:
  • PDRM Tak Minta Ekstradisi Pilot Malaysia Airlines Pembawa 26 Kg Ekstasi, Pasrah Hukum Mati di Indonesia

    Tergiur Imbalan Rp220 Juta, Pilot Malaysia Airlines Salagunakan ‘Jalur Khusus’ Awak Kabin Demi Selundupkan 25 Kg Ekstasi

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:TANGERANG — Sebuah celah keamanan udara internasional yang memprihatinkan terbongkar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Seorang penerbang aktif dari maskapai internasional terkemuka asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman (39), nekat menyalahgunakan profesi serta fasilitas istimewa yang melekat pada dirinya untuk menjadi perantara bisnis barang haram. Hanya demi imbalan uang tunai sebesar 50.000 ringgit atau sekitar Rp220,55 […]


    Bagikan:
  • Satu Persatu Borok Lapas Cibinong Terbongkar

    Satu Persatu Borok Lapas Cibinong Terbongkar

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BOGOR — Temuan Ombudsman Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak berhenti pada fasilitas mewah yang ditemukan di area belakang lapas. Satu per satu kejanggalan lain diungkap Ombudsman setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu, 23 September 2026. Sebelumnya, Ombudsman menemukan sejumlah hunian dengan fasilitas yang dinilai tidak […]


    Bagikan:
  • Kapolri Rotasi Jabatan Strategis, 19 Kapolda Berganti

    Kapolri Rotasi Jabatan Strategis, 19 Kapolda Berganti

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA, LIPUTANHK.COM – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan rotasi sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri. Sebanyak 19 posisi Kapolda mengalami pergantian berdasarkan Surat Telegram (ST) Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Rotasi tersebut juga tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor Kep/1532/X/2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri. “Sehubungan dengan referensi di […]


    Bagikan:
  • Audiensi BUMDes Kedung Jaya Memanas, Warga Desak Transparansi Pengelolaan Rp407 Juta: Mitra Disebut Belum Serahkan 55 Ekor Kambing

    Audiensi BUMDes Kedung Jaya Memanas, Warga Desak Transparansi Pengelolaan Rp407 Juta: Mitra Disebut Belum Serahkan 55 Ekor Kambing

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:  BEKASI — Polemik pengelolaan BUMDes Pelita Makmur Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kembali mencuat. Kondisi kandang ternak yang terlihat kosong tanpa aktivitas menjadi sorotan masyarakat dalam audiensi yang digelar di Aula Balai Desa Kedung Jaya, Sabtu (29/8/2026). Audiensi yang diinisiasi masyarakat yang mengatasnamakan GEMPA (Gerakan Masyarakat Peduli Desa) tersebut dihadiri pengurus BUMDes […]


    Bagikan:
  • Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    Bukan Cuma Sita Aset: Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik pintu tebal rumah-rumah mewah dan deretan tempat usaha yang baru-baru ini digerebek petugas, tersimpan tumpukan bukti fisik yang menyilaukan mata: lembaran valuta asing, seberkas uang tunai, hingga deretan emas batangan murni seberat 74 kilogram. Seluruh temuan megah ini mendadak menjadi sorotan publik lantaran menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]


    Bagikan:
expand_less