Breaking News
light_mode
Populer

Kinerja Gemilang Bea Cukai 2026: Penerimaan Tembus Rp210,2 Triliun

  • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

JAKARTA — Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) kembali mencatatkan tren positif dalam mengawal perekonomian nasional hingga akhir Agustus 2026. Berdasarkan laporan resmi Kementerian Keuangan, total penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai berhasil mencapai Rp210,2 triliun. Angka fantastis ini menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan sebesar 7,8 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp194,9 triliun.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut, menilai pertumbuhan di level 7,8 persen sebagai indikator kesehatan kinerja fiskal yang sangat baik di tengah dinamika perekonomian global maupun domestik yang terus bergerak dinamis sepanjang tahun berjalan.

Rincian Kontributor Utama Penerimaan Bea Cukai

Kinerja positif yang dibukukan oleh institusi bea cukai tersebut ditopang oleh tiga pilar utama komponen penerimaan negara:

  1. Sektor Cukai: Tetap memegang posisi sebagai kontributor terbesar dengan realisasi mencapai Rp148,7 triliun. Penerimaan ini tumbuh secara tahunan sebesar 3,2 persen dibandingkan realisasi pada Agustus 2025 yang berada di angka Rp144 triliun. Kinerja cukai ini didukung oleh intensifikasi aktivitas penindakan di lapangan serta peningkatan volume produksi komoditas resmi seperti rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).
  2. Sektor Bea Masuk: Tercatat memberikan kontribusi sebesar Rp36,4 triliun. Angka ini mengalami lonjakan pertumbuhan sebesar 13 persen dari Rp32,2 triliun pada tahun lalu, yang dipengaruhi oleh tren pertumbuhan volume impor nasional serta dinamika pergerakan nilai tukar mata uang.
  3. Sektor Bea Keluar: Mencatatkan tingkat pertumbuhan paling tinggi di antara seluruh pos penerimaan, yakni melesat hingga 34,4 persen menjadi Rp25,1 triliun dari perolehan sebelumnya yang sebesar Rp18,7 triliun. Lonjakan drastis ini terutama ditopang oleh kenaikan harga komoditas global serta peningkatan volume ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil / CPO) andalan Indonesia.

Ketegasan Pengawasan dan Penindakan Barang Ilegal oleh Bea Cukai

Di samping menjalankan fungsi utama sebagai pengumpul pendapatan negara (revenue collector), jajaran bea cukai terus memperketat fungsi pengawasan demi melindungi masyarakat dari gempuran peredaran barang-barang ilegal yang merugikan perekonomian nasional dan kesehatan publik.

Hingga Agustus 2026, bea cukai mencatat sebanyak 13.151 kali penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah frekuensi penindakan ini meningkat 9,8 persen dibandingkan catatan tahun sebelumnya yang sebanyak 11.979 penindakan. Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sekitar 1,1 miliar batang rokok ilegal—sebuah lonjakan masif hingga 60,2 persen dibandingkan catatan tahun lalu yang menyita sekitar 702 juta batang. Salah satu pengungkapan menonjol tercatat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dengan barang bukti sekitar 8,96 juta batang rokok. Selain itu, penerapan sanksi administratif ultimum remedium turut menyumbang pemasokan denda administratif ke kas negara hingga mencapai Rp94,3 miliar.

Di sektor pemberantasan narkotika, bea cukai juga terus memperketat pengamanan di pos-pos perbatasan negara. Tercatat sebanyak 1,117 kali penindakan narkotika dilakukan hingga Agustus 2026. Meskipun frekuensi penindakan secara kuantitas mengalami penurunan sekitar 7,9 persen dari 1,213 penindakan pada tahun lalu, volume fisik barang bukti yang berhasil dicegah justru merangkak naik 11,2 persen menjadi 11,43 ton, dari sebelumnya 10,28 ton.

Tidak kalah penting, pengawasan ketat terhadap komoditas berharga tinggi seperti emas dan perhiasan emas terus membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data per 14 September 2026, bea cukai telah melaksanakan 74 kali penindakan terhadap kasus penyelundupan emas dengan total barang bukti mencapai sekitar 334,5 kilogram. Barang bukti tersebut terdiri atas 120,2 kilogram emas batangan, 208,6 kilogram perhiasan emas, serta 5,7 kilogram serbuk emas. Dalam salah satu operasi krusial, petugas sukses mengamankan lebih dari 29 kilogram emas yang disimpan di dalam empat koper dengan estimasi nilai mencapai Rp73,3 miliar, serta potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan ditaksir sekitar Rp8,5 miliar.

Komitmen kuat dan konsisten yang ditunjukkan oleh jajaran bea cukai ini diharapkan mampu terus menjaga stabilitas penerimaan anggaran negara sekaligus menciptakan iklim perdagangan yang bersih, adil, dan terlindungi di seluruh wilayah Republik Indonesia.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KCIC Pastikan Operasional Whoosh Jakarta-Bandung Tetap Aman di Tengah Potensi Abu Vulkanik

    KCIC Pastikan Operasional Whoosh Jakarta-Bandung Tetap Aman di Tengah Potensi Abu Vulkanik

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh koridor Jakarta-Bandung tetap berjalan aman dan normal. Pemantauan berlapis dilakukan untuk memitigasi potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Selat Sunda. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pemantauan melibatkan unit operasi, keselamatan, sarana, dan prasarana KCIC. KCIC juga […]


    Bagikan:
  • Badai Suara Sumbang di Tirta Bhagasasi: Ketika Bisikan Pimpinan Memaksa Pena Pegawai Tergores

    Badai Suara Sumbang di Tirta Bhagasasi: Ketika Bisikan Pimpinan Memaksa Pena Pegawai Tergores

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Lorong-lorong kantor Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi belakangan ini tak lagi dihiasi gemericik pembahasan pelayanan air bersih. Keheningan kerja di perusahaan daerah tersebut justru terusik oleh gesekan panas konflik internal. Polemik mosi tidak percaya yang ditujukan kepada sang Direktur Umum kini menggelinding liar, menyisakan keresahan mendalam di benak para pegawai kecil yang terjepit di […]


    Bagikan:
  • Grand Tamansari 5 Residence Hadirkan Hunian Nyaman dan Lingkungan Sehat di Cibarusah

    Grand Tamansari 5 Residence Hadirkan Hunian Nyaman dan Lingkungan Sehat di Cibarusah

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KABUPATEN BEKASI – Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan keceriaan mewarnai kawasan Grand Tamansari 5 Residence, Jalan Cendrawasih, Cibarusah Jaya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/9/2026). Para penghuni perumahan bersama masyarakat sekitar mengikuti kegiatan “September Sehat Ceria” berupa senam bersama. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari warga yang hadir. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini […]


    Bagikan:
  • “Audiensi BUMDes Digelar, Pemdes Kedung Jaya Tak Hadir: Ada Apa?”

    “Audiensi BUMDes Digelar, Pemdes Kedung Jaya Tak Hadir: Ada Apa?”

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Kekecewaan terhadap Pemerintah Desa Kedung Jaya kembali disuarakan warga menyusul ketidakhadiran pihak Pemerintah Desa dalam audiensi masyarakat bersama pengurus BUMDes Pelita Makmur dan BPD, yang membahas polemik pengelolaan BUMDes serta anggaran sekitar Rp407 juta. Audiensi yang digelar pada Sabtu (29/8/2026) tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Forum […]


    Bagikan:
  • Paripurna Penetapan Bupati Definitif Segera Digelar, DPRD Kabupaten Bekasi Tunggu Kemendagri

    Paripurna Penetapan Bupati Definitif Segera Digelar, DPRD Kabupaten Bekasi Tunggu Kemendagri

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KABUPATEN BEKASI, LIPUTANHK.COM – DPRD Kabupaten Bekasi masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait status definitif Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja. Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron Anas, mengatakan informasi dari Kemendagri nantinya akan diteruskan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelum disampaikan kepada DPRD Kabupaten Bekasi. “DPRD Kabupaten Bekasi masih menunggu […]


    Bagikan:
  • Kandang BUMDes Kedung Jaya Sepi, Anggaran Rp407 Juta Jadi Sorotan Warga

    Kandang BUMDes Kedung Jaya Sepi, Anggaran Rp407 Juta Jadi Sorotan Warga

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BABELAN, BEKASI — Kandang ternak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kedung Jaya yang belum lama dibangun justru menyisakan banyak pertanyaan. Anggaran yang disebut mencapai kurang lebih Rp407 juta berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan: kandang terlihat kosong, tidak tampak kambing, pintu terkunci, dan tidak terlihat petugas yang menjaga. Sorotan publik kini mengarah kepada Direktur Utama […]


    Bagikan:
expand_less