Dari Obrolan Kursi Warkop ke Kursi Kepala Desa: Ketika Sesuatu yang Mustahil Menjadi Kenyataan
- calendar_month 7 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Oleh: Danu Ubaidillah (Jurnalis Indonesia)
Ada hal-hal dalam hidup yang dahulu hanya menjadi bahan obrolan, terdengar seperti khayalan, bahkan mungkin dianggap terlalu jauh untuk menjadi kenyataan. Namun, waktu terkadang memiliki cara tersendiri untuk membuktikan bahwa sesuatu yang hari ini terasa mustahil, bukan berarti selamanya tidak mungkin.
Tahun 2018 silam, sebuah obrolan santai pernah berlangsung di antara dua orang yang duduk bersama menikmati waktu. Di sela percakapan, terselip pembicaraan tentang masa depan. Tentang sesuatu yang kala itu belum tentu terjadi, bahkan mungkin hanya dianggap sebagai obrolan ngelantur yang berlalu begitu saja bersama habisnya secangkir kopi.
Tidak ada panggung, tidak ada pidato, apalagi suasana politik yang serius. Hanya percakapan sederhana, yang pada saat itu mungkin tidak pernah terpikir akan menjadi bagian dari sebuah perjalanan panjang.
Namun, siapa sangka, bertahun-tahun kemudian, salah satu nama yang pernah berada dalam percakapan itu benar-benar menjadi Kepala Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Johari.
Sosok yang kini dikenal masyarakat sebagai kepala desa, setelah melewati proses pemilihan kepala desa yang menentukan arah perjalanan politik dan pengabdiannya di tengah masyarakat.
Jika kembali mengingat percakapan pada 2018, ada sesuatu yang terasa menarik untuk direnungkan. Bukan semata-mata tentang siapa yang akhirnya menduduki kursi kepemimpinan, melainkan tentang bagaimana waktu mengubah sesuatu yang dahulu hanya berupa kemungkinan menjadi sebuah kenyataan.
Ketika Masa Depan Masih Menjadi Teka-Teki
Manusia memiliki kebiasaan membicarakan masa depan, tetapi tidak seorang pun benar-benar mengetahui bagaimana masa depan akan berjalan.
Kita bisa merencanakan banyak hal, membayangkan berbagai kemungkinan, bahkan sesekali berbicara tentang sesuatu yang terdengar tidak masuk akal. Namun, kehidupan tidak selalu bergerak sesuai dengan perkiraan manusia.
Ada yang dahulu bercita-cita menjadi pemimpin, tetapi jalannya berbelok ke arah lain. Ada pula yang tidak pernah menyangka akan berada di posisi tertentu, tetapi pada akhirnya justru dipercaya untuk memikul tanggung jawab yang besar.
Di situlah menariknya perjalanan Johari.
Obrolan pada 2018 bukanlah jaminan bahwa suatu hari ia akan menjadi kepala desa. Percakapan itu juga tidak serta-merta menjadi penyebab dari apa yang terjadi hari ini. Namun, ketika kenyataan akhirnya bertemu dengan sesuatu yang pernah dibicarakan pada masa lalu, kita memiliki alasan untuk berhenti sejenak dan merenungkannya.
Barangkali, ada banyak hal yang dahulu hanya berani kita ucapkan dalam percakapan sederhana, tetapi kini telah berubah menjadi bagian dari kehidupan nyata.
Sebab, sesuatu yang belum terjadi bukan berarti tidak akan terjadi. Terkadang, kita hanya belum sampai pada waktu ketika kemungkinan itu menemukan jalannya.
Secangkir Kopi dan Pelajaran tentang Waktu
Kopi memiliki filosofi yang sederhana. Ia tidak langsung memberikan rasa yang utuh dalam satu tegukan. Ada proses, ada perpaduan, dan ada waktu yang membuat setiap orang dapat menikmati rasanya dengan cara masing-masing.
Begitu pula perjalanan hidup.
Apa yang terlihat hari ini tidak selalu menggambarkan seluruh proses yang telah dilalui seseorang. Sebuah jabatan mungkin terlihat sebagai pencapaian yang datang pada satu waktu, tetapi di baliknya terdapat perjalanan, pertemuan, pengalaman, kesempatan, dan berbagai keadaan yang saling berkaitan.
Menjadi kepala desa bukan sekadar tentang berhasil menduduki sebuah kursi. Jabatan itu membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada percakapan yang pernah dibicarakan bertahun-tahun sebelumnya.
Ketika masih menjadi obrolan, masa depan dapat dibayangkan sebebas-bebasnya. Namun, ketika masa depan itu benar-benar menjadi kenyataan, setiap keputusan mulai memiliki konsekuensi.
Masyarakat tidak lagi hanya menunggu cerita tentang apa yang mungkin dilakukan. Mereka menantikan bukti tentang apa yang benar-benar dikerjakan.
Di titik inilah perjalanan Johari memasuki babak yang berbeda.
Jika dahulu masa depan hanya menjadi bahan obrolan, kini masa depan itu berada di hadapan mata dan menuntut pembuktian melalui pengabdian.
Tidak Semua Obrolan Adalah Khayalan
Ada satu hal yang patut kita garis bawahi dari kisah sederhana ini: jangan terlalu cepat menganggap sesuatu yang belum terwujud sebagai sesuatu yang mustahil.
Namun, bukan berarti setiap obrolan akan menjadi kenyataan. Kehidupan tetap memiliki banyak kemungkinan, dan tidak semua harapan berakhir sesuai keinginan.
Yang membuat sebuah kisah menarik bukanlah semata-mata karena sesuatu yang pernah dibicarakan akhirnya terjadi, melainkan karena kenyataan tersebut mengingatkan kita bahwa perjalanan hidup tidak selalu bisa ditebak sejak awal.
Tahun 2018, Johari masih menjadi bagian dari sebuah percakapan tentang masa depan.
Kini, ia telah menjadi Kepala Desa Kedung Jaya.
Jarak antara kedua peristiwa itu mengajarkan bahwa waktu bukan sekadar sesuatu yang berlalu. Waktu juga menjadi saksi perubahan, tempat berbagai kemungkinan bertemu dengan kenyataan.
Dan mungkin, jika suatu hari kembali duduk bersama di meja yang sama, ditemani secangkir kopi, percakapan itu akan terasa berbeda.
Bukan lagi membicarakan sesuatu yang belum tentu terjadi, melainkan mengenang bagaimana sebuah kemungkinan akhirnya menjadi bagian dari sejarah perjalanan hidup.
Tetapi, ada satu pertanyaan yang jauh lebih penting daripada sekadar mengenang masa lalu: setelah sesuatu yang dahulu terasa mustahil itu menjadi kenyataan, apa yang akan dilakukan untuk masa depan?
Sebab, menjadi kepala desa mungkin merupakan jawaban atas sebuah perjalanan panjang. Namun, keberhasilan seorang pemimpin pada akhirnya tidak hanya diukur dari bagaimana ia sampai ke kursi kekuasaan, tetapi juga dari bagaimana ia menjalankan amanah setelah berada di sana.
Kursi kepala desa boleh menjadi kenyataan yang dahulu tak terbayangkan. Namun, meninggalkan jejak kebaikan bagi masyarakat adalah pekerjaan yang harus terus diperjuangkan.
Epilog: Waktu yang Menjawab
Pada akhirnya, kisah ini bukan semata-mata tentang Johari yang kini menjadi kepala desa. Ini juga tentang kehidupan yang sering kali menyimpan kejutan di balik percakapan-percakapan sederhana.
Tentang masa lalu yang pernah kita anggap biasa, tetapi bertahun-tahun kemudian justru menjadi kenangan yang bermakna.
Tentang harapan yang belum memiliki bentuk, kemungkinan yang belum menemukan jalannya, dan waktu yang perlahan memperlihatkan jawabannya.
Tahun 2018, hanya ada obrolan ngopi.
Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana masa depan akan berjalan.
Kini, Johari menjadi Kepala Desa Kedung Jaya.
Dan dari sebuah kenangan sederhana itu, kita belajar satu hal:
“Jangan terburu-buru menertawakan sesuatu yang belum menjadi kenyataan. Sebab, waktu bisa mengubah obrolan menjadi kenangan, kemungkinan menjadi kenyataan, dan seseorang yang dahulu duduk bersama kita menjadi pemimpin bagi masyarakatnya.”
Dulu hanya obrolan ngopi yang terdengar ngelantur, membicarakan masa depan yang belum tentu. Ternyata, tak semua obrolan adalah khayalan.
2018 silam.
- Penulis: Danu
