Belum Duduk di Kursi Kades, Johari Sudah Gerah Lihat Kali! Eceng Gondok Kedung Jaya Siap-Siap Kena Semprot!
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI, LIPUTANHK.COM — Pilkades memang baru saja usai, aroma kemenangan masih terasa, bahkan kursi kepala desa pun belum sempat diduduki secara resmi. Namun, Johari, sosok yang akrab disapa Lurah Gemoy, rupanya sudah tidak sabar ingin membenahi wilayahnya.
Belum juga dilantik sebagai Kepala Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Johari sudah tancap gas. Kali ini, sasaran operasinya adalah eceng gondok yang tumbuh di sepanjang aliran kali wilayah Desa Kedung Jaya.
Tak pakai menunggu musim hujan datang sambil membawa kejutan, Johari memerintahkan tim yang biasa dikenal sebagai ulu-ulu desa untuk melakukan penyemprotan eceng gondok.
Maklum, kalau pekerjaan baru dimulai ketika air sudah meluap, urusannya bisa berubah dari kerja bakti menjadi kerja panik berjamaah!
Musim Hujan Jangan Sampai Bikin Semua Orang Grabak-Grubuk!
Johari mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim penghujan. Menurutnya, pembenahan aliran kali perlu dilakukan lebih awal agar pertumbuhan eceng gondok tidak menghambat aliran air.
“Sebentar lagi musim penghujan. Kalau harus nunggu-nunggu, apalagi nunggu saya dilantik, waduh, khawatir pas musim penghujan tiba kita malah grabak-grubuk. Jadi, ya, lebih cepat lebih bagus. Kalau eceng gondok sudah dimusnahkan, aliran kali lancar jaya,” ujar Johari.
Pernyataan itu seolah menjadi kode keras bahwa urusan desa tidak bisa selalu menunggu seremoni, jadwal pelantikan, atau acara potong pita.
Sebab, hujan tidak pernah bertanya siapa kepala desa yang sudah dilantik. Air tetap turun sesuai waktunya, sementara persoalan lingkungan harus diantisipasi sebelum berubah menjadi masalah.
Baru Seumur Jagung, Semangatnya Jangan Sampai Layu!
Meski belum resmi dilantik, Johari mengaku semangat timnya untuk melakukan pembenahan wilayah tetap membara.
Baginya, kepedulian terhadap masyarakat tidak harus menunggu seseorang duduk di kursi jabatan terlebih dahulu. Persoalan yang bisa diantisipasi sejak awal sebaiknya segera ditangani sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.
“Walaupun terbilang baru seumur jagung, dilantik juga belum, tapi semangat tim kami membara untuk kepedulian kepada masyarakat desa,” ujar Johari.
Langkah tersebut menjadi gambaran awal dari semangat kerja yang ingin dibangun di Desa Kedung Jaya. Bukan sekadar menunggu jabatan resmi melekat, tetapi mulai memperhatikan persoalan lingkungan yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.
Namun, upaya penyemprotan eceng gondok tetap perlu dipastikan menggunakan metode dan bahan yang aman bagi lingkungan perairan. Pasalnya, penanganan gulma air tidak cukup hanya membuat tanaman terlihat mati, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap kualitas air dan kelancaran aliran kali.
Jangan Sampai Eceng Gondok Menang Sebelum Pelantikan!
Kini, perhatian tertuju pada keberlanjutan penanganan eceng gondok di sepanjang aliran kali Kedung Jaya.
Warga tentu berharap langkah awal tersebut bukan sekadar gerakan sesaat menjelang musim penghujan, melainkan menjadi bagian dari pemeliharaan lingkungan desa secara rutin.
Sebab, urusan kali bukan hanya soal tanaman liar yang tumbuh subur. Kebersihan saluran air, pengelolaan sampah, dan pemeliharaan aliran kali juga membutuhkan kerja bersama agar potensi gangguan saat hujan dapat diminimalkan.
Lurah Gemoy boleh saja belum resmi dilantik, tetapi semangatnya sudah lebih dulu turun ke lapangan.
Pesannya sederhana: jangan menunggu air naik baru sibuk mencari jalan keluar. Kalau bisa diantisipasi sekarang, buat apa menunggu besok?
Karena kalau eceng gondok dibiarkan berjaya, jangan sampai warga yang akhirnya dibuat sengsara!
LIPUTANHK.COM — Berita Bekasi, Tajam, Aktual, dan Terpercaya.
- Penulis: Danu
