Breaking News
light_mode
Populer

Benteng Perlindungan Publik: PWI dan AFPI Perkuat Kapasitas Jurnalisme Hadapi Era Fintek

  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

JAKARTA — Di balik layar ponsel cerdas jutaan rakyat Indonesia, akses keuangan kini hadir hanya dalam hitungan detik. Cukup beberapa kali ketukan layar, dana segar mengalir. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi finansial ini, bayang-bayang misinformasi, jebakan bunga tak masuk akal, hingga teror entitas bodong terus mengintai warga yang minim literasi.

Sadar akan besarnya ancaman tersebut, sebuah ruang pertemuan di Hotel Aryaduta Jakarta berubah menjadi kawah candradimuka bagi para insan pers. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bergandengan tangan dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Workshop Jurnalistik bertajuk “Pindar Untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme Untuk Perlindungan Publik”.

Sejak pagi hari, puluhan jurnalis dari berbagai media massa berkumpul. Ruangan dipenuhi diskusi hangat, paparan data yang membuka mata, serta pertukaran pandangan mengenai realitas industri Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (Pindar).

“Perkembangan sektor keuangan digital ini melompat begitu cepat. Jika insan pers tidak dibekali kompetensi yang mumpuni, berita yang dihasilkan bisa saja keliru atau bahkan membingungkan publik. Jurnalisme hari ini harus hadir sebagai alat edukasi dan perlindungan,” ujar Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, di tengah jalannya kegiatan.

Mengurai Kompleksitas Fintek melalui Lensa Edukatif

Selama tujuh jam nonstop, para peserta diajak membedah anatomi industri pendanaan digital secara mendalam. Pelatihan ini dirancang bukan sekadar sebagai forum berbagi informasi biasa, melainkan laboratorium berpikir kritis untuk memperkuat fungsi kontrol sosial media.

Ada tiga pilar utama yang menjadi perhatian dalam forum tersebut:

  1. Membedakan yang Legal dan Ilegal: Jurnalis dibekali kriteria presisi untuk mengidentifikasi penyelenggara pendanaan berbasis teknologi yang terdaftar dan berizin, sehingga publik mendapat panduan terpercaya saat memilih layanan keuangan.

  2. Penyampaian Informasi yang Berimbang: Media diajak meliput industri fintek secara objektif—mengapresiasi perannya dalam mendorong inklusi keuangan nasional, namun tetap kritis terhadap potensi risiko dan pelanggaran hak konsumen.

  3. Mencegah Misinformasi Massal: Di tengah serbuan kabar burung dan tawaran pinjaman bodong di media sosial, pemberitaan pers yang akurat disiapkan menjadi filter utama penghalau berita bohong.

Sinergi demi Ekosistem Digital yang Sehat

Kolaborasi antara PWI dan AFPI ini menjadi cerminan komitmen bersama dalam membangun iklim ekonomi digital yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Kepercayaan publik (public trust) adalah pondasi utama dalam ekosistem fintech, dan kepercayaan itu hanya bisa dirawat apabila masyarakat mendapatkan edukasi yang jujur dari pers.

Melalui workshop deskriptif ini, PWI Pusat dan AFPI kembali menegaskan tekadnya. Pena dan ketikan jurnalis diharapkan tak lagi sebatas melaporkan angka-angka pertumbuhan ekonomi, tetapi benar-benar hadir menjadi panduan, edukator, sekaligus pelindung bagi masyarakat luas di tengah derasnya arus transformasi digital.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kandang BUMDes Kedung Jaya Sepi, Anggaran Rp407 Juta Jadi Sorotan Warga

    Kandang BUMDes Kedung Jaya Sepi, Anggaran Rp407 Juta Jadi Sorotan Warga

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BABELAN, BEKASI — Kandang ternak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kedung Jaya yang belum lama dibangun justru menyisakan banyak pertanyaan. Anggaran yang disebut mencapai kurang lebih Rp407 juta berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan: kandang terlihat kosong, tidak tampak kambing, pintu terkunci, dan tidak terlihat petugas yang menjaga. Sorotan publik kini mengarah kepada Direktur Utama […]


    Bagikan:
  • Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    Bukan Cuma Sita Aset: Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik pintu tebal rumah-rumah mewah dan deretan tempat usaha yang baru-baru ini digerebek petugas, tersimpan tumpukan bukti fisik yang menyilaukan mata: lembaran valuta asing, seberkas uang tunai, hingga deretan emas batangan murni seberat 74 kilogram. Seluruh temuan megah ini mendadak menjadi sorotan publik lantaran menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]


    Bagikan:
  • Kapolda Sultra Terima Audiensi Bea Cukai Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Rokok Ilegal

    Amankan Ekonomi Daerah, Bea Cukai Kendari dan Polda Sultra Siap Sapu Bersih Barang Ilegal

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KENDARI — Langkah konkret untuk menciptakan iklim perdagangan yang bersih serta kondusif terus dimaksimalkan oleh jajaran penegak hukum di Sulawesi Tenggara. Mengingat pesatnya dinamika lalu lintas barang di kawasan pesisir, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (Bea Cukai Kendari) berkolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara guna memperketat pengawasan di pintu-pintu […]


    Bagikan:
  • Audiensi BUMDes Kedung Jaya Memanas, Warga Desak Transparansi Pengelolaan Rp407 Juta: Mitra Disebut Belum Serahkan 55 Ekor Kambing

    Audiensi BUMDes Kedung Jaya Memanas, Warga Desak Transparansi Pengelolaan Rp407 Juta: Mitra Disebut Belum Serahkan 55 Ekor Kambing

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:  BEKASI — Polemik pengelolaan BUMDes Pelita Makmur Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kembali mencuat. Kondisi kandang ternak yang terlihat kosong tanpa aktivitas menjadi sorotan masyarakat dalam audiensi yang digelar di Aula Balai Desa Kedung Jaya, Sabtu (29/8/2026). Audiensi yang diinisiasi masyarakat yang mengatasnamakan GEMPA (Gerakan Masyarakat Peduli Desa) tersebut dihadiri pengurus BUMDes […]


    Bagikan:
  • Kunjungan Kerja Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan, Barat dan Tenggara ke Kejaksaan Tinggi

    Perkokoh Penindakan dan Penerimaan Negara, Bea Cukai Kunjungi Kejaksaan Tinggi Sultra

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KENDARI — Dalam upaya mengoptimalkan peran sebagai pelindung masyarakat (community protector) serta pengumpul penerimaan negara (revenue collector), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulbagsel) terus memperkuat kolaborasi antarlembaga penegak hukum. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja dan audiensi jajaran pimpinan Kanwil DJBC Sulbagsel ke Kantor Kejaksaan […]


    Bagikan:
  • Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP Edukasi Energi Terbarukan dan Hadirkan Smart Light Trap untuk Pengendalian Hama Jagung

    Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP Edukasi Energi Terbarukan dan Hadirkan Smart Light Trap untuk Pengendalian Hama Jagung

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BATANG, LiputanHK.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 36 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengedukasi petani Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, mengenai pemanfaatan energi terbarukan untuk sektor pertanian. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan dan menyerahkan Smart Light Trap berbasis energi surya sebagai teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemantauan dan pengendalian hama […]


    Bagikan:
expand_less