Breaking News
light_mode
Populer

PWI Bekasi Raya Bahas Sinergi Pengawasan Orang Asing di Bekasi

  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

KOTA BEKASI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menggelar Dialog Interaktif yang membahas pelayanan dan pengawasan orang asing di wilayah Bekasi, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula PWI Bekasi Raya tersebut mengusung tema “Harmonisasi Pelayanan dan Pengawasan Orang Asing: Peran Imigrasi, Pengawas Tenaga Kerja, dan Disdukcapil.”

Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, aparat, dunia usaha, masyarakat, dan insan pers. Para peserta membahas pengelolaan keberadaan warga negara asing (WNA) dari sisi keimigrasian, ketenagakerjaan, hingga administrasi kependudukan.

PWI Bekasi Raya Dorong Sinergi Pengawasan WNA

Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin, S.H., mengatakan keberadaan WNA di Bekasi perlu dilihat secara menyeluruh. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keimigrasian.

Aspek ketenagakerjaan, administrasi kependudukan, pelayanan publik, dan pengawasan juga perlu mendapat perhatian.

“Kita tidak ingin melihat persoalan orang asing hanya dari satu perspektif. Ada aspek pelayanan, ada aspek pengawasan, ada ketenagakerjaan, keimigrasian, dan administrasi kependudukan. Karena itu, diperlukan sinergi antarlembaga agar semuanya berjalan dalam koridor aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ade.

Ade menilai perkembangan investasi, industri, dunia usaha, dan mobilitas masyarakat ikut meningkatkan aktivitas WNA di Bekasi.

Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi yang kuat. Pemerintah dan lembaga terkait harus memastikan pelayanan berjalan baik sekaligus menjaga kepatuhan terhadap aturan.

Menurut Ade, pers juga memiliki peran penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Pers bukan hanya memberitakan apa yang terjadi, tetapi juga dapat menjadi jembatan dialog. Kami ingin forum ini menghasilkan pemahaman yang lebih utuh sekaligus mendorong kolaborasi antarinstansi dalam memberikan pelayanan dan melakukan pengawasan,” katanya.

Tiga Perspektif Bahas Orang Asing di Bekasi

Dialog Interaktif PWI Bekasi Raya menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kewenangan berbeda.

Pejabat Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan Madya Helmy H Halim, SE, SH, membahas penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Ia menjelaskan pentingnya memastikan legalitas TKA, kepatuhan perusahaan terhadap aturan ketenagakerjaan, kewajiban alih teknologi, serta perlindungan tenaga kerja lokal.

Dari sektor keimigrasian, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi Anggi Wicaksono, A.Md.Im., S.H., M.A.P., memaparkan mekanisme izin tinggal bagi WNA.

Pembahasan mencakup KITAS, KITAP, pemantauan keberadaan WNA, hingga pengawasan dan penindakan keimigrasian melalui Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA).

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi Dr. Taufiq Rachmat Hidayat, AP., M.Si., yang diwakili Kepala Bidang Fredi, menjelaskan administrasi kependudukan bagi WNA.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi data kependudukan untuk mendukung pelayanan dan pengawasan di daerah.

Ketiga perspektif tersebut saling melengkapi. Pembahasan mencakup seluruh proses pengelolaan keberadaan orang asing, mulai dari legalitas bekerja, izin tinggal, pendataan, hingga pengawasan di lapangan.

Pelayanan dan Pengawasan Harus Seimbang

PWI Bekasi Raya menilai pelayanan dan pengawasan orang asing harus berjalan secara beriringan.

Bekasi memiliki kawasan industri dan aktivitas investasi yang cukup besar. Perdagangan, pendidikan, dunia usaha, serta mobilitas masyarakat juga terus berkembang.

Situasi tersebut membuat keberadaan WNA dan TKA menjadi bagian dari dinamika pembangunan daerah.

Namun, pemerintah tetap harus memastikan setiap aktivitas WNA berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pelayanan kepada WNA dan dunia usaha perlu dilakukan secara transparan dan profesional. Pada saat yang sama, pengawasan harus memastikan aspek legalitas, izin tinggal, ketenagakerjaan, dan administrasi kependudukan terpenuhi.

Integrasi data juga menjadi salah satu faktor penting. Dengan data yang terhubung dan koordinasi yang baik, setiap lembaga dapat memperoleh informasi yang lebih akurat.

Koordinasi tersebut juga dapat membantu mencegah kesenjangan informasi dalam proses pelayanan maupun pengawasan.

PWI Bekasi Raya Dorong Kolaborasi

PWI Bekasi Raya berharap pembahasan mengenai orang asing tidak hanya muncul ketika terjadi persoalan.

Sebaliknya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang utuh mengenai keberadaan WNA dan TKA di wilayah Bekasi.

Karena itu, PWI mendorong dialog publik yang melibatkan pemerintah, aparat, dunia usaha, masyarakat, dan media.

Ade Muksin menegaskan PWI Bekasi Raya akan terus menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai edukasi dan kepentingan publik.

“Harapan kami, dialog ini tidak berhenti sebagai forum diskusi. Ada pemahaman yang bisa dibawa pulang, ada koordinasi yang semakin kuat, dan kalau memungkinkan ada rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi peningkatan pelayanan serta pengawasan di wilayah Bekasi,” tegasnya.

Melalui dialog tersebut, PWI Bekasi Raya berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat dalam mengelola keberadaan orang asing.

Bekasi tetap dapat terbuka terhadap investasi dan mobilitas global. Namun, keterbukaan tersebut harus berjalan bersama penegakan aturan, perlindungan tenaga kerja lokal, tertib administrasi, serta pengawasan WNA.

PWI Bekasi Raya pun menegaskan peran pers tidak sebatas menyampaikan informasi. Pers juga dapat menjadi ruang bertemunya gagasan, kepentingan publik, dan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.

(DN)


Bagikan:
  • Penulis: Danu

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWI Bekasi Raya Tegaskan Komitmen Dukung Hasil Konferprov PWI Jabar 2026

    PWI Bekasi Raya Tegaskan Komitmen Dukung Hasil Konferprov PWI Jabar 2026

    • calendar_month 2 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BANDUNG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh hasil dan keputusan strategis Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026 yang digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Hotel Horison Ultima, Kota Bandung. Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., hadir bersama jajaran dalam agenda penting organisasi wartawan di Jawa Barat tersebut. […]


    Bagikan:
  • PERANGKAT DESA MAJU PILKADES: KAPAN WAJIB CUTI DAN MUNDUR?

    PERANGKAT DESA MAJU PILKADES: KAPAN WAJIB CUTI DAN MUNDUR?

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:Oleh: Danu Ubaidillah Pemerhati Kebijakan Publik / Jurnalis Indonesia LiputanHk.com,BEKASI – Menjelang Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026, masyarakat perlu memahami posisi perangkat desa yang ikut dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa. Hal ini penting agar tidak terjadi salah persepsi antara perangkat desa yang mencalonkan diri, dengan perangkat desa yang sekadar memiliki pilihan atau memberikan dukungan kepada […]


    Bagikan:
  • Tiga Bulan Dibuntuti, King Sun Akhirnya Dicegat: 1,3 Ton Ketamin Digagalkan Masuk Indonesia

    Tiga Bulan Dibuntuti, King Sun Akhirnya Dicegat: 1,3 Ton Ketamin Digagalkan Masuk Indonesia

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:LiputanHk.com, BINTAN — Selama tiga bulan, pergerakan kapal King Sun menjadi perhatian aparat. Informasi lintas negara dari Thailand menjadi pintu awal pengawasan terhadap kapal tersebut yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan narkotika. Pengawasan itu akhirnya membuahkan hasil. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, kapal King Sun dicegat di perairan utara Berakit, Bintan, Kepulauan Riau. Dari hasil […]


    Bagikan:
  • PDRM Tak Minta Ekstradisi Pilot Malaysia Airlines Pembawa 26 Kg Ekstasi, Pasrah Hukum Mati di Indonesia

    PDRM Tak Minta Ekstradisi Pilot Malaysia Airlines Pembawa 26 Kg Ekstasi, Pasrah Hukum Mati di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menegaskan tidak akan mengajukan permohonan ekstradisi terhadap kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), yang ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta usai kedapatan membawa 26 kilogram ekstasi. PDRM menyerahkan sepenuhnya proses hukum tersangka kepada pihak berwenang Indonesia. Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (JSJN) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, […]


    Bagikan:
  • Langkah Strategis Jenderal Maruli Simanjuntak Memperkuat Kostrad dan Kepemimpinan TNI AD

    Langkah Strategis Jenderal Maruli Simanjuntak Memperkuat Kostrad dan Kepemimpinan TNI AD

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik dinding megah Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), derap langkah dan komando tegas menggema pada Senin (3/8/2026). Suasana khidmat menyelimuti upacara penting yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Hari itu, TNI AD kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersolek—memperkuat diri agar […]


    Bagikan:
  • Nekat Membacok demi 30 Juta

    Nekat Membacok demi 30 Juta

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Aksi kejahatan jalanan teramat sadis terjadi di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (5/8). Seorang karyawan swasta menjadi korban perampokan bersenjata tajam usai mengambil uang tunai puluhan juta rupiah dari sebuah bank. Rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik pembacokan brutal tersebut mendadak viral dan memicu keresahan warga di media sosial. Tiba-tiba Diserang dan Dibacok […]


    Bagikan:
expand_less