“Oh, Jadi Ini Sosoknya?” JORRO Nomor 2 Bikin Penasaran di Tengah Ramainya Pilkades Kedungjaya
- calendar_month 9 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI, BABELAN — Ada sosok yang belakangan semakin sering menjadi perhatian dalam perbincangan warga Kedungjaya. Namanya Johari, yang maju bersama Rohiman dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Kedungjaya 2026 dengan pasangan JORRO, nomor urut 2.
Bukan hanya atribut dan iring-iringan massa yang menarik perhatian. Sosok Johari juga terlihat cukup dekat dengan masyarakat dalam sejumlah kegiatan sebelum masa pemungutan suara.
Pertanyaannya kemudian muncul:
“Sebenarnya, siapa Johari hingga kehadirannya mampu mengundang perhatian dan dukungan masyarakat Kedungjaya?”
Dalam pemberitaan sebelumnya, kegiatan yang melibatkan Johari disebut dihadiri ratusan warga. Salah satu peserta, Mamah Intan, memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan senam sehat yang digelar Johari. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana olahraga sekaligus mempererat silaturahmi warga.
Johari sendiri dalam pemberitaan tersebut menyampaikan bahwa langkahnya maju dalam Pilkades merupakan respons terhadap keinginan masyarakat. Ia juga menyatakan keinginannya untuk mengabdi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila mendapatkan kepercayaan.
Dari pendaftaran hingga kampanye, perhatian terhadap JORRO terus terlihat
Pada saat pendaftaran calon kepala desa, pasangan Johari–Rohiman juga diberitakan datang dengan massa pendukung dalam jumlah besar. Laporan tersebut menggambarkan suasana pendaftaran yang ramai dan mendapat perhatian masyarakat.
Johari dalam kesempatan itu juga mengajak masyarakat menjaga Pilkades tetap damai serta mengedepankan persatuan dan kekeluargaan warga Kedungjaya.
Kini, memasuki tahapan kampanye, wajah Johari kembali terlihat di tengah masyarakat.
Dari foto-foto kegiatan yang beredar, tampak suasana penuh antusiasme, warga yang berkumpul, serta pendukung yang mengenakan atribut JORRO.
Pemandangan tersebut tentu menimbulkan rasa penasaran tersendiri:
Apakah ramainya dukungan itu sekadar euforia kampanye, atau memang mencerminkan adanya kedekatan Johari dengan sebagian masyarakat Kedungjaya?
Jawabannya tentu kembali kepada warga yang mengenal, berinteraksi, dan menilai langsung sosok tersebut.
Kekaguman warga menjadi bagian dari cerita kampanye
Sejumlah pemberitaan mengenai kegiatan Johari sebelumnya memang memuat tanggapan positif dari warga yang hadir. Namun, setiap komentar sebaiknya dilihat sebagai pengalaman atau pandangan pribadi warga yang menyampaikannya, bukan otomatis mewakili seluruh masyarakat Kedungjaya.
Hal inilah yang membuat sosok Johari menarik untuk terus diperbincangkan menjelang hari pemungutan suara.
Bagi sebagian warga, figur calon kepala desa bukan hanya soal program di atas kertas, tetapi juga bagaimana calon tersebut berinteraksi dengan masyarakat, mendengar aspirasi, serta membawa suasana kebersamaan selama proses Pilkades.
Suara Warga Kedungjaya: Apa yang Membuat Johari Jadi Perhatian?
Di tengah ramainya kampanye Pilkades Kedungjaya, sosok Johari juga menjadi bahan perbincangan sejumlah warga. Beberapa warga yang ditemui di sekitar kegiatan menyampaikan pandangan mereka mengenai figur calon tersebut.
“Menurut saya, Pak Johari itu orangnya mudah bergaul. Ketika bertemu warga juga tidak menjaga jarak. Itu yang saya lihat selama ini.”
— [Zanah], warga Kedungjaya
Warga lainnya menyoroti sisi kedekatan Johari dengan masyarakat.
“Yang saya kagumi itu cara beliau berkomunikasi dengan masyarakat. Kelihatannya santai dan mau mendengarkan. Mudah-mudahan apa yang disampaikan selama kampanye bisa benar-benar diwujudkan.”
— [Warga VGH 3 yang enggan disebut namanya], warga Kedungjaya
Sementara seorang warga lainnya mengatakan:
“Sekarang masyarakat punya pilihan masing-masing. Yang penting kita lihat calon dari program dan bagaimana dia dekat dengan masyarakat.”
— [Rudi], warga Kedungjaya
Dukungan untuk JORRO Nomor 2
Di sisi lain, pendukung pasangan Johari–Rohiman (JORRO) nomor urut 2 menyampaikan harapan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 20 September 2026.
“Kami mengajak keluarga, tetangga dan seluruh masyarakat Kedungjaya yang memang yakin dengan JORRO untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya pada 20 September. Jangan sampai hak suara kita tidak digunakan.”
— [Fauzi], warga Kedungjaya
“Jangan sia-siakan kesempatan menentukan masa depan desa. Masa jabatan yang panjang membuat kita perlu mempertimbangkan pilihan dengan matang,” ujar seorang pendukung JORRO.
20 September 2026, warga menentukan pilihan
Pemungutan suara Pilkades Kedungjaya dijadwalkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin desa mereka.
Pendukung JORRO tentu memiliki harapan agar pasangan Johari–Rohiman nomor urut 2 mendapatkan dukungan masyarakat. Ajakan yang beredar dari simpatisan pasangan tersebut antara lain menyerukan agar warga menggunakan hak pilihnya pada 20 September 2026.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing warga yang memiliki hak pilih.
Satu suara akan menjadi bagian dari perjalanan Kedungjaya untuk periode pemerintahan berikutnya.
Karena itu, sebelum mencoblos, masyarakat dapat mencermati rekam jejak, program, visi, serta kemampuan masing-masing calon secara langsung.
Johari dan Rohiman dengan nomor urut 2 kini menjadi salah satu pasangan yang menyita perhatian dalam Pilkades Kedungjaya.
Dan pertanyaan yang sejak awal muncul mungkin masih akan terus terdengar di tengah masyarakat:
“Oh, jadi ini orangnya yang selama ini ramai dibicarakan?”
Jawabannya bukan ditentukan oleh ramainya kampanye, melainkan oleh penilaian masyarakat Kedungjaya sendiri.
LiputanHk.com- (DN)
- Penulis: Danu

