Bandara Soetta, Halim, dan Husein Sastranegara Kembali Layani Penerbangan
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LiputanHk.com
TANGERANG — Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali dibuka pada Selasa, 8 September 2026.
Sebelumnya, operasional penerbangan di tiga bandara tersebut sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan pembukaan kembali operasional penerbangan mengacu pada Notice to Air Missions (NOTAM) dari AirNav Indonesia dengan status resumed operations.
“Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap,” kata Arie dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Selasa.
Operasional Bandara Kembali Dibuka
Berdasarkan kondisi operasional terbaru, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi mulai pukul 00.30 WIB.
Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma kembali beroperasi mulai pukul 00.40 WIB, sedangkan Bandara Husein Sastranegara mulai beroperasi pada pukul 00.42 WIB.
Sebelum membuka kembali layanan penerbangan, pengelola bandara menjalankan sejumlah prosedur keselamatan. Salah satunya adalah membersihkan abu vulkanik di seluruh area sisi udara, termasuk apron, taxiway, dan runway.
Petugas juga melakukan uji kekesatan (friction test) pada runway. Hasil pengujian menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk kembali digunakan dalam operasional penerbangan.
Penerbangan Soetta Dipulihkan Bertahap
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan pemulihan operasional penerbangan di Soetta dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Pengelola bandara menerapkan Air Traffic Flow Management (ATFM) untuk mengatur arus lalu lintas penerbangan selama fase awal pemulihan.
Menurut Heru, pengaturan tersebut diperlukan agar keberangkatan dan kedatangan pesawat dapat kembali berjalan secara aman dan tertib. Penerapan ATFM juga memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap.
Pengaturan arus penerbangan turut mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak serta mengembalikan kapasitas apron secara bertahap.
Selain itu, Bandara Soekarno-Hatta telah berkoordinasi dengan seluruh operator transportasi publik untuk memastikan ketersediaan armada yang mendukung mobilitas penumpang dari dan menuju bandara.
Calon Penumpang Diminta Cek Jadwal
Dengan dibukanya kembali operasional tiga bandara tersebut, calon penumpang tetap diimbau memantau perkembangan penerbangannya.
Calon penumpang diminta memastikan status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.
Hal ini penting karena masih terdapat kemungkinan penyesuaian jadwal penerbangan selama proses pemulihan operasional setelah penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Penulis: Danu
- Sumber: Antara

