Breaking News
light_mode
Populer

Amankan Ekonomi Daerah, Bea Cukai Kendari dan Polda Sultra Siap Sapu Bersih Barang Ilegal

  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

KENDARI — Langkah konkret untuk menciptakan iklim perdagangan yang bersih serta kondusif terus dimaksimalkan oleh jajaran penegak hukum di Sulawesi Tenggara. Mengingat pesatnya dinamika lalu lintas barang di kawasan pesisir, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (Bea Cukai Kendari) berkolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara guna memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah.

Langkah strategis tersebut dimatangkan dalam pertemuan resmi antara jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Kapolda Sultra, Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., yang berlangsung di Markas Polda Sultra pada Selasa (18/8/2026). Dalam kesempatan itu, Kapolda Sultra didampingi langsung oleh Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra.

Delegasi kepabeanan dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Selatan, Martha Octavia, S.E., M.M., M.For.Accy., didampingi Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Satya Nugraha, S.E., M.M., serta Kepala Bea Cukai Kendari, Taufik Sapto Harsono, S.E., M.M., beserta tim teknis penindakan.

Mengurai Perbatasan Pesisir dan Jalur Distribusi Tikus

Kondisi geografis Sulawesi Tenggara yang kaya akan pulau-pulau kecil serta garis pantai yang membentang luas menjadi keunggulan sekaligus tantangan tersendiri dari sisi kepabeanan. Celah perairan dan pelabuhan tidak resmi sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memasukkan komoditas tanpa izin, terutama rokok tanpa pita cukai (rokok ilegal).

Kepala Bea Cukai Kendari, Taufik Sapto Harsono, menekankan pentingnya respons terpadu guna menutup rapat celah penyelundupan tersebut. Jalur distribusi dari wilayah pesisir menuju pusat perkotaan hingga ke pelosok desa membutuhkan pengawalan intensif yang melibatkan aparat kepolisian di tingkat polda, polres, hingga polsek.

Dampak Serius Peredaran Barang Tanpa Cukai

Maraknya komoditas ilegal yang melintasi pasar lokal bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas perekonomian daerah. Bea Cukai Kendari mencatat setidaknya terdapat tiga dampak sistemik yang ditimbulkan jika praktik peredaran barang ilegal dibiarkan tanpa penindakan tegas:

  • Penyusutan Penerimaan Cukai Negara: Pajak dan cukai yang tidak terbayarkan secara langsung merugikan keuangan negara, yang dampaknya juga dirasakan oleh daerah melalui pengurangan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).
  • Kerugian Pelaku Usaha Resmi: Produk ilegal yang dijual jauh lebih murah menciptakan iklim persaingan yang tidak sehat dan mengancam keberlangsungan bisnis para pelaku usaha legal yang taat aturan.
  • Risiko Keamanan bagi Masyarakat: Barang tanpa izin masuk resmi umumnya mengabaikan standar mutu, uji klinis, maupun syarat keamanan produk, sehingga berisiko merugikan kesehatan konsumen secara langsung.

Integrasi Data Intelijen dan Operasi Terpadu

Sebagai tindak lanjut dari koordinasi ini, Bea Cukai Kendari bersama Polda Sultra menyepakati pola kerja sama berbasis penguatan intelijen (intelligence sharing). Pertukaran data riil terkait pola pergerakan kapal, manifes barang, dan target operasi akan dilakukan secara berkala.

Selain itu, kedua belah pihak siap menggelar penindakan bersama (joint enforcement) dan patroli terpadu baik di jalur laut maupun jalur darat utama. Langkah ini diharapkan mampu memutus mata rantai pasokan barang ilegal sebelum masuk dan beredar di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara.

Komitmen Kapolda Sultra dalam Mendukung Pengawasan

Kapolda Sultra, Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, menyambut baik inisiatif dan koordinasi yang dibangun oleh Bea Cukai Kendari. Kapolda menegaskan bahwa jajaran kepolisian berkomitmen penuh untuk mengawal setiap tindakan hukum terkait pelanggaran kepabeanan dan cukai demi kepentingan bangsa dan negara.

“Kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks. Sinergi antara Polda Sultra dan Bea Cukai Kendari sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan, melindungi masyarakat, serta mengamankan penerimaan negara di wilayah Sulawesi Tenggara,” tegas Kapolda Sultra.

Dengan keterpaduan langkah antara Bea Cukai Kendari dan Polda Sultra, pengawasan wilayah Sulawesi Tenggara diyakini akan semakin tangguh. Sinergi ini tidak hanya membendung arus barang ilegal, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen dan dunia usaha yang patuh pada hukum.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadisdik Kabupaten Bekasi Tinjau Tiga Sekolah, Pastikan Mutu Pembelajaran dan Kompetensi Guru

    Kadisdik Kabupaten Bekasi Tinjau Tiga Sekolah, Pastikan Mutu Pembelajaran dan Kompetensi Guru

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI – Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi terus memperkuat pengawasan dan pembinaan satuan pendidikan guna memastikan kualitas pembelajaran serta kompetensi tenaga pendidik terus meningkat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan kerja ke tiga satuan pendidikan, yakni SDN Cikedokan 01 Cikarang Barat, SMP Negeri 3 Setu, dan SMP Negeri 1 Setu, pada pekan ini. Kunjungan tersebut […]


    Bagikan:
  • Sindikat Narkotika Lintas Negara Dibongkar 3 Pabrik Gelap di Jakarta dan Sidoarjo Digeruduk

    Sindikat Narkotika Lintas Negara Dibongkar: 3 Pabrik Gelap di Jakarta dan Sidoarjo Digeruduk

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:TANGERANG — Aparat gabungan dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta sukses membongkar jaringan narkotika internasional yang mengoperasikan industri gelap pembuat obat terlarang. Operasi berskala besar ini berhasil mengidentifikasi dan merobohkan tiga lokasi clandestine laboratory atau pabrik narkotika rumahan lintas daerah, yakni di Jakarta dan Sidoarjo, Jawa Timur. […]


    Bagikan:
  • Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jabar, Dukung Konferprov 2026

    Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jabar, Dukung Konferprov 2026

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:LiputanHk.com||BANDUNG – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja ke kantor PWI Provinsi Jawa Barat, Senin (10/8/2026). Kunjungan Kabid Humas Polda Jabar tersebut disambut Plt. Ketua PWI Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syukri, bersama jajaran pengurus dan Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026. […]


    Bagikan:
  • Rayakan HUT RI ke-81, Festival Puncak Rakyat Karang Taruna Unit 025 Tampilkan Kreativitas Pemuda dan Kepedulian Sosial

    Rayakan HUT RI ke-81, Festival Puncak Rakyat Karang Taruna Unit 025 Tampilkan Kreativitas Pemuda dan Kepedulian Sosial

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Karang Taruna Unit 025 Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, sukses menggelar Festival Puncak Rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 22 Agustus 2026 tersebut berlangsung meriah dan menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus menampilkan berbagai kreativitas. Acara ini juga […]


    Bagikan:
  • Babeh HK Damin Sada Soroti Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Kades: Jangan Rakus Jadi Pemimpin

    Babeh HK Damin Sada Soroti Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Kades: Jangan Rakus Jadi Pemimpin

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Tokoh Jawara Bekasi sekaligus Ketua Umum Jajaka (Jawara Jaga Kampung), Babeh HK Damin Sada, menyoroti kemungkinan munculnya kembali wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa yang masa jabatannya akan berakhir pada 2027. Pernyataan tersebut disampaikan Babeh HK Damin Sada melalui video pribadinya, (12/9/2026). Ia mengaku khawatir apabila wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa nantinya […]


    Bagikan:
  • Kinerja Gemilang Bea Cukai 2026: Penerimaan Tembus Rp210,2 Triliun

    Kinerja Gemilang Bea Cukai 2026: Penerimaan Tembus Rp210,2 Triliun

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) kembali mencatatkan tren positif dalam mengawal perekonomian nasional hingga akhir Agustus 2026. Berdasarkan laporan resmi Kementerian Keuangan, total penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai berhasil mencapai Rp210,2 triliun. Angka fantastis ini menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan sebesar 7,8 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya […]


    Bagikan:
expand_less