Breaking News
light_mode
Populer

Sindikat Narkotika Lintas Negara Dibongkar: 3 Pabrik Gelap di Jakarta dan Sidoarjo Digeruduk

  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

TANGERANG — Aparat gabungan dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta sukses membongkar jaringan narkotika internasional yang mengoperasikan industri gelap pembuat obat terlarang. Operasi berskala besar ini berhasil mengidentifikasi dan merobohkan tiga lokasi clandestine laboratory atau pabrik narkotika rumahan lintas daerah, yakni di Jakarta dan Sidoarjo, Jawa Timur. Pabrik rahasia ini diketahui berfokus pada produksi etomidate serta pemrosesan sabu untuk pasar gelap.

Dalam pengungkapan masif ini, petugas gabungan menetapkan 14 orang sebagai tersangka utama. Jaringan terorganisir tersebut melibatkan komplotan lintas negara yang terdiri dari tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) dan tujuh Warga Negara Asing (WNA). Keberhasilan pembongkaran pabrik gelap ini membendung potensi dampak buruk kesehatan masyarakat serta menghancurkan alur suplai zat berbahaya sebelum sempat menyebar luas di wilayah Indonesia.

Berikut adalah rincian lengkap mengenai operasi, peta jaringan, modus operandi, serta barang bukti yang disita oleh pihak berwajib:

Rangkaian Pengungkapan dan Lokasi Laboratorium Gelap

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol. Wisnu Wardana, menjelaskan bahwa operasi intensif ini dilaksanakan secara bertahap dalam kurun waktu Juli hingga September 2026. Penindakan terpadu dilakukan berlandaskan prinsip penegakan hukum yang progresif untuk melumpuhkan kejahatan dari sumber utamanya.

“Kami melakukan pre-emptive strike, mencegah dengan melakukan penindakan langsung ke pangkalnya. Dari pengembangan, kami menemukan tiga clandestine lab atau pabrik gelap industri yang kami temukan di dua kota, yaitu dua di Jakarta dan satu di Sidoarjo, Jawa Timur,” ujar Wisnu dalam konferensi pers di Tangerang.

Penelusuran tim penyidik menemukan bahwa dua laboratorium gelap di Jakarta bertempat di pemukiman elit, termasuk kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Sementara itu, satu laboratorium lainnya beroperasi secara tersembunyi di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, untuk mengolah bahan mentah menjadi produk jadi siap edar.

Struktur Jaringan dan Identitas 14 Tersangka

Operasi ini bersumber dari pengembangan enam Laporan Polisi (LP) yang dihimpun sepanjang periode Juli hingga September 2026. Empat perkara merupakan hasil tindak lanjut penindakan bersama Bea Cukai Soekarno-Hatta, sedangkan dua perkara lainnya dikembangkan secara mandiri oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Dari pengungkapan seluruh jaringan ini, 14 tersangka yang ditangkap terbagi ke dalam dua kelompok operasional utama:

  • Jaringan Produksi Etomidate (11 Tersangka): Terdiri dari 4 WNI, 6 warga negara India, dan 1 warga negara Singapura. Kelompok ini berperan meracik, memproduksi, serta mengemas etomidate cair dan bubuk.
  • Jaringan Distribusi Sabu (3 Tersangka): Terdiri dari 3 WNI yang mengelola penyelundupan serta peredaran gelap sediaan sabu.

Barang Bukti Sitaan dan Potensi Nilai Ekonomis

Sinergi antara Polresta Bandara dan pihak Bea Cukai membuahkan penyitaan barang bukti berukuran belasan kilogram, baik berupa bahan mentah setengah jadi, cairan sintetis, maupun paket siap konsumsi. Barang bukti yang diamankan di lokasi penindakan meliputi:

  • Etomidate Bentuk Bubuk: 13,11 kilogram (bahan utama formulasi)
  • Etomidate Cair: 3,29 kilogram (siapkan olah/isi ulang)
  • Cartridge Etomidate Siap Edar: 249 unit cartridge vape
  • Metamfetamina / Sabu: Sekitar 2,25 kilogram

Dari total bahan baku bubuk dan cairan etomidate yang disita, penyidik mengkalkulasikan bahwa komplotan ini berpotensi memproduksi hingga 23.817 kemasan etomidate siap edar. Nilai ekonomis keseluruhan barang terlarang ini diperkirakan mencapai Rp145,5 miliar. Penggagalan ini menghindarkan masyarakat dari bahaya ketergantungan serta dampak buruk kesehatan fatal akibat penyalahgunaan etomidate tanpa dosis medis.

Pergeseran Modus Operandi Penyelundupan

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan fakta krusial mengenai evolusi taktik penyelundupan yang digunakan oleh sindikat internasional ini. Terdapat pola perubahan strategi penyelundupan yang berhasil diidentifikasi oleh pemindai bandara.

“Sudah ada pergeseran pola, pergeseran trend, awal dulu bentuknya vape terus, kini bahan baku,” kata Hengky. “Akhirnya geser, shifting. Sekarang mereka sudah mulai memasukkan bahan baku, berarti ada home industry-nya.”

Hengky menambahkan bahwa perubahan modus ini ter forced dilakukan karena produk siap pakai berbentuk pod atau liquid vape kini jauh lebih mudah terdeteksi oleh sistem pemindaian X-ray di terminal kargo dan penumpang. Untuk mengelabui petugas, sindikat beralih memasukkan bahan kimia mentah (prekursor) secara terpisah ke dalam negeri, kemudian mengolahnya di laboratorium gelap lokal sebelum dipasarkan.

Ancaman Hukuman dan Komitmen Penegakan Hukum

Atas perbuatan mereka memproduksi dan mengedarkan zat terlarang secara ilegal, para tersangka dijerat dengan sangkaan pasal berlapis. Penyidik mengenakan Pasal 119 ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan pendukung dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Berdasarkan regulasi tersebut, seluruh tersangka terancam hukuman berat mulai dari pidana penjara minimal 5 tahun, penjara seumur hidup, hingga hukuman mati.

Keberhasilan pembongkaran tiga laboratorium gelap ini menegaskan komitmen aparat penegak hukum Indonesia untuk menindak tegas sindikat narkotika lintas negara. Penindakan tegas dari pintu masuk negara hingga ke fasilitas manufaktur ilegal menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak akan memberikan ruang bagi jaringan kejahatan narkotika internasional.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ali Wardana SH Soroti BUMDes Kedung Jaya, PMPH Siap Turun Tangan

    Ali Wardana SH Soroti BUMDes Kedung Jaya, PMPH Siap Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Ketua Umum Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum (PMPH), Ali Wardana, SH., CPM, menyoroti pengelolaan BUMDes Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Sorotan tersebut berkaitan dengan kondisi kandang ternak yang terlihat sepi serta penggunaan anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp407 juta. Ali menilai, besarnya anggaran harus diikuti dengan pengelolaan yang transparan, profesional, dan dapat […]


    Bagikan:
  • Audiensi BUMDes Kedung Jaya Memanas, Warga Desak Transparansi Pengelolaan Rp407 Juta: Mitra Disebut Belum Serahkan 55 Ekor Kambing

    Audiensi BUMDes Kedung Jaya Memanas, Warga Desak Transparansi Pengelolaan Rp407 Juta: Mitra Disebut Belum Serahkan 55 Ekor Kambing

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:  BEKASI — Polemik pengelolaan BUMDes Pelita Makmur Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kembali mencuat. Kondisi kandang ternak yang terlihat kosong tanpa aktivitas menjadi sorotan masyarakat dalam audiensi yang digelar di Aula Balai Desa Kedung Jaya, Sabtu (29/8/2026). Audiensi yang diinisiasi masyarakat yang mengatasnamakan GEMPA (Gerakan Masyarakat Peduli Desa) tersebut dihadiri pengurus BUMDes […]


    Bagikan:
  • Babeh HK Damin Sada Soroti Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Kades: Jangan Rakus Jadi Pemimpin

    Babeh HK Damin Sada Soroti Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Kades: Jangan Rakus Jadi Pemimpin

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Tokoh Jawara Bekasi sekaligus Ketua Umum Jajaka (Jawara Jaga Kampung), Babeh HK Damin Sada, menyoroti kemungkinan munculnya kembali wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa yang masa jabatannya akan berakhir pada 2027. Pernyataan tersebut disampaikan Babeh HK Damin Sada melalui video pribadinya, (12/9/2026). Ia mengaku khawatir apabila wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa nantinya […]


    Bagikan:
  • LPKSM Patroli DPD Kota Bekasi Kawal Persidangan, Pemeriksaan Korban dan Saksi Rampung

    LPKSM Patroli DPD Kota Bekasi Kawal Persidangan, Pemeriksaan Korban dan Saksi Rampung

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patroli DPD Kota Bekasi yang diketuai Ryan Taqwa Dhika alias Buluk hadir mengawal jalannya persidangan perkara terdakwa Dais alias Cadok bin Asdi (Alm) di Pengadilan Negeri Cikarang, Kabupaten Bekasi. Persidangan yang sebelumnya sempat mengalami penundaan sesuai jadwal pada surat panggilan saksi, akhirnya dilaksanakan pada Selasa, 8 September […]


    Bagikan:
  • Petugas Bea Cukai dan Polri memperketat pengawasan penyelundupan emas di pintu keluar Indonesia

    Emas Rp63 Miliar Gagal Diselundupkan ke China dan Dubai, Bea Cukai Bongkar Modus Pelaku

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:TANGERANG — Jalur penerbangan internasional Bandara Soekarno-Hatta kembali menjadi titik pengawasan ketat aparat setelah upaya membawa emas dalam jumlah besar ke luar negeri berhasil digagalkan. Bea Cukai bersama Aviation Security (Avsec) mengungkap dua kasus dugaan penyelundupan emas dengan total berat mencapai 23,793 kilogram. Barang bukti yang diamankan ditaksir memiliki nilai sekitar Rp63 miliar. Emas tersebut […]


    Bagikan:
  • “Audiensi BUMDes Digelar, Pemdes Kedung Jaya Tak Hadir: Ada Apa?”

    “Audiensi BUMDes Digelar, Pemdes Kedung Jaya Tak Hadir: Ada Apa?”

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Kekecewaan terhadap Pemerintah Desa Kedung Jaya kembali disuarakan warga menyusul ketidakhadiran pihak Pemerintah Desa dalam audiensi masyarakat bersama pengurus BUMDes Pelita Makmur dan BPD, yang membahas polemik pengelolaan BUMDes serta anggaran sekitar Rp407 juta. Audiensi yang digelar pada Sabtu (29/8/2026) tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Forum […]


    Bagikan:
expand_less