Breaking News
light_mode
Populer

Sindikat Narkotika Lintas Negara Dibongkar: 3 Pabrik Gelap di Jakarta dan Sidoarjo Digeruduk

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

TANGERANG — Aparat gabungan dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta sukses membongkar jaringan narkotika internasional yang mengoperasikan industri gelap pembuat obat terlarang. Operasi berskala besar ini berhasil mengidentifikasi dan merobohkan tiga lokasi clandestine laboratory atau pabrik narkotika rumahan lintas daerah, yakni di Jakarta dan Sidoarjo, Jawa Timur. Pabrik rahasia ini diketahui berfokus pada produksi etomidate serta pemrosesan sabu untuk pasar gelap.

Dalam pengungkapan masif ini, petugas gabungan menetapkan 14 orang sebagai tersangka utama. Jaringan terorganisir tersebut melibatkan komplotan lintas negara yang terdiri dari tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) dan tujuh Warga Negara Asing (WNA). Keberhasilan pembongkaran pabrik gelap ini membendung potensi dampak buruk kesehatan masyarakat serta menghancurkan alur suplai zat berbahaya sebelum sempat menyebar luas di wilayah Indonesia.

Berikut adalah rincian lengkap mengenai operasi, peta jaringan, modus operandi, serta barang bukti yang disita oleh pihak berwajib:

Rangkaian Pengungkapan dan Lokasi Laboratorium Gelap

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol. Wisnu Wardana, menjelaskan bahwa operasi intensif ini dilaksanakan secara bertahap dalam kurun waktu Juli hingga September 2026. Penindakan terpadu dilakukan berlandaskan prinsip penegakan hukum yang progresif untuk melumpuhkan kejahatan dari sumber utamanya.

“Kami melakukan pre-emptive strike, mencegah dengan melakukan penindakan langsung ke pangkalnya. Dari pengembangan, kami menemukan tiga clandestine lab atau pabrik gelap industri yang kami temukan di dua kota, yaitu dua di Jakarta dan satu di Sidoarjo, Jawa Timur,” ujar Wisnu dalam konferensi pers di Tangerang.

Penelusuran tim penyidik menemukan bahwa dua laboratorium gelap di Jakarta bertempat di pemukiman elit, termasuk kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Sementara itu, satu laboratorium lainnya beroperasi secara tersembunyi di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, untuk mengolah bahan mentah menjadi produk jadi siap edar.

Struktur Jaringan dan Identitas 14 Tersangka

Operasi ini bersumber dari pengembangan enam Laporan Polisi (LP) yang dihimpun sepanjang periode Juli hingga September 2026. Empat perkara merupakan hasil tindak lanjut penindakan bersama Bea Cukai Soekarno-Hatta, sedangkan dua perkara lainnya dikembangkan secara mandiri oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Dari pengungkapan seluruh jaringan ini, 14 tersangka yang ditangkap terbagi ke dalam dua kelompok operasional utama:

  • Jaringan Produksi Etomidate (11 Tersangka): Terdiri dari 4 WNI, 6 warga negara India, dan 1 warga negara Singapura. Kelompok ini berperan meracik, memproduksi, serta mengemas etomidate cair dan bubuk.
  • Jaringan Distribusi Sabu (3 Tersangka): Terdiri dari 3 WNI yang mengelola penyelundupan serta peredaran gelap sediaan sabu.

Barang Bukti Sitaan dan Potensi Nilai Ekonomis

Sinergi antara Polresta Bandara dan pihak Bea Cukai membuahkan penyitaan barang bukti berukuran belasan kilogram, baik berupa bahan mentah setengah jadi, cairan sintetis, maupun paket siap konsumsi. Barang bukti yang diamankan di lokasi penindakan meliputi:

  • Etomidate Bentuk Bubuk: 13,11 kilogram (bahan utama formulasi)
  • Etomidate Cair: 3,29 kilogram (siapkan olah/isi ulang)
  • Cartridge Etomidate Siap Edar: 249 unit cartridge vape
  • Metamfetamina / Sabu: Sekitar 2,25 kilogram

Dari total bahan baku bubuk dan cairan etomidate yang disita, penyidik mengkalkulasikan bahwa komplotan ini berpotensi memproduksi hingga 23.817 kemasan etomidate siap edar. Nilai ekonomis keseluruhan barang terlarang ini diperkirakan mencapai Rp145,5 miliar. Penggagalan ini menghindarkan masyarakat dari bahaya ketergantungan serta dampak buruk kesehatan fatal akibat penyalahgunaan etomidate tanpa dosis medis.

Pergeseran Modus Operandi Penyelundupan

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan fakta krusial mengenai evolusi taktik penyelundupan yang digunakan oleh sindikat internasional ini. Terdapat pola perubahan strategi penyelundupan yang berhasil diidentifikasi oleh pemindai bandara.

“Sudah ada pergeseran pola, pergeseran trend, awal dulu bentuknya vape terus, kini bahan baku,” kata Hengky. “Akhirnya geser, shifting. Sekarang mereka sudah mulai memasukkan bahan baku, berarti ada home industry-nya.”

Hengky menambahkan bahwa perubahan modus ini ter forced dilakukan karena produk siap pakai berbentuk pod atau liquid vape kini jauh lebih mudah terdeteksi oleh sistem pemindaian X-ray di terminal kargo dan penumpang. Untuk mengelabui petugas, sindikat beralih memasukkan bahan kimia mentah (prekursor) secara terpisah ke dalam negeri, kemudian mengolahnya di laboratorium gelap lokal sebelum dipasarkan.

Ancaman Hukuman dan Komitmen Penegakan Hukum

Atas perbuatan mereka memproduksi dan mengedarkan zat terlarang secara ilegal, para tersangka dijerat dengan sangkaan pasal berlapis. Penyidik mengenakan Pasal 119 ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan pendukung dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Berdasarkan regulasi tersebut, seluruh tersangka terancam hukuman berat mulai dari pidana penjara minimal 5 tahun, penjara seumur hidup, hingga hukuman mati.

Keberhasilan pembongkaran tiga laboratorium gelap ini menegaskan komitmen aparat penegak hukum Indonesia untuk menindak tegas sindikat narkotika lintas negara. Penindakan tegas dari pintu masuk negara hingga ke fasilitas manufaktur ilegal menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak akan memberikan ruang bagi jaringan kejahatan narkotika internasional.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hebat Melanda PT Surya Lestari di Cikarang, Area 2.000 Meter Persegi Dilalap Api

    Kebakaran Hebat Melanda PT Surya Lestari di Cikarang, Area 2.000 Meter Persegi Dilalap Api

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Kebakaran hebat melanda PT Surya Lestari di kawasan Delta Silicon 2, Jalan Palem 1, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Perusahaan yang bergerak di bidang furnitur tersebut dilanda kobaran api yang membakar area dengan luas diperkirakan mencapai 2.000 meter persegi. Peristiwa kebakaran PT Surya Lestari pertama kali […]


    Bagikan:
  • Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dari Kapal MV Ocean Porter

    Bea Cukai, BNN, dan Polda Kepri menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KEPULAUAN RIAU — Tim gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, serta Polda Kepulauan Riau menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,57 juta batang rokok ilegal. Seluruh barang bukti tersebut diamankan dari kapal kargo MV Ocean Porter saat melintas di perairan Kepulauan Riau pada 17–18 Agustus 2026. Operasi penindakan […]


    Bagikan:
  • Jasad Pria Hangus Terbakar Ditemukan di Toyogiri Selatan Bekasi, Polisi Dalami Penyebabnya

    Jasad Pria Hangus Terbakar Ditemukan di Toyogiri Selatan Bekasi, Polisi Dalami Penyebabnya

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI, LiputanHk.com – Warga di sekitar Jalan Toyogiri Selatan, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki dalam kondisi hampir seluruh tubuhnya hangus terbakar. Jasad tersebut ditemukan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Tambun Selatan yang menerima laporan langsung mendatangi […]


    Bagikan:
  • Bentrokan Polisi dan Massa Pecah di Kolong Flyover Slipi, Gas Air Mata Ditembakkan

    Bentrokan Polisi dan Massa Pecah di Kolong Flyover Slipi, Gas Air Mata Ditembakkan

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Bentrokan antara aparat kepolisian dan massa aksi pecah di bawah Flyover Slipi, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam. Kericuhan terjadi setelah aparat memukul mundur massa dari Jalan Pejompongan Raya ke arah Jalan Penjernihan. Berdasarkan pantauan di lokasi, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Sejumlah peserta aksi kemudian terlihat berlarian menjauh dari […]


    Bagikan:
  • Ali Wardana SH Soroti BUMDes Kedung Jaya, PMPH Siap Turun Tangan

    Ali Wardana SH Soroti BUMDes Kedung Jaya, PMPH Siap Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Ketua Umum Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum (PMPH), Ali Wardana, SH., CPM, menyoroti pengelolaan BUMDes Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Sorotan tersebut berkaitan dengan kondisi kandang ternak yang terlihat sepi serta penggunaan anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp407 juta. Ali menilai, besarnya anggaran harus diikuti dengan pengelolaan yang transparan, profesional, dan dapat […]


    Bagikan:
  • “Oh, Jadi Ini Sosoknya?” JORRO Nomor 2 Bikin Penasaran di Tengah Ramainya Pilkades Kedungjaya

    “Oh, Jadi Ini Sosoknya?” JORRO Nomor 2 Bikin Penasaran di Tengah Ramainya Pilkades Kedungjaya

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI, BABELAN — Ada sosok yang belakangan semakin sering menjadi perhatian dalam perbincangan warga Kedungjaya. Namanya Johari, yang maju bersama Rohiman dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Kedungjaya 2026 dengan pasangan JORRO, nomor urut 2. Bukan hanya atribut dan iring-iringan massa yang menarik perhatian. Sosok Johari juga terlihat cukup dekat dengan masyarakat dalam sejumlah kegiatan sebelum […]


    Bagikan:
expand_less