Breaking News
light_mode
Populer

Dari Stadion Kedungjaya, Sebuah Isyarat: Warga Haus Wajah Baru ‘Istana Desa

  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

“Haus Perubahan dari Kedungjaya: Lautan Putih-Biru Mengirim Pesan dari Stadion Desa”

BEKASI — Stadion Kedungjaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/9/2026), dipenuhi massa pendukung Jorro (Johari–Rohiman), calon Kepala Desa Kedungjaya nomor urut 2.

Lautan warga dengan dominasi warna putih dan biru, kibaran bendera serta atribut kampanye menciptakan pemandangan yang menggambarkan besarnya antusiasme masyarakat yang hadir.

Di balik kemeriahan tersebut, ada sebuah filosofi yang menarik untuk dibaca.

“Istana” dalam konteks ini bukanlah istana dalam arti sebenarnya, melainkan kantor kepala desa—pusat pemerintahan, pelayanan dan tempat masyarakat menitipkan harapan terhadap masa depan desanya.

Ketika ribuan warga berkumpul, suasana itu seolah menjadi gambaran tentang masyarakat yang sedang menatap “istana” mereka dari luar.

Apakah mereka hanya datang untuk mengikuti kampanye?

Atau sebagian dari mereka juga sedang membawa harapan tentang wajah baru pemerintahan desa?

“Haus” akan perubahan

Kerumunan massa dapat dimaknai sebagai simbol dinamika demokrasi. Sebagian warga yang hadir mungkin melihat momentum Pilkades sebagai kesempatan untuk menyampaikan harapan tentang perubahan.

Perubahan yang dimaksud bukan semata pergantian orang, tetapi bagaimana pemerintahan desa ke depan dapat menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, komunikasi yang lebih terbuka, pembangunan yang dirasakan masyarakat serta pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Seperti seseorang yang sedang kehausan mencari air, masyarakat pun tentu memiliki kebutuhan dan harapan yang ingin mereka lihat terjawab melalui kepemimpinan desa.

Suara warga di tengah lautan massa

Seorang warga Kedungjaya yang hadir dalam kegiatan tersebut, Majid, mengatakan bahwa dirinya datang karena ingin melihat seperti apa arah perubahan Desa Kedungjaya ke depan.

“Kami ingin desa ini semakin maju. Yang kami harapkan ke depan bukan hanya soal siapa yang memimpin, tetapi bagaimana pelayanan kepada masyarakat semakin dekat dan apa yang menjadi kebutuhan warga benar-benar diperhatikan.”

Sementara warga lain dari perumahan VGH 3  menilai Pilkades menjadi momentum bagi masyarakat untuk berharap adanya suasana pemerintahan yang lebih terbuka.

“Kalau saya melihatnya, masyarakat sekarang ingin ada suasana baru. Kantor desa itu kan ibarat rumah bersama. Harapannya nanti masyarakat lebih mudah menyampaikan aspirasi dan pemerintah desa lebih terbuka kepada warga.”

Bukan sekadar pergantian, tetapi harapan tentang masa depan desa

Filosofi “istana” tersebut pada akhirnya mengarah kepada satu hal: siapa pun yang nantinya dipercaya masyarakat harus memahami bahwa kantor kepala desa bukan tempat untuk berkuasa, melainkan tempat untuk mengabdi.

Lautan putih-biru di Stadion Kedungjaya mungkin hanya berlangsung dalam satu hari.

Namun harapan masyarakat terhadap desa mereka akan terus berjalan setelah panggung kampanye dibongkar dan bendera-bendera diturunkan.

Karena itu, Pilkades bukan hanya tentang siapa yang datang membawa massa paling banyak, tetapi juga tentang bagaimana setiap calon mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan bagaimana warga menggunakan hak pilihnya untuk menentukan masa depan Desa Kedungjaya.

Istana desa pada akhirnya bukan milik calon, bukan milik kelompok, dan bukan milik kekuasaan. Istana itu adalah rumah rakyat.

LiputanHK.com, (DN)


Bagikan:
  • Penulis: Danu

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWI Bekasi Raya Tegaskan Komitmen Dukung Hasil Konferprov PWI Jabar 2026

    PWI Bekasi Raya Tegaskan Komitmen Dukung Hasil Konferprov PWI Jabar 2026

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BANDUNG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh hasil dan keputusan strategis Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026 yang digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Hotel Horison Ultima, Kota Bandung. Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., hadir bersama jajaran dalam agenda penting organisasi wartawan di Jawa Barat tersebut. […]


    Bagikan:
  • Kapolri Rotasi Jabatan Strategis, 19 Kapolda Berganti

    Kapolri Rotasi Jabatan Strategis, 19 Kapolda Berganti

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA, LIPUTANHK.COM – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan rotasi sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri. Sebanyak 19 posisi Kapolda mengalami pergantian berdasarkan Surat Telegram (ST) Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Rotasi tersebut juga tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor Kep/1532/X/2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri. “Sehubungan dengan referensi di […]


    Bagikan:
  • Apakah Gempa Bumi Tanda Kiamat? Ini Penjelasan dalam Perspektif Islam dan Sains

    Apakah Gempa Bumi Tanda Kiamat? Ini Penjelasan dalam Perspektif Islam dan Sains

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:LiputanHk.com — Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang kerap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Selain karena dapat menyebabkan kerusakan dan korban jiwa, gempa juga sering dikaitkan dengan tanda-tanda datangnya Hari Kiamat. Lantas, apakah setiap gempa bumi merupakan tanda Kiamat? Dalam perspektif Islam, banyaknya gempa bumi memang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW sebagai […]


    Bagikan:
  • Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    Bukan Cuma Sita Aset: Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik pintu tebal rumah-rumah mewah dan deretan tempat usaha yang baru-baru ini digerebek petugas, tersimpan tumpukan bukti fisik yang menyilaukan mata: lembaran valuta asing, seberkas uang tunai, hingga deretan emas batangan murni seberat 74 kilogram. Seluruh temuan megah ini mendadak menjadi sorotan publik lantaran menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]


    Bagikan:
  • Diusir, Dihina, Wartawan Lapor Polisi

    Diusir, Dihina, Wartawan Lapor Polisi

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KABUPATEN BEKASI — Perseteruan antara wartawan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syarif Donny Sirait, memasuki babak baru. Wartawan Kimsan Indra Simaremare resmi melaporkan dugaan penghinaan dan pengusiran yang dialaminya ke Polres Metro Bekasi, Kamis (8/10/2026). Laporan tersebut tercatat dalam LP/B/2576/X/2026/SPKT/POLRES METRO BEKASI/POLDA METRO JAYA, tertanggal 8 Oktober 2026 pukul 17.33 WIB. Berdasarkan […]


    Bagikan:
  • SMAN 1 Cikarang Utara Ucapkan Selamat Hari Jadi Polisi Wanita ke-78, Teguhkan Sinergi Pendidikan dan Kepolisian

    SMAN 1 Cikarang Utara Ucapkan Selamat Hari Jadi Polisi Wanita ke-78, Teguhkan Sinergi Pendidikan dan Kepolisian

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Keluarga besar SMAN 1 Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 yang diperingati pada 1 September 2026. Ucapan tersebut disampaikan melalui Kepala SMAN 1 Cikarang Utara, Didi Rosidi, S.Pd, sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah dan pengabdian Polisi Wanita dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada […]


    Bagikan:
expand_less