Breaking News
light_mode
Populer

Apakah Gempa Bumi Tanda Kiamat? Ini Penjelasan dalam Perspektif Islam dan Sains

  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

LiputanHk.com — Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang kerap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Selain karena dapat menyebabkan kerusakan dan korban jiwa, gempa juga sering dikaitkan dengan tanda-tanda datangnya Hari Kiamat.

Lantas, apakah setiap gempa bumi merupakan tanda Kiamat?

Dalam perspektif Islam, banyaknya gempa bumi memang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu tanda menjelang Kiamat. Namun, hal tersebut tidak berarti setiap gempa yang terjadi dapat langsung dimaknai sebagai pertanda Kiamat sudah dekat atau sebagai azab Allah SWT.

Pembahasan mengenai gempa bumi perlu ditempatkan secara proporsional, dengan membedakan antara fenomena geologis yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan peristiwa dahsyat yang digambarkan Al-Qur’an sebagai bagian dari Hari Kiamat.

Gempa dalam Perspektif Islam

Al-Qur’an menggambarkan dahsyatnya guncangan bumi pada Hari Kiamat. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 1:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

Artinya:

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar.” (QS Al-Hajj: 1).

Ayat tersebut berbicara mengenai zalzalah as-sa’ah, yakni guncangan dahsyat yang berkaitan dengan Hari Kiamat. Karena itu, gempa bumi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari tidak serta-merta dapat disamakan dengan guncangan bumi pada Hari Kiamat.

Hadis Nabi Muhammad SAW juga menyebutkan banyaknya gempa sebagai salah satu tanda Kiamat.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الزَّلَازِلُ

Artinya:

“Tidak akan terjadi Hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.” (HR Bukhari).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa meningkatnya kejadian gempa termasuk tanda Kiamat. Namun, hadis itu tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan bahwa setiap gempa tertentu merupakan pertanda langsung bahwa Kiamat akan segera terjadi.

Penjelasan mengenai banyaknya gempa menjelang Kiamat juga dibahas oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari. Adapun waktu pasti terjadinya Kiamat tetap menjadi perkara gaib yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Gempa Bumi Menurut Sains

Dari sisi ilmu pengetahuan, gempa bumi merupakan getaran atau guncangan pada permukaan bumi yang terjadi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba dari dalam bumi.

Sebagian besar gempa tektonik berkaitan dengan pergerakan lempeng bumi. Lempeng-lempeng tersebut terus bergerak, baik saling mendekat, menjauh maupun bergeser.

Ketika tekanan yang terakumulasi pada batas lempeng dilepaskan secara tiba-tiba, energi tersebut menghasilkan gelombang seismik yang kemudian dirasakan sebagai gempa.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan memiliki penjelasan mengenai mekanisme geologis terjadinya gempa. Namun, manusia sampai saat ini belum mampu memprediksi secara akurat kapan, di mana, dan seberapa kuat sebuah gempa akan terjadi.

Apakah Setiap Gempa Merupakan Azab Allah?

Pertanyaan lain yang kerap muncul adalah apakah bencana gempa selalu berarti azab Allah SWT.

Dalam perspektif Islam, musibah tidak dapat secara otomatis dimaknai sebagai azab bagi orang yang mengalaminya. Gempa dapat menjadi ujian, peringatan, maupun peristiwa yang mengandung hikmah bagi manusia.

Karena itu, tidak tepat apabila setiap korban bencana langsung dianggap sedang menerima azab akibat dosa tertentu.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya:

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ayat tersebut mengingatkan bahwa ujian merupakan bagian dari kehidupan manusia. Sikap yang semestinya dikedepankan ketika bencana terjadi adalah bersabar, melakukan introspeksi, memperbanyak doa, serta membantu masyarakat yang terdampak.

Kerusakan di Bumi dan Perbuatan Manusia

Al-Qur’an juga mengingatkan manusia mengenai kerusakan yang terjadi di darat dan laut akibat perbuatan manusia.

Allah SWT berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

Artinya:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” (QS Ar-Rum: 41).

Ayat tersebut tidak semestinya digunakan untuk menyimpulkan bahwa setiap bencana merupakan hukuman langsung kepada kelompok atau individu tertentu.

Sebaliknya, ayat tersebut dapat menjadi bahan renungan agar manusia melakukan introspeksi, menjaga lingkungan, dan tidak melakukan tindakan yang menyebabkan kerusakan.

Dalam menghadapi bencana, manusia juga diwajibkan melakukan ikhtiar. Mitigasi bencana, pembangunan yang memperhatikan keselamatan, edukasi kebencanaan, serta kesiapsiagaan masyarakat merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko korban.

Gempa dan Tanda-Tanda Kiamat

Dalam ajaran Islam, tanda-tanda Kiamat secara umum dikenal dalam bentuk tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar.

Banyaknya gempa bumi termasuk salah satu tanda Kiamat yang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Selain gempa, sejumlah riwayat juga menyebut berbagai perubahan kehidupan manusia menjelang akhir zaman.

Sementara itu, terdapat pula hadis yang menjelaskan tanda-tanda besar Kiamat, antara lain munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa AS, Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, serta tiga peristiwa khasf atau penenggelaman bumi di timur, barat dan Jazirah Arab.

Karena itu, hadis mengenai banyaknya gempa tidak seharusnya dipahami bahwa setiap gempa yang terjadi merupakan salah satu tanda besar Kiamat.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa?

Ketika gempa terjadi, masyarakat tidak seharusnya hanya sibuk menghubungkannya dengan datangnya Kiamat.

Dari sisi spiritual, gempa dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak doa, melakukan introspeksi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Sementara dari sisi keselamatan, masyarakat harus tetap mengikuti prosedur mitigasi bencana dan arahan dari pihak berwenang.

Dengan demikian, gempa bumi dapat dipahami melalui dua sisi. Secara ilmiah, gempa merupakan fenomena geologi yang memiliki mekanisme tertentu. Sementara secara spiritual, peristiwa tersebut dapat menjadi pengingat mengenai keterbatasan manusia dan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.

Kapan Kiamat Terjadi?

Tidak ada manusia yang mengetahui kapan Hari Kiamat akan terjadi.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ

Artinya:

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (QS Luqman: 34).

Karena itu, ketika gempa bumi terjadi, hal terpenting bukan memastikan apakah Kiamat sudah dekat, melainkan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

Masyarakat perlu meningkatkan ketakwaan sekaligus melakukan ikhtiar untuk melindungi diri dan sesama.

Sumber: SINDOnews/Kalam, Widaningsih, “Apakah Banyak Gempa Pertanda Kiamat Sudah Dekat? Ini Pandangan Islam dan Sains”, 18 Agustus 2026.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi LiputanHk.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappisus dan Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong Usai Temuan Ombudsman

    Bappisus dan Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong Usai Temuan Ombudsman

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KABUPATEN BOGOR — Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengecek Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat. Pengecekan dilakukan sebagai tindak lanjut temuan Ombudsman RI terkait dugaan penyimpangan pemanfaatan sejumlah fasilitas di kawasan lapas tersebut. Aris mengatakan, kunjungannya bersama Agus bertujuan […]


    Bagikan:
  • Jasad Pria Hangus Terbakar Ditemukan di Toyogiri Selatan Bekasi, Polisi Dalami Penyebabnya

    Jasad Pria Hangus Terbakar Ditemukan di Toyogiri Selatan Bekasi, Polisi Dalami Penyebabnya

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI, LiputanHk.com – Warga di sekitar Jalan Toyogiri Selatan, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki dalam kondisi hampir seluruh tubuhnya hangus terbakar. Jasad tersebut ditemukan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Tambun Selatan yang menerima laporan langsung mendatangi […]


    Bagikan:
  • Sidang Perkara Dais Alias Cadok Ditunda, LPKSM Patroli Dampingi Proses Pemulihan Hak Korban

    Sidang Perkara Dais Alias Cadok Ditunda, LPKSM Patroli Dampingi Proses Pemulihan Hak Korban

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patroli bersama tim hadir mendampingi proses persidangan perkara dengan terdakwa Dais alias Cadok Bin Asdi, di Pengadilan Negeri Cikarang, Kabupaten Bekasi. Dalam agenda persidangan tersebut, Ryan Taqwa Dhika (Buluk) dari LPKSM Patroli bersama tim turut mengikuti jalannya proses persidangan sebagai bentuk pendampingan terhadap korban. Berdasarkan surat panggilan […]


    Bagikan:
  • Tiga Bulan Dibuntuti, King Sun Akhirnya Dicegat: 1,3 Ton Ketamin Digagalkan Masuk Indonesia

    Tiga Bulan Dibuntuti, King Sun Akhirnya Dicegat: 1,3 Ton Ketamin Digagalkan Masuk Indonesia

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:LiputanHk.com, BINTAN — Selama tiga bulan, pergerakan kapal King Sun menjadi perhatian aparat. Informasi lintas negara dari Thailand menjadi pintu awal pengawasan terhadap kapal tersebut yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan narkotika. Pengawasan itu akhirnya membuahkan hasil. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, kapal King Sun dicegat di perairan utara Berakit, Bintan, Kepulauan Riau. Dari hasil […]


    Bagikan:
  • Somasi Kedua Tak Dijawab, GEMPA Kedung Jaya Siapkan Somasi Ketiga

    Somasi Kedua Tak Dijawab, GEMPA Kedung Jaya Siapkan Somasi Ketiga

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Gerakan Masyarakat Peduli Desa (GEMPA) Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kembali mempertanyakan belum adanya jawaban atas somasi kedua terkait pengelolaan BUMDes Pelita Makmur, (11/9/2026). Somasi kedua tersebut telah dilayangkan kepada pihak terkait. Namun, hingga batas waktu yang diberikan, GEMPA menyebut belum menerima tanggapan resmi. Ketua BPD Desa Kedung Jaya, M. Toha, […]


    Bagikan:
  • “Oh, Jadi Ini Sosoknya?” JORRO Nomor 2 Bikin Penasaran di Tengah Ramainya Pilkades Kedungjaya

    “Oh, Jadi Ini Sosoknya?” JORRO Nomor 2 Bikin Penasaran di Tengah Ramainya Pilkades Kedungjaya

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI, BABELAN — Ada sosok yang belakangan semakin sering menjadi perhatian dalam perbincangan warga Kedungjaya. Namanya Johari, yang maju bersama Rohiman dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Kedungjaya 2026 dengan pasangan JORRO, nomor urut 2. Bukan hanya atribut dan iring-iringan massa yang menarik perhatian. Sosok Johari juga terlihat cukup dekat dengan masyarakat dalam sejumlah kegiatan sebelum […]


    Bagikan:
expand_less