Breaking News
light_mode
Populer

Apakah Gempa Bumi Tanda Kiamat? Ini Penjelasan dalam Perspektif Islam dan Sains

  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

LiputanHk.com — Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang kerap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Selain karena dapat menyebabkan kerusakan dan korban jiwa, gempa juga sering dikaitkan dengan tanda-tanda datangnya Hari Kiamat.

Lantas, apakah setiap gempa bumi merupakan tanda Kiamat?

Dalam perspektif Islam, banyaknya gempa bumi memang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu tanda menjelang Kiamat. Namun, hal tersebut tidak berarti setiap gempa yang terjadi dapat langsung dimaknai sebagai pertanda Kiamat sudah dekat atau sebagai azab Allah SWT.

Pembahasan mengenai gempa bumi perlu ditempatkan secara proporsional, dengan membedakan antara fenomena geologis yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan peristiwa dahsyat yang digambarkan Al-Qur’an sebagai bagian dari Hari Kiamat.

Gempa dalam Perspektif Islam

Al-Qur’an menggambarkan dahsyatnya guncangan bumi pada Hari Kiamat. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 1:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

Artinya:

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar.” (QS Al-Hajj: 1).

Ayat tersebut berbicara mengenai zalzalah as-sa’ah, yakni guncangan dahsyat yang berkaitan dengan Hari Kiamat. Karena itu, gempa bumi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari tidak serta-merta dapat disamakan dengan guncangan bumi pada Hari Kiamat.

Hadis Nabi Muhammad SAW juga menyebutkan banyaknya gempa sebagai salah satu tanda Kiamat.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الزَّلَازِلُ

Artinya:

“Tidak akan terjadi Hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.” (HR Bukhari).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa meningkatnya kejadian gempa termasuk tanda Kiamat. Namun, hadis itu tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan bahwa setiap gempa tertentu merupakan pertanda langsung bahwa Kiamat akan segera terjadi.

Penjelasan mengenai banyaknya gempa menjelang Kiamat juga dibahas oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari. Adapun waktu pasti terjadinya Kiamat tetap menjadi perkara gaib yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Gempa Bumi Menurut Sains

Dari sisi ilmu pengetahuan, gempa bumi merupakan getaran atau guncangan pada permukaan bumi yang terjadi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba dari dalam bumi.

Sebagian besar gempa tektonik berkaitan dengan pergerakan lempeng bumi. Lempeng-lempeng tersebut terus bergerak, baik saling mendekat, menjauh maupun bergeser.

Ketika tekanan yang terakumulasi pada batas lempeng dilepaskan secara tiba-tiba, energi tersebut menghasilkan gelombang seismik yang kemudian dirasakan sebagai gempa.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan memiliki penjelasan mengenai mekanisme geologis terjadinya gempa. Namun, manusia sampai saat ini belum mampu memprediksi secara akurat kapan, di mana, dan seberapa kuat sebuah gempa akan terjadi.

Apakah Setiap Gempa Merupakan Azab Allah?

Pertanyaan lain yang kerap muncul adalah apakah bencana gempa selalu berarti azab Allah SWT.

Dalam perspektif Islam, musibah tidak dapat secara otomatis dimaknai sebagai azab bagi orang yang mengalaminya. Gempa dapat menjadi ujian, peringatan, maupun peristiwa yang mengandung hikmah bagi manusia.

Karena itu, tidak tepat apabila setiap korban bencana langsung dianggap sedang menerima azab akibat dosa tertentu.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya:

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ayat tersebut mengingatkan bahwa ujian merupakan bagian dari kehidupan manusia. Sikap yang semestinya dikedepankan ketika bencana terjadi adalah bersabar, melakukan introspeksi, memperbanyak doa, serta membantu masyarakat yang terdampak.

Kerusakan di Bumi dan Perbuatan Manusia

Al-Qur’an juga mengingatkan manusia mengenai kerusakan yang terjadi di darat dan laut akibat perbuatan manusia.

Allah SWT berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

Artinya:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” (QS Ar-Rum: 41).

Ayat tersebut tidak semestinya digunakan untuk menyimpulkan bahwa setiap bencana merupakan hukuman langsung kepada kelompok atau individu tertentu.

Sebaliknya, ayat tersebut dapat menjadi bahan renungan agar manusia melakukan introspeksi, menjaga lingkungan, dan tidak melakukan tindakan yang menyebabkan kerusakan.

Dalam menghadapi bencana, manusia juga diwajibkan melakukan ikhtiar. Mitigasi bencana, pembangunan yang memperhatikan keselamatan, edukasi kebencanaan, serta kesiapsiagaan masyarakat merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko korban.

Gempa dan Tanda-Tanda Kiamat

Dalam ajaran Islam, tanda-tanda Kiamat secara umum dikenal dalam bentuk tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar.

Banyaknya gempa bumi termasuk salah satu tanda Kiamat yang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Selain gempa, sejumlah riwayat juga menyebut berbagai perubahan kehidupan manusia menjelang akhir zaman.

Sementara itu, terdapat pula hadis yang menjelaskan tanda-tanda besar Kiamat, antara lain munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa AS, Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, serta tiga peristiwa khasf atau penenggelaman bumi di timur, barat dan Jazirah Arab.

Karena itu, hadis mengenai banyaknya gempa tidak seharusnya dipahami bahwa setiap gempa yang terjadi merupakan salah satu tanda besar Kiamat.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa?

Ketika gempa terjadi, masyarakat tidak seharusnya hanya sibuk menghubungkannya dengan datangnya Kiamat.

Dari sisi spiritual, gempa dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak doa, melakukan introspeksi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Sementara dari sisi keselamatan, masyarakat harus tetap mengikuti prosedur mitigasi bencana dan arahan dari pihak berwenang.

Dengan demikian, gempa bumi dapat dipahami melalui dua sisi. Secara ilmiah, gempa merupakan fenomena geologi yang memiliki mekanisme tertentu. Sementara secara spiritual, peristiwa tersebut dapat menjadi pengingat mengenai keterbatasan manusia dan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.

Kapan Kiamat Terjadi?

Tidak ada manusia yang mengetahui kapan Hari Kiamat akan terjadi.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ

Artinya:

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (QS Luqman: 34).

Karena itu, ketika gempa bumi terjadi, hal terpenting bukan memastikan apakah Kiamat sudah dekat, melainkan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

Masyarakat perlu meningkatkan ketakwaan sekaligus melakukan ikhtiar untuk melindungi diri dan sesama.

Sumber: SINDOnews/Kalam, Widaningsih, “Apakah Banyak Gempa Pertanda Kiamat Sudah Dekat? Ini Pandangan Islam dan Sains”, 18 Agustus 2026.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi LiputanHk.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terseok di ASEAN: Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29%, Tertinggal dari Vietnam dan Malaysia

    Terseok di ASEAN: Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29%, Tertinggal dari Vietnam dan Malaysia

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 dinilai masih belum mampu menandingi agresivitas negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Meski harus berhadapan dengan gejolak ketidakpastian global yang sama, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hanya sanggup tumbuh sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian tersebut berada di bawah bayang-bayang negara kompetitor ASEAN. Pada periode yang […]


    Bagikan:
  • Revaldo Fifaldi Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi Kantongi Identitas Pemasok Sabu

    Revaldo Fifaldi Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi Kantongi Identitas Pemasok Sabu

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Barat masih memburu orang yang diduga memasok narkotika kepada aktor Revaldo Fifaldi. Polisi menyebut identitas pemasok tersebut telah diketahui dan kini dalam proses pencarian. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, penyidik telah mengantongi identitas orang yang diduga menjual narkotika kepada Revaldo. “Saat ini sudah […]


    Bagikan:
  • PERANGKAT DESA MAJU PILKADES: KAPAN WAJIB CUTI DAN MUNDUR?

    PERANGKAT DESA MAJU PILKADES: KAPAN WAJIB CUTI DAN MUNDUR?

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:Oleh: Danu Ubaidillah Pemerhati Kebijakan Publik / Jurnalis Indonesia LiputanHk.com,BEKASI – Menjelang Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026, masyarakat perlu memahami posisi perangkat desa yang ikut dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa. Hal ini penting agar tidak terjadi salah persepsi antara perangkat desa yang mencalonkan diri, dengan perangkat desa yang sekadar memiliki pilihan atau memberikan dukungan kepada […]


    Bagikan:
  • PWI Bekasi Raya Bahas Sinergi Pengawasan Orang Asing di Bekasi

    PWI Bekasi Raya Bahas Sinergi Pengawasan Orang Asing di Bekasi

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KOTA BEKASI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menggelar Dialog Interaktif yang membahas pelayanan dan pengawasan orang asing di wilayah Bekasi, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula PWI Bekasi Raya tersebut mengusung tema “Harmonisasi Pelayanan dan Pengawasan Orang Asing: Peran Imigrasi, Pengawas Tenaga Kerja, dan Disdukcapil.” Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, aparat, dunia […]


    Bagikan:
  • Korban Tolak Restorative Justice, Sidang Dugaan Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

    Korban Tolak Restorative Justice, Sidang Dugaan Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:LiputanHk.com,BEKASI – Sidang kedua perkara dugaan pengeroyokan yang menyeret anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial NY kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Rabu (12/8/2026). Sidang tersebut memasuki agenda Restorative Justice (RJ) atau upaya penyelesaian perkara melalui perdamaian. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan kesepakatan setelah korban, Fendy, menyatakan menolak berdamai dan memilih agar perkara tetap diproses […]


    Bagikan:
  • BUMDes Kedung Jaya: Protes Warga Jangan Sampai Adem Karena Tak Ada yang Bergerak

    BUMDes Kedung Jaya: Protes Warga Jangan Sampai Adem Karena Tak Ada yang Bergerak

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:OPINI | Danu Ubaidillah Pemerhati Kebijakan Publik / Jurnalis Indonesia (Warga Desa KedungJaya) Persoalan BUMDes Kedung Jaya kembali menjadi perhatian warga. Protes dan pertanyaan masyarakat sempat ramai disampaikan. Namun, setelah itu, persoalan tersebut kembali mereda. Padahal, keresahan warga belum sepenuhnya mendapatkan jawaban yang jelas. Jika benar terdapat anggaran sekitar Rp407 juta dalam pengelolaan BUMDes Kedung […]


    Bagikan:
expand_less