Breaking News
light_mode
Populer

PDRM Tak Minta Ekstradisi Pilot Malaysia Airlines Pembawa 26 Kg Ekstasi, Pasrah Hukum Mati di Indonesia

  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

JAKARTA — Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menegaskan tidak akan mengajukan permohonan ekstradisi terhadap kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), yang ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta usai kedapatan membawa 26 kilogram ekstasi. PDRM menyerahkan sepenuhnya proses hukum tersangka kepada pihak berwenang Indonesia.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (JSJN) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, menyatakan bahwa pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan terus berbagi perkembangan penanganan kasus tersebut.

“Tidak ada permohonan ekstradisi. Kita bisa mencari tahu dan Polri akan berbagi perkembangan kasus tersebut, tetapi dia (Mohd Saufi) harus melalui proses hukum di negara tersebut,” ujar Datuk Hussein.

Akibat ulahnya membawa narkotika golongan I sebanyak 70.000 butir ekstasi (setara 26 kg) serta sabu, Mohd Saufi kini terancam hukuman maksimal berupa hukuman mati berdasarkan hukum pidana narkotika di Indonesia.

Kirim Tim Intelijen untuk Lacak Sindikat hingga KLIA

Meski menyerahkan penanganan tersangka di Indonesia, PDRM akan memberangkatkan tim investigasi dan intelijen JSJN ke Jakarta pada 11 hingga 15 Agustus. Tim ini bertugas mengumpulkan data lanjutan untuk membongkar jaringan sindikat internasional yang menaungi sang pilot.

Penyelidikan internal Malaysia berfokus pada melacak rantai pasokan narkoba, modus operandi, serta dugaan keterlibatan pihak luar maupun internal bandara. Berdasarkan investigasi awal PDRM, tersangka diduga memperoleh barang haram tersebut dari sebuah apartemen di kawasan Ampang, Malaysia.

Selain itu, PDRM tengah memeriksa indikasi keterlibatan oknum petugas pemeriksaan keselamatan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Petugas tersebut diduga membantu meloloskan koper berisi puluhan kilogram narkoba tersebut saat jalur pemeriksaan keluar.

“Investigasi ini sangat penting untuk mengidentifikasi seluruh rantai distribusi, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain,” tegas Datuk Hussein.

Terbangkan Pesawat dalam Pengaruh Narkoba dan Bawa Urine Cadangan

Pengungkapan kasus ini bermula saat petugas Bea Cukai dan Polisi melakukan pemeriksaan X-ray terhadap koper tersangka di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Meski sempat berupaya melewati jalur khusus awak pesawat (fast track), gerak-gerik tersangka yang mencurigakan mendorong petugas untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Dari hasil pemeriksaan tambahan dan pengembangan penyidikan Polri, terungkap sejumlah fakta mengejutkan:

  • Imbalan Puluhan Ribu Ringgit: Mohd Saufi mengaku tergiur menjadi kurir setelah dijanjikan upah sebesar RM 50.000 (sekitar Rp180–Rp220 juta) untuk menyelundupkan barang tersebut ke Jakarta. Ini diduga bukan kali pertama tersangka melakukan aksi serupa.

  • Positif Tiga Jenis Narkoba: Hasil tes urine menunjukkan bahwa sang kopilot positif mengonsumsi sabu, ekstasi, dan kokain. Ia bahkan diketahui menerbangkan pesawat rute Kuala Lumpur–Jakarta yang membawa ratusan penumpang dalam kondisi terpengaruh zat adiktif tersebut.

  • Membawa Urine Cadangan: Untuk mengelabui pengujian sewaktu-waktu, petugas menemukan botol berisi cairan urine “bersih” di dalam tasnya yang disiapkan tersangka jika ada tes urine mendadak dari otoritas penerbangan.

Saat ini, tersangka Mohd Saufi beserta seluruh barang bukti ditahan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tergiur Imbalan Rp220 Juta, Pilot Malaysia Airlines Salagunakan ‘Jalur Khusus’ Awak Kabin Demi Selundupkan 25 Kg Ekstasi

    Tergiur Imbalan Rp220 Juta, Pilot Malaysia Airlines Salagunakan ‘Jalur Khusus’ Awak Kabin Demi Selundupkan 25 Kg Ekstasi

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:TANGERANG — Sebuah celah keamanan udara internasional yang memprihatinkan terbongkar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Seorang penerbang aktif dari maskapai internasional terkemuka asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman (39), nekat menyalahgunakan profesi serta fasilitas istimewa yang melekat pada dirinya untuk menjadi perantara bisnis barang haram. Hanya demi imbalan uang tunai sebesar 50.000 ringgit atau sekitar Rp220,55 […]


    Bagikan:
  • Terseok di ASEAN: Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29%, Tertinggal dari Vietnam dan Malaysia

    Terseok di ASEAN: Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29%, Tertinggal dari Vietnam dan Malaysia

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 dinilai masih belum mampu menandingi agresivitas negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Meski harus berhadapan dengan gejolak ketidakpastian global yang sama, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hanya sanggup tumbuh sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian tersebut berada di bawah bayang-bayang negara kompetitor ASEAN. Pada periode yang […]


    Bagikan:
  • Benteng Perlindungan Publik: PWI dan AFPI Perkuat Kapasitas Jurnalisme Hadapi Era Fintek

    Benteng Perlindungan Publik: PWI dan AFPI Perkuat Kapasitas Jurnalisme Hadapi Era Fintek

    • calendar_month 8 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik layar ponsel cerdas jutaan rakyat Indonesia, akses keuangan kini hadir hanya dalam hitungan detik. Cukup beberapa kali ketukan layar, dana segar mengalir. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi finansial ini, bayang-bayang misinformasi, jebakan bunga tak masuk akal, hingga teror entitas bodong terus mengintai warga yang minim literasi. Sadar akan besarnya […]


    Bagikan:
  • Badai Suara Sumbang di Tirta Bhagasasi: Ketika Bisikan Pimpinan Memaksa Pena Pegawai Tergores

    Badai Suara Sumbang di Tirta Bhagasasi: Ketika Bisikan Pimpinan Memaksa Pena Pegawai Tergores

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Lorong-lorong kantor Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi belakangan ini tak lagi dihiasi gemericik pembahasan pelayanan air bersih. Keheningan kerja di perusahaan daerah tersebut justru terusik oleh gesekan panas konflik internal. Polemik mosi tidak percaya yang ditujukan kepada sang Direktur Umum kini menggelinding liar, menyisakan keresahan mendalam di benak para pegawai kecil yang terjepit di […]


    Bagikan:
  • Langkah Strategis Jenderal Maruli Simanjuntak Memperkuat Kostrad dan Kepemimpinan TNI AD

    Langkah Strategis Jenderal Maruli Simanjuntak Memperkuat Kostrad dan Kepemimpinan TNI AD

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik dinding megah Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), derap langkah dan komando tegas menggema pada Senin (3/8/2026). Suasana khidmat menyelimuti upacara penting yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Hari itu, TNI AD kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersolek—memperkuat diri agar […]


    Bagikan:
  • LPKSM Patroli Kota Bekasi Somasi PT BPR Soal Stiker di Rumah Debitur

    LPKSM Patroli Kota Bekasi Somasi PT BPR Soal Stiker di Rumah Debitur

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KOTA BEKASI – Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patroli Kota Bekasi melayangkan somasi kepada Direksi PT BPR Karya Bakti Sejahtera terkait penempelan stiker di rumah seorang debitur berinisial Roba’i, (7/8/2026). Somasi bernomor 56/SO-DPD.LPKSM PATROLI/VIII/2026 menyebut stiker dipasang oleh tim remedial BPR bernama Tomy, tanpa pemberitahuan maupun persetujuan debitur. LPKSM Patroli DPD Kota Bekasi yang […]


    Bagikan:
expand_less