Breaking News
light_mode
Populer

Terseok di ASEAN: Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29%, Tertinggal dari Vietnam dan Malaysia

  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

JAKARTA — Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 dinilai masih belum mampu menandingi agresivitas negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Meski harus berhadapan dengan gejolak ketidakpastian global yang sama, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hanya sanggup tumbuh sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Capaian tersebut berada di bawah bayang-bayang negara kompetitor ASEAN. Pada periode yang sama:

  • Vietnam mencatatkan lompatan ekonomi hingga 8,4% yoy

  • Malaysia tumbuh solid di angka 5,8% yoy

  • Singapura berhasil melaju pada tingkat 5,7% yoy

Kepala Ekonom Maybank Indonesia, Juniman, menegaskan bahwa ketertinggalan ini menandakan adanya masalah mendasar pada struktur perekonomian nasional—terutama terkait rendahnya daya tarik investasi direct foreign investment (FDI) serta produktivitas industri.

“Tanpa masuknya aliran investasi yang signifikan, sangat sulit bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pertumbuhan di bawah 6%,” ungkap Juniman saat dihubungi pada Kamis (6/8/2026).

Rapuhnya Mesin Pertumbuhan Domestik dan Keterbatasan Fiskal

Selama ini, perekonomian Indonesia terlalu mengandalkan dua tumpuan utama: konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. Padahal, kedua mesin tersebut memiliki batas kemampuan untuk menopang pertumbuhan jangka panjang.

Pertumbuhan investasi di Indonesia saat ini tercatat bertahan di kisaran 6%, sangat kontras dengan negara tetangga yang mampu memacu laju investasinya hingga dua digit. Keterbatasan ruang fiskal APBN yang berada di kisaran Rp3.000 triliun juga mempersempit daya dorong pemerintah, mengingat sebagian besar anggaran terserap untuk kewajiban pembayaran utang, belanja pegawai, dan operasional rutin.

Meskipun belanja pemerintah sempat melonjak hingga 21% pada kuartal I-2026 dan 15% pada kuartal II-2026, dampaknya terhadap dorongan PDB tetap tertahan di level 5%. Hal ini membuktikan bahwa efek stimulasi belanja pemerintah cenderung terbatas jika tidak diiringi partisipasi sektor swasta.

Strategi Meloloskan Diri dari Middle Income Trap

Guna menembus target pertumbuhan di atas 6%, Juniman membeberkan sejumlah rekomendasi pembenahan struktural yang perlu segera dieksekusi pemerintah:

1. Transformasi Hilirisasi Menuju Industrialisasi Berteknologi Tinggi

Program hilirisasi tidak boleh berhenti pada pengolahan bahan mentah tingkat dasar. Indonesia harus melangkah ke tahap industrialisasi manufaktur bernilai tambah tinggi (high-tech). Belajar dari transformasi China dan Vietnam, fokus industri harus bergeser dari sekadar mengandalkan tenaga kerja murah menuju penguasaan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

2. Berubah dari Pasif Menjadi Agresif Menarik Investor

Pemerintah diimbau tidak hanya bergantung pada insentif di atas kertas seperti tax holiday. Indonesia perlu meniru langkah proaktif Malaysia dan Vietnam yang secara aktif mendekati raksasa teknologi dunia (seperti kasus ekspansi Apple) melalui komunikasi langsung dan kepastian hukum jangka panjang.

3. Mengoptimalkan Kredit Perbankan senilai Rp2.500 Triliun

Di sektor moneter, potensi likuiditas sebenarnya sangat memadai. Terdapat fasilitas pinjaman yang belum ditarik (undisbursed loan) di perbankan nasional yang menembus angka Rp2.500 triliun. Namun, dunia usaha masih bersikap wait and see menunggu kepastian iklim investasi dan arah regulasi.

Tantangan Reformasi Struktural

Tanpa adanya pembenahan mendasar di sektor pendidikan, sistem ketenagakerjaan, penyederhanaan regulasi, serta iklim kepastian hukum, laju ekonomi Indonesia diproyeksikan akan terus stagnan pada batas maksimumnya di kisaran 5% hingga 5,3%.

“Jika ada perubahan mendasar pada iklim investasi, saya berani katakan pertumbuhan bisa di atas 6%. Namun jika tidak, target tersebut hanya akan menjadi wacana di atas kertas,” tutup Juniman.


Bagikan:
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benteng Perlindungan Publik: PWI dan AFPI Perkuat Kapasitas Jurnalisme Hadapi Era Fintek

    Benteng Perlindungan Publik: PWI dan AFPI Perkuat Kapasitas Jurnalisme Hadapi Era Fintek

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik layar ponsel cerdas jutaan rakyat Indonesia, akses keuangan kini hadir hanya dalam hitungan detik. Cukup beberapa kali ketukan layar, dana segar mengalir. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi finansial ini, bayang-bayang misinformasi, jebakan bunga tak masuk akal, hingga teror entitas bodong terus mengintai warga yang minim literasi. Sadar akan besarnya […]


    Bagikan:
  • Tergiur Imbalan Rp220 Juta, Pilot Malaysia Airlines Salagunakan ‘Jalur Khusus’ Awak Kabin Demi Selundupkan 25 Kg Ekstasi

    Tergiur Imbalan Rp220 Juta, Pilot Malaysia Airlines Salagunakan ‘Jalur Khusus’ Awak Kabin Demi Selundupkan 25 Kg Ekstasi

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:TANGERANG — Sebuah celah keamanan udara internasional yang memprihatinkan terbongkar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Seorang penerbang aktif dari maskapai internasional terkemuka asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman (39), nekat menyalahgunakan profesi serta fasilitas istimewa yang melekat pada dirinya untuk menjadi perantara bisnis barang haram. Hanya demi imbalan uang tunai sebesar 50.000 ringgit atau sekitar Rp220,55 […]


    Bagikan:
  • LPKSM Patroli Kota Bekasi Somasi PT BPR Soal Stiker di Rumah Debitur

    LPKSM Patroli Kota Bekasi Somasi PT BPR Soal Stiker di Rumah Debitur

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:KOTA BEKASI – Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patroli Kota Bekasi melayangkan somasi kepada Direksi PT BPR Karya Bakti Sejahtera terkait penempelan stiker di rumah seorang debitur berinisial Roba’i, (7/8/2026). Somasi bernomor 56/SO-DPD.LPKSM PATROLI/VIII/2026 menyebut stiker dipasang oleh tim remedial BPR bernama Tomy, tanpa pemberitahuan maupun persetujuan debitur. LPKSM Patroli DPD Kota Bekasi yang […]


    Bagikan:
  • Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    Bukan Cuma Sita Aset: Mantan Pimpinan PPATK Buka Suara Soal Dugaan TPPU Eks Jampidsus

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik pintu tebal rumah-rumah mewah dan deretan tempat usaha yang baru-baru ini digerebek petugas, tersimpan tumpukan bukti fisik yang menyilaukan mata: lembaran valuta asing, seberkas uang tunai, hingga deretan emas batangan murni seberat 74 kilogram. Seluruh temuan megah ini mendadak menjadi sorotan publik lantaran menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]


    Bagikan:
  • Langkah Strategis Jenderal Maruli Simanjuntak Memperkuat Kostrad dan Kepemimpinan TNI AD

    Langkah Strategis Jenderal Maruli Simanjuntak Memperkuat Kostrad dan Kepemimpinan TNI AD

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik dinding megah Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), derap langkah dan komando tegas menggema pada Senin (3/8/2026). Suasana khidmat menyelimuti upacara penting yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Hari itu, TNI AD kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersolek—memperkuat diri agar […]


    Bagikan:
  • Badai Suara Sumbang di Tirta Bhagasasi: Ketika Bisikan Pimpinan Memaksa Pena Pegawai Tergores

    Badai Suara Sumbang di Tirta Bhagasasi: Ketika Bisikan Pimpinan Memaksa Pena Pegawai Tergores

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Lorong-lorong kantor Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi belakangan ini tak lagi dihiasi gemericik pembahasan pelayanan air bersih. Keheningan kerja di perusahaan daerah tersebut justru terusik oleh gesekan panas konflik internal. Polemik mosi tidak percaya yang ditujukan kepada sang Direktur Umum kini menggelinding liar, menyisakan keresahan mendalam di benak para pegawai kecil yang terjepit di […]


    Bagikan:
expand_less