Breaking News
light_mode
Populer

Heboh Penempatan Manajer KDKMP Tak Sesuai Domisili, Pemerintah Beri Penjelasan

  • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan:

Jakarta – Pemerintah telah mengumumkan penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui Simkopdes pada 25 September 2026. Namun, kebijakan tersebut menjadi sorotan di media sosial setelah sejumlah manajer disebut mendapat penempatan yang tidak sesuai dengan domisili asal.

Melalui unggahan akun Instagram @simkopdes pada Minggu (27/9/2026), pemerintah menjelaskan bahwa penempatan manajer KDKMP ditentukan berdasarkan sejumlah aspek, dengan tetap memprioritaskan kedekatan dengan domisili.

“Kami memahami bahwa penempatan yang jauh dari keluarga dan lingkungan asal membutuhkan kesiapan serta penyesuaian yang tidak ringan,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Pemerintah menggunakan metode Hungarian Bipartite Matchmaking Method untuk menentukan kombinasi penempatan secara keseluruhan. Sistem tersebut mempertimbangkan empat variabel utama, yakni kedekatan domisili, kesiapan bangunan KDKMP, ketersediaan kuota, serta keseimbangan kebutuhan antarwilayah.

Namun, kondisi di lapangan membuat tidak semua manajer dapat ditempatkan di wilayah asal. Pada sejumlah daerah, titik KDKMP yang sesuai belum tersedia, telah terisi penuh, atau bangunannya belum siap untuk ditempati.

“Namun, pada beberapa wilayah, titik yang sesuai belum tersedia, telah terisi, atau belum siap untuk ditempati. Karena itu, sebagian manajer perlu ditempatkan di wilayah lain yang masih membutuhkan,” jelas pemerintah.

Pemerintah juga menegaskan bahwa penempatan di luar domisili bukan merupakan bentuk hukuman ataupun penilaian negatif terhadap kualitas dan kemampuan seorang manajer.

Setiap penempatan, menurut pemerintah, memiliki peran yang sama penting dalam memastikan KDKMP dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tahapan Penempatan Manajer KDKMP

Dalam penjelasannya, pemerintah turut memaparkan tahapan yang digunakan dalam proses penempatan manajer KDKMP.

Pada tahap awal, sistem memasangkan manajer dengan KDKMP yang berada di desa.

Tahap pertama memprioritaskan bangunan KDKMP yang telah selesai 100 persen. Selanjutnya, pada tahap kedua, apabila titik siap operasional di wilayah asal telah penuh atau tidak tersedia, sistem akan mencari wilayah lain yang masih membutuhkan manajer.

Pada tahap ketiga, setelah seluruh titik yang telah selesai terisi, sistem melanjutkan proses penempatan berdasarkan progres pembangunan tertinggi.

Mayoritas Masih Berada di Wilayah Asal

Berdasarkan data Simkopdes, sebagian besar manajer KDKMP masih ditempatkan di sekitar wilayah asal mereka.

Dari 28.620 manajer KDKMP yang telah ditempatkan, sebanyak 55,69 persen berada dalam jarak maksimal 10 kilometer dari domisili. Sementara 71,91 persen berada dalam jarak maksimal 50 kilometer.

Selain itu, 65,14 persen manajer masih ditempatkan di kabupaten/kota asal, sedangkan 88,28 persen tetap berada di provinsi asal. Adapun 11,27 persen ditempatkan lintas provinsi.

Median jarak keseluruhan penempatan tercatat 6,53 kilometer.

Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa data statistik tersebut tidak serta-merta menghilangkan tantangan psikologis bagi manajer yang harus bertugas jauh dari keluarga.

“Namun, penempatan jauh bukan bentuk hukuman dan bukan berarti wilayah asal diabaikan. Kondisi tersebut terjadi karena titik KDKMP yang sesuai di wilayah asal tidak selalu tersedia, sudah terisi, atau belum menjadi prioritas berdasarkan kesiapan bangunan,” demikian penjelasan pemerintah.

Pemerintah menegaskan, di mana pun ditempatkan, setiap manajer memiliki peran penting untuk memastikan KDKMP dapat segera hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Bagikan:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sindikat Narkotika Lintas Negara Dibongkar 3 Pabrik Gelap di Jakarta dan Sidoarjo Digeruduk

    Sindikat Narkotika Lintas Negara Dibongkar: 3 Pabrik Gelap di Jakarta dan Sidoarjo Digeruduk

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:TANGERANG — Aparat gabungan dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta sukses membongkar jaringan narkotika internasional yang mengoperasikan industri gelap pembuat obat terlarang. Operasi berskala besar ini berhasil mengidentifikasi dan merobohkan tiga lokasi clandestine laboratory atau pabrik narkotika rumahan lintas daerah, yakni di Jakarta dan Sidoarjo, Jawa Timur. […]


    Bagikan:
  • Coblos Nomor 2 Bersama Maman M. Fahlepi: Satu Tekad, Satu Tujuan, Satu Perjuangan untuk Cicau Raya

    Coblos Nomor 2 Bersama Maman M. Fahlepi: Satu Tekad, Satu Tujuan, Satu Perjuangan untuk Cicau Raya

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:CIKARANG PUSAT — liputanhk.com — Rasa syukur dan haru mewarnai prosesi pengambilan nomor urut calon Kepala Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, untuk periode 2026–2034, Rabu (9/9/2026). Dalam prosesi tersebut, Maman M. Fahlepi resmi mendapatkan Nomor Urut 2 yang ditetapkan oleh Panitia Pilkades Desa Cicau. Momen itu turut diiringi doa serta dukungan dari para […]


    Bagikan:
  • Somasi Kedua Tak Dijawab, GEMPA Kedung Jaya Siapkan Somasi Ketiga

    Somasi Kedua Tak Dijawab, GEMPA Kedung Jaya Siapkan Somasi Ketiga

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Gerakan Masyarakat Peduli Desa (GEMPA) Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kembali mempertanyakan belum adanya jawaban atas somasi kedua terkait pengelolaan BUMDes Pelita Makmur, (11/9/2026). Somasi kedua tersebut telah dilayangkan kepada pihak terkait. Namun, hingga batas waktu yang diberikan, GEMPA menyebut belum menerima tanggapan resmi. Ketua BPD Desa Kedung Jaya, M. Toha, […]


    Bagikan:
  • Tiga Bulan Dibuntuti, King Sun Akhirnya Dicegat: 1,3 Ton Ketamin Digagalkan Masuk Indonesia

    Tiga Bulan Dibuntuti, King Sun Akhirnya Dicegat: 1,3 Ton Ketamin Digagalkan Masuk Indonesia

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:LiputanHk.com, BINTAN — Selama tiga bulan, pergerakan kapal King Sun menjadi perhatian aparat. Informasi lintas negara dari Thailand menjadi pintu awal pengawasan terhadap kapal tersebut yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan narkotika. Pengawasan itu akhirnya membuahkan hasil. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, kapal King Sun dicegat di perairan utara Berakit, Bintan, Kepulauan Riau. Dari hasil […]


    Bagikan:
  • Langkah Strategis Jenderal Maruli Simanjuntak Memperkuat Kostrad dan Kepemimpinan TNI AD

    Langkah Strategis Jenderal Maruli Simanjuntak Memperkuat Kostrad dan Kepemimpinan TNI AD

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:JAKARTA — Di balik dinding megah Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), derap langkah dan komando tegas menggema pada Senin (3/8/2026). Suasana khidmat menyelimuti upacara penting yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Hari itu, TNI AD kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersolek—memperkuat diri agar […]


    Bagikan:
  • Stiker Penagihan BPR Memanas, LPKSM Patroli Adukan PT BPR Karya Bakti Sejahtera ke OJK

    Stiker Penagihan BPR Memanas, LPKSM Patroli Adukan PT BPR Karya Bakti Sejahtera ke OJK

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • 0Komentar
    Bagikan:

    Bagikan:BEKASI — Persoalan penagihan kredit PT BPR Karya Bakti Sejahtera terhadap salah seorang debiturnya memasuki babak baru. Setelah melayangkan somasi terkait pemasangan stiker di rumah debitur, DPD LPKSM Patroli Kota Bekasi resmi mengadukan persoalan tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), (19/8/26). Pengaduan itu tidak hanya berkaitan dengan pemasangan stiker. LPKSM Patroli juga mempertanyakan praktik penagihan […]


    Bagikan:
expand_less